Rabu, 14 April 2021

Pertamina Dampingi Mitra Binaan Go-Internasional, Kini Batik Cirebon Dikenal Mancanegara

Populer

Di Depan Toko Karomah Anak, Para Pedagang Kecil itu Berjuang Melawan Pandemi⁣⁣

⁣Cirebon,- Jam hampir menunjukkan pukul 10.00 pagi, laki-laki separuh baya itu tampak bergegas mendorong gerobak Es Cendol Bandung menuju...

Alun-Alun Kejaksan Cirebon Baru Soft Opening, ini Fasilitasnya

Cirebon,- Alun-alun Kejaksan Kota Cirebon dan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Cirebon resmi diluncurkan, Senin (12/4/2021). Soft launching tersebut...

Berawal dari Marketing Hotel, Rintis Usaha Baru di Bidang Kuliner⁣

Cirebon,- Mengawali usaha dari nol merupakan suatu tantangan tersendiri bagi Siti Mutmainah . Setelah bertahun-tahun lamanya berkarir di dunia...

Aston Cirebon Hotel Kembali Hadirkan Kampoeng Ramadhan

Cirebon,- Setelah tahun lalu tidak menghadirkan Kampoeng Ramadhan, tahun ini Aston Cirebon Hotel & Convention Center kembali menghadirkan Kampoeng...

Selama Dua Minggu, Naik BRT Trans Cirebon Gratis

Cirebon,- Bus Rapid Transit (BRT) Trans Cirebon resmi diluncurkan bersamaan dengan Soft Opening Alun-alun Kejaksan, Kota Cirebon, Senin (12/4/2021). Selama...

Cirebon,- Potensi sumber daya baik alam, manusia, maupun kebudayaan melimpah ruah di Indonesia. Melihat potensi itu, Pertamina melalui Program Kemitraan berupaya mendampingi pengolah sumber daya dari kalangan usaha kecil dan menengah (UKM) agar dapat tumbuh dan berkembang.

Hingga akhirnya bisa naik kelas dan membawa nama Indonesia di kancah dunia. Salah satu mitra binaan yang telah merasakan manfaat pendampingan dari Pertamina tersebut adalah Efi Utayati.

Pemilik UKM Batik Adifta khas Cirebon ini mendapat kesempatan untuk pameran di luar negeri. Pada tahun 2018 lalu dapat kesempatan pameran pada ajang Indonesia Festival di Bangladesh.

Loading...

“Dari sekitar 2 koper besar kain batik yang dibawa, di sana laku keras dan menyisakan 2 helai saja yang dibawa pulang,” cerita Efi Utayati, Rabu (17/02/2021).

BACA YUK:  Saung Kopi Gowes Akan Kembangkan Wisata Sawah⁣

Tak hanya itu, Adifta Batik juga mendapat pelatihan dari Pertamina, terutama terkait pemasaran produk. Mulai dari pelatihan ekspor impor sampai teknik pemasaran digital. Efeknya sangat membanggakan , produk-produk Adifta Batik kian dikenal dalam lingkup yang lebih besar.

“Setelah diikutkan pameran di dalam dan luar negeri oleh Pertamina ya alhamdulillah sekarang pemasarannya lebih luas,” tutur Efi.

Cerita lama, yang mana Efi harus menawarkan produk batiknya dari toko ke toko di Tanah Abang pun kini sudah terlewati. Saat ini pemasarannya pun tidak sebatas hanya di Tanah Abang maupun dalam negeri, melainkan sudah menjangkau beberapa negara di dunia.

Seperti Belanda, Singapura, Malaysia, Jepang, Qatar, China, dan beberapa negara Asia lainnya. Pemasaran di luar negeri ini juga menjadi salah satu upaya Efi untuk melestarikan warisan budaya batik hingga ke mancanegara. Utamanya batik khas Cirebon dengan motif Mega Mendung, Taman Teratai, Mataharian dan motif khas lainnya.

BACA YUK:  Pastikan Ibadah Jumat Agung Kondusif, Kapolresta Cirebon Monitoring Gereja Bersama Forkopimda

Berkat ketekunan usaha yang dilakoni serta dukungan dari Pertamina, Efi mampu meningkatkan pendapatannya berkali lipat. Ia mengaku, sebelum menjadi binaan Pertamina, omzet usahanya sebesar Rp 15 juta per bulan. Namun setelah menjadi binaan Pertamina, omzet per bulannya kini naik hingga 3 kali lipat.

Dengan peningkatan itu, ia imbangi dengan penambahan jumlah pekerja. Dari semula hanya beberapa orang saja, kini sudah ada sekitar 15 karyawan yang senantiasa membantu usahanya.

Hal ini menjadi salah satu penerapan ESG dibidang sosial, sebab para pekerja tersebut merupakan tetangga sekitar rumahnya di Desa Kalitengah, Blok Kebagusan, Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon yang membutuhkan pekerjaan.

Unit Manager Communication Relations & CSR Pertamina Pemasaran Regional Jawa Bagian Barat, Eko Kristiawan menambahkan Pertamina akan terus mendukung pengembangan produk-produk kebudayaan lokal agar bisa mendunia. Apalagi batik sendiri kini sudah menjadi warisan budaya dunia.

“Semua ini harus kita jaga dengan cara melestarikan perajin batik dan membantu mereka agar tetap bertahan dan berkembang salah satunya untuk mengimplementasikan SDGs point 8” pungkasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Selama Ramadan, Hotel Santika Cirebon Hadirkan Program Pawon Ramadan

Cirebon,- Bulan suci Ramadan kembali menyapa kaum muslim di seluruh dunia, Hotel Santika Cirebon pun tak ketinggalan untuk menyemarakkan...

Bulan Ramadhan, Ini Kesiapan Pertamina Amankan Pasokan Energi

Cirebon,- Memasuki Bulan Suci Ramadhan 2021, PT Pertamina (Persero) melalui Pemasaran Regional Jawa Bagian Barat memastikan kesiapan pasokan BBM, LPG, dan avtur di wilayah...

Sambut Ramadan, Insan Perhotelan di Cirebon Lakukan Bersih-bersih Masjid

Cirebon,- Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) dan Perhimpunan Hotel & Restaurant Indonesia (PHRI) Cirebon bersama dengan ACT melakukan kegiatan ‘Bersih-bersih Masjid’. Program ini...

Konsisten dan Semangat Jalani Usaha akan Membuahkan Hasil⁣

Cirebon,- Menjadi pengusaha adalah jalan yang ditempuh oleh pasangan Mila Wijayanti dan Syahrizal Rizal. Keduanya memiliki berbagai usaha, mulai dari rental mobil, durian gembol,...

More Articles Like This