Pj Wali Kota Cirebon: Event Tjirebon Tempo Doeloe untuk Mengingatkan Nilai Sejarah

0
197

Cirebon,- Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan, dan Pariwisata Kota Cirebon menggelar acara bertajuk “Tjirebon Tempo Doeloe”, Sabtu (17/11/2018).

Acara yang diselenggarakan di Gedung Negara (eks Karesidenan), Jalan Siliwangi, Krucuk, Kota Cirebon, berlangsung hanya hari ini sampai pukul 23.00 WIB.

Aston Hotel

Acara Tjirebon Tempo Doeloe dimeriahkan dengan berbagai kegiatan seperti festival kopi, Workshop Kopi, Lomba seduh tempo dulu, lomba photography, pameran foto, jajanan tempo dulu, barberian, hingga Cirebon Bekas Kemaren.

Tak ketinggalan, pertunjukan kesenian khas Cirebon pun dihadirkan untuk memeriahkan acara ini, karawitan, sinteren, musik kroncong, hingga musik jazz.

Penjabat (Pj) Wali Kota Cirebon, Dedi Taufik yang membuka acara Tjirebon Tempo Doeloe mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mengingatkan nilai-nilai sejarah, apalagi tempat acara diselenggarakan di gedung kolonial.

Teja Berlian
Teja Berlian 2
Teja Berlian 3

“Kedepan, pak Gubernur akan melabelkan gedung negara ini, gedung kolonial ini harus dijadikan multi event. Jadi pusat budaya, kegiatan aktivitas budaya, pariwisata akan dipusatkan disini,” ujarnya kepada About Cirebon di sela-sela kegiatan.

Lanjut Dedi, Pemerintah Kota Cirebon sangat mengapresiasi dengan gagasan Gubernur Jawa Barat, sehingga tinggal mengisi dan membuat inovasi serta kolaborasi dengan seluruh komunitas yang ada di Kota Cirebon.

Pantauan About Cirebon, sebanyak 16 Coffee Shop di Kota Cirebon ikut memeriahkan event Tjirebon Tempo Doeloe serta menggandeng para pedagang yang menjual jajanan jaman dulu.

Menurut Dedi, acara yang dikemas dengan Tjirebon Tempo Doeloe mengingatkan bahwa, sekarang dengan adanya berbagai komunitas bisa menumbuhkan aktivitas ekonomi khusunya di Kota Cirebon.

“Kedepan saya ingin, bukan bicara Kota Cirebon saja, tetapi harus bicara Cirebon Raya. Nah ini yang harus kita kolaborasikan, sehingga event-event seperti ini bisa dipusatkan dan terasa multi efeknya,” terang Dedi.

“Saya pikir, event-event seperti ini bisa dimasukan dalam kalender event di Kota Cirebon, sehingga dapat dirasakan tingkat hunian hingga dirasakan aktivitas lainnya,” imbuhnya. (AC212)