Pertamina Himbau Masyarakat Untuk Membeli LPG di Pangkalan Resmi

Cirebon,- Paska penambahan pasokan (fakultatif) LPG Subsidi (Public Service Obligation/PSO) 3 Kilogram (KG) PT. Pertamina selama bulan Juli 2019, ketersediaan LPG Subsidi 3 KG wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan) berjalan normal.

Pasokan fakultatif sebesar 100 persen dari alokasi harian normal, yakni lebih dari 187 ribu tabung, disalurkan selama 4 pekan melalui jalur distribusi resmi Pertamina, yakni agen dan pangkalan.

Unit Manager Communication Relations & CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) III, Dewi Sri Utami mengatakan berdasarkan pantauan di agen serta pangkalan LPG,  saat ini pasokan LPG baik PSO 3KG, Non PSO 5,5 KG, 12 KG, dan 50 KG aman dan dapat mencukupi kebutuhan masyarakat.

BACA YUK:  Tol Cisumdawu Akan Beroperasi Akhir Oktober 2022, ini Ruas Tol yang Bisa Dilalui

“Hal ini terlihat dari tidak terjadi antrian pembelian di pangkalan-pangkalan,” ujar Dewi kepada About Cirebon, Sabtu (27/7/2019).

Dewi menghimbau kepada masyarakat untuk membeli LPG Subsidi 3 KG di pangkalan resmi Pertamina untuk mendapatkan harga sesuai harga eceran tertinggi (HET) berdasarkan SK Bupati, yakni Rp 16.000 per tabung.

“Bagi pangkalan yang menjual di atas HET,  Pertamina tidak ragu untuk memberikan sanksi mulai dari sanksi administratif hingga PHU atau pemutusan hubungan usaha kepada Agen dan Pangkalan,” tegas Dewi.

BACA YUK:  Little Star, Salah Satu Klinik dengan Layanan Tumbuh Kembang Anak Terbaik di Kota Cirebon

Selain itu, pihaknya mendorong kepada masyarakat mampu untuk membeli LPG non subsidi yaitu Bright Gas 5,5 KG dan 12 KG.

“Karena, LPG Subsidi 3 KG sebenarnya diperuntukkan masyarakat kategori pra sejahtera atau usaha mikro seperti tertuang pada Peraturan Menteri ESDM No. 26 Tahun 2009 Pasal 20 ayat (2) tentang Penyediaan dan Pendistribusian LPG subsidi,” jelas Dewi.

Sementara itu pengguna LPG Non Subsidi dapat memperolehnya di berbagai outlet dan minimarket, atau layanan pesan antar di Contact Center Pertamina 135.

BACA YUK:  Praktisi Sebut Laju Pertumbuhan Media Sosial Lebihi Tingkat Populasi Penduduk Indonesia, Manfaatkan!

Lanjut Dewi, masyarakat untuk senantiasa menjaga keamanan pemasangan dan penggunaan LPG. Pemakaian LPG yang aman diantaranya menggunakan perangkat pendukung seperti kompor, selang dan regulator SNI, serta memperhatikan tempat penyimpanan tabung LPG.

“Faktor kelalaian maupun musim kemarau bisa menjadi penyebab LPG tidak aman. Kami berharap masyarakat untuk saling mengingatkan dan menjaga agar tidak terjadi, baik di lingkungan tempat tinggal kita maupun di lingkungan kerja,” tutupnya. (AC212)

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *