Rabu, 16 Juni 2021

Pesan Untuk Kaum Milenial di Hari Perempuan Internasional

Populer

Pendaftaran Kartu Kuning di Kota Cirebon Kini Gunakan Aplikasi⁣

Cirebon,- Mulai Juni 2021, Kota Cirebon mulai menerapkan sistem online dalam pendaftaran kartu kuning bagi para pencari kerja. Pendaftaran...

RS Sumber Waras Cirebon, UniMedika Hospitals Group Saat ini telah Miliki CT Scan Generasi Terbaru⁣

⁣Cirebon,- Rumah Sakit Sumber Waras Cirebon, UniMedika Hospitals Group terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Salah satunya dengan menghadirkan...

BNN Kota Cirebon Ringkus Dua Pria Kembar Edarkan Obat-obatan

Cirebon,- Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cirebon menangkap pria kembar warga Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon penjual obat sediaan farmasi...

Metland Hotel Cirebon Hadirkan Warung Kopi 61, ini Menunya ⁣

Cirebon,- Metland Hotel Cireboh by Horison yang berlokasi di Jalan Siliwangi No. 61 Kota Cirebon menghadirkan Warung Kopi 61....

Layanan Rapid Test Antigen di Stasiun Cirebon Kejaksan Hingga Pukul 21.00 WIB

Cirebon,- Mulai bulan Juni 2021, layanan rapid test antigen di Stasiun Cirebon Kejaksan hingga pukul 21.00 WIB. Sebelumnya, jam...

Cirebon,- Hari Perempuan Internasional (International Womans Day) yang jatuh setiap 8 maret diresmikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 1977. Hari Perempuan Internasional diresmikan sebagai perayaan tahunan untuk memperjuangkan hak perempuan dan mewujudkan perdamaian dunia.

Ada makna khusus bagi Rif’atun Nisa (Riva Nisa) dalam mengartikan hari perempuan internasional. Wanita kelahiran 24 maret 1992 ini mengatakan wanita masa kini harus bisa mawas diri.

“Makna hari perempuan di era digitalisasi dan situasi pandemi seperti saat ini adalah, moment yang tepat sekali untuk kita lebih mawas diri, mensyukuri apa yang tuhan telah berikan kepada kita, misalnya kesehatan, karena kesehatan di saat pandemi ini sangat berharga,” ungkap wanita yang mengajar di STIKes Cirebon tersebut.

Loading...

Tak hanya itu, baginya parempuan sebetulnya punya banyak waktu, yang bisa dimanfaatkan untuk memberdayakan diri, menggali apa yang dimiliki, serta apa saja yang bisa diperbuat menggunakan fasilitas digital.

BACA YUK:  Dorong Pemanfaatan Teknologi 5G untuk Industri 4.0, Telkomsel Jalin Kerjasama Dengan Schneider Electric

“Wanita masa kini menurut saya harus pintar, dan mau terus belajar. Belajar tidak hanya dilakukan di pendidikan formal ya, belajar bisa juga melalui pendidikan non formal,” beber wanita yang berdomisili di Sutawinangun, Kedawung tersebut.

Karena, lanjutnya, wanita kedepannya akan menjadi madrasah pertama untuk anak-anaknya nanti. Jika wanita memiliki pengetahuan yang baik, agama yang kuat, kelak dia akan dapat menciptakan generasi yang baik pula.

Riva tidak hanya beraktivitas mengajar saja, melainkan mengisi kegiatan diskusi publik, seminar dan pelatihan kesehatan. Dia juga saat ini sedang menempuh pendidikan Doktoral (S3) di Universitas Diponegoro Semarang.

Dalam peringatan hari perempuan internasional, Riva juga berkesempatan menjadi pemateri yang diadakan oleh Gerak Puan Universitas Gunung Jati (UGJ) dengan membawakan materi tentang ‘Kekerasan Seksual dalam Perspektif Kesehatan Reproduksi’. Kegiatan yang berlangsung di Baraja Coffee tersebut disambut antusias oleh para audience dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

BACA YUK:  Dorong Pemanfaatan Teknologi 5G untuk Industri 4.0, Telkomsel Jalin Kerjasama Dengan Schneider Electric

Riva memiliki pandangan khusus pula tentang perempuan di jaman dulu dan sekarang. Dulu, dia menganggap bahwa perempuan unspeakable, akan tetapi saat ini perempuan the unstopable.

“Dulu perempuan tidak diberikan ruang gerak, tapi sekarang perempuan mempunyai ruang gerak yang lebih longgar, misalnya fasilitas publik untuk perempuan, kesempatan yang sama dalam pendidikan, berargumen, profesi, bahkan kedudukan dalam parlemen,” jelasnya.

Perempuan masa kini dengan konteks milenial, Riva berpesan untuk mengurangi konsumsi fast food, boba, dan kopi berlebihan. Karena pergeseran trend life style ini menyumbang angka kejadian diabetes mellitus dan darah tinggi pada usia remaja, serta potensi Kanker.

“Indonesia butuh generasi milenial yang sehat dan cerdas. Karena kalau jaman dulu orang sakit diabetes mellitus, jantung, sama hipertensi kan orang usia tua, nah kalau sekarang di rentang usia 15 sampai 45 tahun sudah ada yang terkena,” jelasnya.

Kedepannya, Riva berharap untuk perempuan indonesia dimasa yang akan datang, agar terus meningkatkan pendidikan, Indonesia masih butuh Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Karena di era yang akan datang manusia dihadapkan oleh Era 5.0.

“Selain harapan itu, saya berpesan agar perempuan harus tetap ingat bahwa setinggi apapun pendidikan yang ditempuh, terpenting adalah tetap menjadi istri yang baik untuk suami dan ibu yang baik untuk anak-anaknya di rumah,” pungkasnya. (AC560)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Pemda Kota Cirebon dan Pemkab Cirebon akan Koordinasi terkait PPKM Mikro

Cirebon,- Terkait kondisi penyebaran Covid-19, Pemerintah Daerah Kota Cirebon untuk menarik 'rem darurat'. Hal tersebut sesuai dengan arahan Gubernur...

Hadirkan Konsep Berbeda, WKM Kuningan Tawarkan Makan di Tengah Kebun

Kuningan,- Berbeda dengan Warung Kopi Maning (WKM) Cirebon yang menawarkan konsep makan di tengah sawah, WKM Kuningan yang berlokasi di Jalan Ir. Soekarno Hatta,...

Dorong Pemanfaatan Teknologi 5G untuk Industri 4.0, Telkomsel Jalin Kerjasama Dengan Schneider Electric

Jakarta,- Setelah resmi menjadi “The First 5G Operator in Indonesia”, Telkomsel terus bergerak maju membuka potensi masa depan yang tak terbatas bagi Indonesia melalui...

Komisi I DPRD Kota Cirebon Dukung BRT Beroperasi di Wilayah Ciayumajakuning

Cirebon,- Komisi I DPRD mendorong pengembangan operasional Bus Rapid Transit (BRT). DPRD menginginkan BRT bisa melayani masyarakat wilayah III Cirebon. Ketua Komisi I DPRD Kota...

More Articles Like This