Selasa, 30 November 2021

Pesan Gubernur Jawa Barat Hasil Evaluasi Penanganan Covid-19 di Kota Cirebon

Populer

UMK Kota Cirebon Tahun 2022 Naik Sebesar Rp. 33 Ribu

Cirebon,- Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cirebon dan Dewan Pengupahan Kota (Depeko) telah menggelar rapat penetapan Upah Minimum Kota...

Barisa Cafe Usung Konsep Pantai Lengkap dengan Pasirnya

Cirebon,- Jika kamu rindu dengan suasana pantai di Bali, kafe ini menghadirkan konsep dengan suasana pantai. Namanya Barisa Cafe,...

Open Bidding di Pemkab Cirebon Minta Pendampingan KPK RI

Cirebon,- Pemerintah Kabupaten Cirebon meminta para pejabat Eselon II yang ikut tes seleksi open bidding mampu membuat inovasi untuk kemajuan...

Pengurus Ikatan Alumni UGJ Cirebon Periode 2021 – 2025 Resmi Dilantik

Cirebon,- Pengurus Ikatan Alumni (IKA) Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) periode 2021-2025 resmi dilantik. Pelantikan tersebut berlangsung di Ruang...

Catat Tanggalnya, TDA Cirebon Gandeng Lintas Institusi Gelar Pesta Wirausaha dan Vaksinasi

Cirebon,- Komunitas Tangan Di Atas (TDA) Cirebon bersama Polres Cirebon Kota, Pemerintah Daerah Kota Cirebon dan komunitas lainnya akan...

Cirebon,- Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Cirebon semakin bertambah. Data pusat informasi dan koordinasi Covid-19 Kota Cirebon mencatat total sampai tanggal 3 Juli 2020 menjadi 25 orang.

Dari total 25 orang yang terkonfirmasi Positif Covid-19, 15 orang diantaranya masih dalam pengawasan, 8 orang sembuh, dan 2 orang meninggal dunia.

Dengan bertambahnya pasien positif di Kota Cirebon, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil berdoa agar Kota Cirebon dijauhkan dari kenaikan Covid-19.

Loading...

“Doa saya untuk Kota Cirebon, mudah-mudahan dijauhkan dari kenaikan Covid-19 karena ketidakdisiplinan,” ujar Kang Emil saat Video Conference bersama Pemerintah Kota Cirebon di Ruang Adipura Balaikota Cirebon, Jumat (3/7/2020).

Terkait dengan kasus import Covid-19 di Kota Cirebon, menurut Kang Emil, memang masuk dalam resiko tinggi, karena Cirebon masuk dalam kota wisata, dan orang ingin berkunjung.

BACA YUK:  Bagaimana Pandemi Mengubah Tren Desain Rumah

“Kami kemarin lakukan testing di Puncak itu orang Jakarta yang positif swab. Kami lakukan testing PCR di Kota Bogor, ternyata banyak yang bukan orang Bogor, tapi orang-orang yang berkunjung ke Kota Bogor. Sehingga ini pelajaran untuk semua Kota/Kabupaten,” katanya.

“Tantangan di Jawa Barat, apalagi Kota Bandung misalkan, itu kasus yang datang dari orang yang tidak bisa ketahui itu paling rawan,” tambahnya.

Sehingga, Kang Emil, memberikan arahan kepada Pemerintah Kota Cirebon untuk membuat aturan bagi warga yang ingin keluar Kota Cirebon untuk membuat surat pemberitahuan.

“Coba bapak membuat aturan kepada warga yang ingin keluar kota untuk membuat surat pemberitahuan. Tidak usah surat ijin seperti Jakarta, cukup surat pemberitahuan saja, supaya bapak jadikan orang-orang yang membuat surat tersebut sebagai orang yang perlu diwaspadai,” tegasnya.

Bila bapak ada extra rapid test atau PCR, tambah Kang Emil, bapak bisa langsung testing ke orang-orang yang melaporkan dirinya yang akan berpergian.

BACA YUK:  Rumah Zakat Cirebon Adakan Aksi Tanam Pohon Bersama Masyarakat Kesunean

“Coba lakukan itu, minimal itu akan mengurangi ketidaksiagaan pada saat orang itu hilir mudik,” jelasnya.

Untuk perekonomian di Kota Cirebon,
menurut kang Emil, dipersilakan buka sesuai dengan AKB dan meminta Wali Kota Cirebon untuk rajin-rajin turun untuk merazia utamanya terkait penggunaan masker.

Dalam kesempatan tersebut, Kang Emil menyampaikan bahwa, kinerja gugus tugas Kota Cirebon harus ditingkatkan, masih kurang optimal.

“Dalam catat kami, website susah diakses. Sehingga, warga kami ingin mengetahui perkembangan Kota Cirebon secara digital mengalami kesulitan,” ungkapnya.

“Jadi tolong diarahkan tim gugus tugasnya untuk terus mengupdate situasi. Karena, umur Covid ini masih panjang,” tambahnya.

Bahkan, tambah Kang Emil, update data yang harusnya menggunakan aplikasi, dominannya masih banyak menggunakan manual. Sehingga, potensi errornya masih tinggi.

“Kenapa data ini penting, karena hanya itu sumber keputusan kita. Kalau keputusan kitanya baik, karena datanya baik, kalau datanya kurang baik, keputusannya juga jadi pakira-kira,” jelasnya.

“Nah inilah yang membuat keputusan akhirnya tidak tepat sasaran. Oleh karena itu, salah PR (pekerjaan rumah) Kota Cirebon dalam evaluasi kita adalah update data masih kurang,” pungkasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kenaikan Harga Minyak Goreng Harus Diredam

Jakarta,- Gejolak kenaikan harga minyak goreng hingga akhir tahun diprediksi masih terus merangkak naik. Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik...

Ratusan ASN di Kota Cirebon Dapat Anugerah Satyalancana Karya Satya

Cirebon,- Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri), Pemerintah Daerah Kota Cirebon memberikan anugerah kepada 218 Aparatur Sipil Negara (ASN). Anugerah...

Hadirkan Program Yes Preneur, Anis Matta: UMKM Masa Depan dan Pilar Ekonomi Indonesia

Cirebon,- Ketua Umum Partai Gelora, Anis Matta bersama rombongan terus melakukan roadshow ke berbagai daerah di Indonesia. Kali ini, Ketua Umum bersama rombongan mengunjungi...

Jalin Kemitraan, RS Sumber Kasih Cirebon Gelar Kompetisi Futsal

Cirebon,- Rumah Sakit Sumber Kasih Cirebon menggelar Futsal Competition bersama mitra kerja. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari 27 -28 November 2021 di Lapangan...

More Articles Like This