Petani di Kabupaten Cirebon Kesulitan Pupuk Bersubsidi

Cirebon,- Petani di Kabupaten Cirebon mengeluhkan sulitnya mendapat pupuk bersubsidi pada masa tanam di awal tahun 2021.

Keluhan tersebut dirasakan para petani di Desa Panguragan Kulon, Kabupaten Cirebon. Mereka masih kesulitan mendapat pupuk bersubsidi dari pemerintah.

Akibat sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi, para petani sampai rela berebut mendapat pupuk di kios pengecer resmi.

Parahnya, kebanyakan petani yang memiliki kartu tani sudah tidak aktif. Padahal, kartu tani tersebut diperuntukan untuk menebus pupuk bersubsidi.

Salah satu petani di Desa Panguragan Kulon, Kawija mengaku dirugikan dengan adanya sistem penyaluran pupuk bersubsidi saat ini. Pihaknya menginjak pupuk bersubsidi segera di salurkan.

BACA YUK:  Opini : Peranan Pemuda Dalam Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa di Era Globalisasi Melalui Pemahaman Wawasan Nusantara

Kalau tidak segera disalurkan, menurut Kawija, dikhawatirkan dapat menggangu produktivitas tanam padi. Karena, petani tidak mampu membeli pupuk nonsubsidi.

“Hasilnya kurang bagus dan ini tidak sesuai dengan kebutuhan petani. Karena, membeli pupuk di sini (kios pengecer resmi) dibatasi,” ujar Kawija, Jumat (8/1/2021).

Adanya persoalan tersebut, pemilik kios pengecer resmi memberikan jatah satu sak karung atau setengah kwintal pupuk bersubsidi kepada petani.

Karena Kartu Tani kebanyakan tidak aktif, para petani menebus pupuk di kios pengecer resmi dengan membawa kartu identitas dan surat rekomendasi.

BACA YUK:  Pijat Kretek-kretek yang Sering Viral, Sudah Hadir di Cirebon

“Kalau petani inginnya dapet semua, tapi kebijakan toko dibagi rata. Tapi pembagian ini saya tidak mau, karena mendapat setengah kwintal. Sedangkan pemupukan di sawah harusnya banyak,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Desa Panguragan Kulon, Kusyono meminta dinas terkait yakni Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon untuk secepatnya menangani permasalahan ini.

“Kami meminta agar penyaluran pupuk bersubsidi di desa Panguragan Kulon tidak mengalami keterlambatan,” ujarnya.

Menurut Kusyono, petani di Desanya memilik lahan sawah dua hektar, tiga hektar. Namun, dapatnya hanya setengah kwintal pupuk bersubsidi.

BACA YUK:  Nantikan! Begawan Hotel by Signata, Luxury & Eco-Friendly Hotel di Tengah Kota Palembang

“Tolong petani jangan dipersulit dengan masalah pupuk bersubsidi. Penyalurannya agar tidak mengalami keterlambatan,” tandasnya. (AC212)

(Dilihat: 10 pengunjung)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.