Senin, 17 Februari 2020

PLS di SMA Negeri 1 Kota Cirebon Diisi dengan Placement Test dan Psikotes , Ini Tujuannya

Populer

Sudah 4 Hari, Anak 4 Tahun Asal Pamengkang Cirebon Masih Koma Akibat Gigitan Ular Berbisa

Cirebon,- Anak perempuan usia 4 tahun asal Desa Pamengkang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon masih tak sadarkan diri di ruang...

Begini Kronologis Bocah 4 Tahun yang Masih Koma Karena Digigit Ular

Cirebon,- Adila Oktavia bocah 4 tahun asal Desa Pamengkang, Blok Wage RT 06 RW 07 Sumur Buah, Kecamatan Mundu,...

Mulai 14 Februari 2020, Tiket Mudik Lebaran Sudah Bisa Dipesan

Cirebon,- PT Kereta Api Indonesia (Persero) mulai menjual tiket KA Reguler masa Angkutan Lebaran 1441 H mulai H-90 sebelum...

Suasana Haru Iringi Pemakaman Adila Bocah 4 Tahun yang Meninggal Akibat Gigitan Ular

Cirebon,- Suasana haru mengiringi pemakaman Adila Oktavia anak perempuan usai empat tahun asal Desa Pamengkang, Blok Wage RT 06...

Koma Lima Hari, Bocah 4 Tahun yang Digigit Ular Berbisa Meninggal Dunia

Cirebon,- Anak perempuan Adila Oktavia berusia 4 tahun asal Desa Pamengkan, Blok Wage RT 06 RW 07 Sumur Buah,...

Cirebon,- Sebanyak 408 siswa SMA Negeri 1 Kota Cirebon mengikuti Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) mulai tanggal 15 sampai 19 Juli 2019.

1. Placement Test

Kepala SMA Negeri 1 Kota Cirebon, Dr. Nendi mengatakan hari pertama PLS usai pembukaan, seluruh siswa dibagi menjadi 12 gugus dan langsung mendapatkan placement test.

“Placement test ini untuk melihat sejauh mana potensi akedemik siswa yang dibawa dari SMP asalnya. Itu sebagai bahan dasar dan strategi kita untuk menindak lanjuti pembelajaran di SMA Negeri 1 Kota Cirebon,” ujarnya saat ditemui About Cirebon di SMA Negeri 1 Kota Cirebon, Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo, Selasa (16/7/2019).

Loading...

Lanjut Nendi, Placement Test ini dilakukan tiga sesi, karena testnya melalui CBT (Computer Base Test), semuanya sama seperti UNBK.

“Dari test ini akan muncul nilainya dan akan kita olah, jadi pada posisi berapa kualitas anak-anak ini bisa meneruskan proses pembelajaran di sekolah,” bebernya.

Kepala SMAN 1 Cirebon, Dr. Nendi, S.Pd, MM

2. Psikotes

Lalu PLS berikutnya di SMA Negeri 1 Kota Cirebon yang berlangsung hingga sore hari ini, yang utamanya adalah pendidikan karakter.

“Kita mulai dari mengaji pagi, salat berjamaah, dan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan PLS,” terangnya.

Kemudiam PLS hari kedua, SMA Negeri 1 Kota Cirebon melakukan psikotes yang bekerja sama dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.

“Hasilnya nanti, diperuntukan untuk apakah anak ini bisa masuk IPA atau IPS. Karena kalau tidak begitu anak yang masuk SMA Negeri 1 inginnya masuk IPA, sementara disini harus melayani anak yang ke IPA dan IPS,” terangnya.

Tradisi SMA Negeri 1 Kota Cirebon, kata Nendi, perbandingannya adalah 2:1 atau 8 kelas IPA dan 4 kelas IPS, sesuai dengan kondisi guru yang ada.

“Dari psikotes ini, hasilnya diolah oleh UPI Bandung dan baru kita lihat berapa siswa yang masuk jurusan IPA dan berapa siswa yang masuk jurusan IPS,” jelasnya.

Namun, lanjut Nendi, biasanya ada juga anak yang sudah secara psikotes harusnya masuk IPS, tetapi orang tua memaksa ingin anaknya masuk IPA.

“Maka, kita akan melakukan test kedua, apakah anaknya masih punya potensi besar tidak di jurusan IPA. Karena yang namanya psikotes itu sebetulnya sudah betul-betul teruji. Tetapi, kami sebagai pihak sekolah tetap memfasilitasi dan melayani,” ungkapnya.

“Tetapi jangan salah, yang namanya IPS SMA Negeri 1 Kota Cirebon, ke universitas daya serapnya tinggi. Pernah awal berdinas disini, ada 38 siswa yang test seluruhnya diterima dan 34 diantaranya dari IPS, termasuk ke UGM,” tambahnya.

Sehingga, para orang tua jangan khawatir ketika anaknya ternyata harus masuk IPS, karena sudah banyak contoh anak SMA Negeri 1 Kota Cirebon yang sukses di IPS.

3. Materi PLS

Pengenalan Lingkungan Sekolah di SMA Negeri 1 Kota Cirebon akan berjalan terus hingga hari Jumat (19/7), karena banyak materi yang harus disampaikan, diantaranya materi dari Kepolisian, Badan Narkotika Nasional (BNN) terkait anti narkoba.

“Dari kepolisian akan diberi materi tentang tertib berlalu lintas, termasuk di dalamnya akan ada materi literasi digital,” ujarnya.

“Terutama yang lebih ditekankan lagi adalah pendidikan karakter, agar lebih mengenal dan memahami SMA Negeri 1. Supaya mereka ketika KBM dimulai sudah siap,” tandasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Baso Pentol Jeletot Ambu, Cocok Untuk Para Pecinta Kuliner Pedas

Cirebon,- Bagi para pecinta pedas, tidak ada salahnya coba makanan yang satu ini. Namanya Pentol Jeletot Ambu atau baso...

Sebagai Bentuk Syukur, HUT Sindangkasih FM ke-47 Gelar Bakti Sosial dan Hadirkan Puluhan Artis Pantura Cirebon

Cirebon,- Dalam rangka hari ulang tahun (HUT) ke-47, Radio Sindangkasih FM menggelar acara syukuran yang berlangsung di Ramayan Cirebon Square Plered, Kabupaten Cirebon, Minggu...

D’Classic Barber & Coffee Hadir di Cirebon Dengan Konsep Berbeda

Cirebon,- D’Classic Barber & Coffee yang berlokasi di Jalan Raya Galunggung, No. 171 Perumnas Kota Cirebon hadir dengan konsep yang berbeda. D’Classic Barber & Coffee...

GMC Cirebon Bungkam Tuan Rumah Scorpio Jakarta di Srikandi Cup Seri 2

Jakarta,- Tim basket putri GMC Cirebon memetik kemenangan kedua pada Srikandi Cup seri 2 Jakarta, setelah mereka mengalahkan tuan rumah Scorpio (58-36) di GOR...

Senangnya Puluhan Anak-anak Yatim Saat Diajak Berwisata Edukasi

Cirebon,- Raut muka bahagia terpancar dari puluhan anak-anak yatim saat memasuki Trans Studio Mini Cirebon yang ada di Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon,...

More Articles Like This