Sabtu, 25 September 2021

Pesan Untuk Kaum Milenial di Hari Perempuan Internasional

Populer

KAI Buka Lowongan Kerja dan Tidak Dipungut Biaya

Cirebon,- PT Kereta Api Indonesia (Persero) saat ini sedang membuka rekrutmen untuk berbagai formasi. Masyarakat yang ingin melamar dapat...

Wanita Cantik Asal Cirebon Ini Memiliki Segudang Prestasi Biliar

Cirebon,- Cantik dan pintar bermain biliar, itulah gambaran yang cocok bagi Nony Krystianti Andilah. Wanita berkulit putih asal Cirebon...

Kampoeng Photography dan Videography (KPV) Merayakan Anniversary yang Kedua

Cirebon,- Kampung Photographer adalah sebutan dari Komunitas Photography dan Videography (KPV) yang terletak di Desa Gintung Kidul Kecamatan Ciwaringin...

Inilah Pembalap Muda Purworejo Masuk di Red Bull MotoGP Rookies Cup 2022

Purworejo,-  Kabar membanggakan datang dari dunia balap motor Indonesia. Pasalnya, Fadillah Arbi Aditama yang merupakan pembalap muda asal Purworejo ini resmi di...

Grand Opening Meetime Rasain Cabang Ketiga di Majasem

Cirebon,- Meetime Rasain Cirebon membuka cabang ketiganya di Jalan Perjuangan – Majasem No. A2 Kota Cirebon (tepatnya di depan...

Cirebon,- Hari Perempuan Internasional (International Womans Day) yang jatuh setiap 8 maret diresmikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 1977. Hari Perempuan Internasional diresmikan sebagai perayaan tahunan untuk memperjuangkan hak perempuan dan mewujudkan perdamaian dunia.

Ada makna khusus bagi Rif’atun Nisa (Riva Nisa) dalam mengartikan hari perempuan internasional. Wanita kelahiran 24 maret 1992 ini mengatakan wanita masa kini harus bisa mawas diri.

“Makna hari perempuan di era digitalisasi dan situasi pandemi seperti saat ini adalah, moment yang tepat sekali untuk kita lebih mawas diri, mensyukuri apa yang tuhan telah berikan kepada kita, misalnya kesehatan, karena kesehatan di saat pandemi ini sangat berharga,” ungkap wanita yang mengajar di STIKes Cirebon tersebut.

Loading...

Tak hanya itu, baginya parempuan sebetulnya punya banyak waktu, yang bisa dimanfaatkan untuk memberdayakan diri, menggali apa yang dimiliki, serta apa saja yang bisa diperbuat menggunakan fasilitas digital.

BACA YUK:  Kecepatan Angin Cukup Tinggi di Wilayah Cirebon, ini Penjelasan BMKG

“Wanita masa kini menurut saya harus pintar, dan mau terus belajar. Belajar tidak hanya dilakukan di pendidikan formal ya, belajar bisa juga melalui pendidikan non formal,” beber wanita yang berdomisili di Sutawinangun, Kedawung tersebut.

Karena, lanjutnya, wanita kedepannya akan menjadi madrasah pertama untuk anak-anaknya nanti. Jika wanita memiliki pengetahuan yang baik, agama yang kuat, kelak dia akan dapat menciptakan generasi yang baik pula.

Riva tidak hanya beraktivitas mengajar saja, melainkan mengisi kegiatan diskusi publik, seminar dan pelatihan kesehatan. Dia juga saat ini sedang menempuh pendidikan Doktoral (S3) di Universitas Diponegoro Semarang.

Dalam peringatan hari perempuan internasional, Riva juga berkesempatan menjadi pemateri yang diadakan oleh Gerak Puan Universitas Gunung Jati (UGJ) dengan membawakan materi tentang ‘Kekerasan Seksual dalam Perspektif Kesehatan Reproduksi’. Kegiatan yang berlangsung di Baraja Coffee tersebut disambut antusias oleh para audience dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

BACA YUK:  14 September, PMI Kabupaten Cirebon Siap Gelar Vaksinasi Drive Thru di Stadion Watubelah

Riva memiliki pandangan khusus pula tentang perempuan di jaman dulu dan sekarang. Dulu, dia menganggap bahwa perempuan unspeakable, akan tetapi saat ini perempuan the unstopable.

“Dulu perempuan tidak diberikan ruang gerak, tapi sekarang perempuan mempunyai ruang gerak yang lebih longgar, misalnya fasilitas publik untuk perempuan, kesempatan yang sama dalam pendidikan, berargumen, profesi, bahkan kedudukan dalam parlemen,” jelasnya.

Perempuan masa kini dengan konteks milenial, Riva berpesan untuk mengurangi konsumsi fast food, boba, dan kopi berlebihan. Karena pergeseran trend life style ini menyumbang angka kejadian diabetes mellitus dan darah tinggi pada usia remaja, serta potensi Kanker.

“Indonesia butuh generasi milenial yang sehat dan cerdas. Karena kalau jaman dulu orang sakit diabetes mellitus, jantung, sama hipertensi kan orang usia tua, nah kalau sekarang di rentang usia 15 sampai 45 tahun sudah ada yang terkena,” jelasnya.

Kedepannya, Riva berharap untuk perempuan indonesia dimasa yang akan datang, agar terus meningkatkan pendidikan, Indonesia masih butuh Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Karena di era yang akan datang manusia dihadapkan oleh Era 5.0.

“Selain harapan itu, saya berpesan agar perempuan harus tetap ingat bahwa setinggi apapun pendidikan yang ditempuh, terpenting adalah tetap menjadi istri yang baik untuk suami dan ibu yang baik untuk anak-anaknya di rumah,” pungkasnya. (AC560)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

RajaBackLink.com

Latest News

Bupati – Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Tekan kesepakatan KUA dan PPAS Perubahan APBD 2021

Cirebon,- Bupati Cirebon Imron Rosyadi dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon Mohamad Lutfi tandatangani Nota Kesepakatan...

Inilah Pesona Alam Sanghyang Dora Majalengka sebagai Destinasi Berkemah

Majalengka,- Menikmati suasana baru dengan berkemah, bisa jadi alternatif liburan yang menyenangkan. Dan, salah satu referensi tempat berkemah yang tengah banyak diminati oleh para...

Antisipasi Pohon Tumbang Jelang Musim Penghujan, Pohon di Kota Cirebon Dilakukan Pemangkasan

Cirebon,- Antisipasi pohon tumbang jelang musim penghujan, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPRKP) Kota Cirebon melakukan pemangkasan pohon. Upaya ini untuk meminimalisir terjadinya pohon...

Pesan Raisa untuk Wanita Indonesia

“Aku ingin membagikan arti kecantikan positif untuk membuat semua wanita bersinar, merasa kuat, dan mampu menggapai masa depan yang lebih bahagia.” -Raisa Andriana Empowerment  Semua wanita memiliki...

More Articles Like This