Pertunjukan “Repertoar Hijau” Yogyakarta Akan Hadir di Gedung Kesenian Cirebon

Cirebon, 14 November 2016,- Begitu banyak pertunjukan kesenian yang ada di DI Yogyakarta apalagi saat digelontorkannya Dana Istimewa, semakin semarak saja pertunjukan demi pertunjukan kesenian. Tentunya hal tersebut menjadi angin segar bagi para penggiat kesenian DI Yogyakarta. Namun, Dana Istimewa yang disuplai tidak mudah untuk di akses, ternyata masih ada kelompok kesenian yang tidak mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan akses dana tersebut. Adapun bagi kelompok-kelompok yang kreatif dan ingin mengabdi untuk perkembangan seni pertunjukan Indonesia, tidak mendapatkan akses dana tersebut bukanlah halangan untuk mengekspresikan karyanya.

Fieldtrip Performing Art yang berdiri sejak 25 Desember 2009 selalu bergerak untuk membuat karya-karya pertunjukan Teater dengan atau tanpa dana sokongan dari pihak manapun. Walau kadang terseok jatuh lalu mencoba bangkit kembali dan terus mebgekspresikan karyanya bukan hanya di DI Yogyakarta namun juga Fieldtrip Performing Art berkeliling ke beberapa kota kecil di Jawa, Sumatra, Kalimantan dan manca negara.

BACA YUK:  HUT RSIA Cahaya Bunda ke-8 Tahun, 100 Ibu Hamil Dapat Pemeriksaan USG Gratis

Pada bulan November sanpai dengan Desember 2016 ini Fieldtrip berencana tour show dengan karya terbarunya “Repertoar Hijau” ke beberapa kota yaitu Yogyakarta, Jepara, Brebes, Cirebon, Bandung, Banten dan diakhiri di Penang Malaysia. Lagi-lagi tanpa bantuan dari pemerintah.

Di Cirebon, pertunjukan “Repertoar Hijau” akan berlangsung di Gedung Kesenian Nyi Mas Rarasantang, Kota Cirebon pada tanggal 27 November 2016.

Mendapat dukungan moril dari beberapa teman sesama pelaku kesenian di daerah-daerah yang dikunjungi dan penjualan tiket yang tidak seberapa harganya dengan harapan bisa melanjutkan perjalanan ke kota berikutnya dan bisa untuk konsumsi para pelakunya untuk bertahan hidup, hal tersebutlah yang selalu menjadi kekuatan bagi Fieldtrip Performing Art untuk tetap berkarya.

BACA YUK:  Peringati Hari Santri Nasional, Ribuan Santri Buntet Lakukan Kirab, Upacara dan Ziarah Kubur

Fieldtrip mau melakukan hal tersebut karena keinginan yang kuat untuk berekspresi, di danai atau tidak itu bukan menjadi halangan bagi Fieldtrip karena dimana ada usaha disitu pasti ada jalan. Lagipula pertunjukan (Repetoar Hijau) merupakan ajang silaturahmi ke kota-kota kecil yang jarang sekali dijamah oleh para penggiat kesenian yang mempunyai dana besar. Tidak adil Rasanya Jika pertunjukan-pertunjukan yang layak tonton hanya dijumpai dikota-kota besar. Bukankah setiap lapisan masyarakat berhak untuk mengapresiasi berbagai bentuk seni pertunjukan?

Fieldtrip Performing Art dalam pertunjukan “Repertoar Hijau” juga masih menggunakan system ticketing dengan tujuan untuk mengedukasi para penontonnya (Publik) untuk menghargai kesenian dan pelakunya. Mengingat begitu banyak pertunjukan gratis yang akhirnya mendidik publik yang akhirnya public tidak menghargai jerih payah pelaku seni.

BACA YUK:  Nyemil Ciki Sudah Bosen? Yuk Jajan Telor Gulung

Pertunjukan Repertoar Hijau yang digagas oleh Fieldtrip Performing Art adalah bentuk simpati terhadap seni pertunjukan Indonesia dan media pembuktian bahwa Fieldtrip Performing Art sangat layak di Suport baik secara Moril dan Materil. (rilis)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *