Pesan Untuk Kaum Milenial di Hari Perempuan Internasional

Cirebon,- Hari Perempuan Internasional (International Womans Day) yang jatuh setiap 8 maret diresmikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 1977. Hari Perempuan Internasional diresmikan sebagai perayaan tahunan untuk memperjuangkan hak perempuan dan mewujudkan perdamaian dunia.

Ada makna khusus bagi Rif’atun Nisa (Riva Nisa) dalam mengartikan hari perempuan internasional. Wanita kelahiran 24 maret 1992 ini mengatakan wanita masa kini harus bisa mawas diri.

“Makna hari perempuan di era digitalisasi dan situasi pandemi seperti saat ini adalah, moment yang tepat sekali untuk kita lebih mawas diri, mensyukuri apa yang tuhan telah berikan kepada kita, misalnya kesehatan, karena kesehatan di saat pandemi ini sangat berharga,” ungkap wanita yang mengajar di STIKes Cirebon tersebut.

Tak hanya itu, baginya parempuan sebetulnya punya banyak waktu, yang bisa dimanfaatkan untuk memberdayakan diri, menggali apa yang dimiliki, serta apa saja yang bisa diperbuat menggunakan fasilitas digital.

BACA YUK:  Tingkatkan Potensi Wisata Desa Kecomberan, WKM dan Paddi Cafe Hadirkan Pasar Malam

“Wanita masa kini menurut saya harus pintar, dan mau terus belajar. Belajar tidak hanya dilakukan di pendidikan formal ya, belajar bisa juga melalui pendidikan non formal,” beber wanita yang berdomisili di Sutawinangun, Kedawung tersebut.

Karena, lanjutnya, wanita kedepannya akan menjadi madrasah pertama untuk anak-anaknya nanti. Jika wanita memiliki pengetahuan yang baik, agama yang kuat, kelak dia akan dapat menciptakan generasi yang baik pula.

Riva tidak hanya beraktivitas mengajar saja, melainkan mengisi kegiatan diskusi publik, seminar dan pelatihan kesehatan. Dia juga saat ini sedang menempuh pendidikan Doktoral (S3) di Universitas Diponegoro Semarang.

Dalam peringatan hari perempuan internasional, Riva juga berkesempatan menjadi pemateri yang diadakan oleh Gerak Puan Universitas Gunung Jati (UGJ) dengan membawakan materi tentang ‘Kekerasan Seksual dalam Perspektif Kesehatan Reproduksi’. Kegiatan yang berlangsung di Baraja Coffee tersebut disambut antusias oleh para audience dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

BACA YUK:  Wilayah PPKM Level 1 Boleh Gelar Resepsi dengan Kapasitas 100 Persen

Riva memiliki pandangan khusus pula tentang perempuan di jaman dulu dan sekarang. Dulu, dia menganggap bahwa perempuan unspeakable, akan tetapi saat ini perempuan the unstopable.

“Dulu perempuan tidak diberikan ruang gerak, tapi sekarang perempuan mempunyai ruang gerak yang lebih longgar, misalnya fasilitas publik untuk perempuan, kesempatan yang sama dalam pendidikan, berargumen, profesi, bahkan kedudukan dalam parlemen,” jelasnya.

Perempuan masa kini dengan konteks milenial, Riva berpesan untuk mengurangi konsumsi fast food, boba, dan kopi berlebihan. Karena pergeseran trend life style ini menyumbang angka kejadian diabetes mellitus dan darah tinggi pada usia remaja, serta potensi Kanker.

BACA YUK:  INI dan IPPAT Kabupaten Cirebon Salurkan Bantuan untuk Anak Yatim dan Dhuafa

“Indonesia butuh generasi milenial yang sehat dan cerdas. Karena kalau jaman dulu orang sakit diabetes mellitus, jantung, sama hipertensi kan orang usia tua, nah kalau sekarang di rentang usia 15 sampai 45 tahun sudah ada yang terkena,” jelasnya.

Kedepannya, Riva berharap untuk perempuan indonesia dimasa yang akan datang, agar terus meningkatkan pendidikan, Indonesia masih butuh Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Karena di era yang akan datang manusia dihadapkan oleh Era 5.0.

“Selain harapan itu, saya berpesan agar perempuan harus tetap ingat bahwa setinggi apapun pendidikan yang ditempuh, terpenting adalah tetap menjadi istri yang baik untuk suami dan ibu yang baik untuk anak-anaknya di rumah,” pungkasnya. (AC560)

(Dilihat: 26 pengunjung)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.