Sabtu, 18 September 2021

Pertamina Dampingi Mitra Binaan Go-Internasional, Kini Batik Cirebon Dikenal Mancanegara

Populer

Fenomena Ribuan Burung Pipit Mati di Bali, Terjadi Juga di Cirebon

Cirebon,- Setelah beberapa hari lalu terjadi di Pulau Bali, fenomena burung mati mendadak terjadi di Kota Cirebon. Ribuan Burung...

Tujuh Kecamatan di Kabupaten Cirebon Disurvei PT Pertamina Hulu Energi

Cirebon,- Kabupaten Cirebon dijadikan sebagai lokasi penelitian pencitraan lapisan dan struktur melalui survei kebumian dimensi vibroseis sub vulkanik Jawa...

Pemerintah Izinkan Bioskop di PPKM Level 3 dan Level 2 Dibuka, Tapi Ada Syaratnya

Jakarta,- Pemerintah akhirnya mengizinkan bioskop beroperasi di Jawa dan Bali. Hal ini diungkapkan oleh Koordinator PPKM Jawa dan Bali Luhut...

Kota Cirebon Siapkan Jalur Khusus Sepeda, Dishub Segera Uji Coba

Cirebon,- Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mulai menyiapkan uji coba pemberlakuan jalur khusus sepeda di...

Sample Burung Pipit Mati Mendadak di Balaikota Cirebon akan Dites dengan Metode PCR

Cirebon,- Tim medis veteriner dari Lab Kesehatan Masyarakat Veteriner Provinsi dan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota...

Cirebon,- Potensi sumber daya baik alam, manusia, maupun kebudayaan melimpah ruah di Indonesia. Melihat potensi itu, Pertamina melalui Program Kemitraan berupaya mendampingi pengolah sumber daya dari kalangan usaha kecil dan menengah (UKM) agar dapat tumbuh dan berkembang.

Hingga akhirnya bisa naik kelas dan membawa nama Indonesia di kancah dunia. Salah satu mitra binaan yang telah merasakan manfaat pendampingan dari Pertamina tersebut adalah Efi Utayati.

Pemilik UKM Batik Adifta khas Cirebon ini mendapat kesempatan untuk pameran di luar negeri. Pada tahun 2018 lalu dapat kesempatan pameran pada ajang Indonesia Festival di Bangladesh.

Loading...

“Dari sekitar 2 koper besar kain batik yang dibawa, di sana laku keras dan menyisakan 2 helai saja yang dibawa pulang,” cerita Efi Utayati, Rabu (17/02/2021).

BACA YUK:  Wakil Wali Kota Minta Pengusaha Muda Bersinergi Majukan Perekonomian di Kota Cirebon

Tak hanya itu, Adifta Batik juga mendapat pelatihan dari Pertamina, terutama terkait pemasaran produk. Mulai dari pelatihan ekspor impor sampai teknik pemasaran digital. Efeknya sangat membanggakan , produk-produk Adifta Batik kian dikenal dalam lingkup yang lebih besar.

“Setelah diikutkan pameran di dalam dan luar negeri oleh Pertamina ya alhamdulillah sekarang pemasarannya lebih luas,” tutur Efi.

Cerita lama, yang mana Efi harus menawarkan produk batiknya dari toko ke toko di Tanah Abang pun kini sudah terlewati. Saat ini pemasarannya pun tidak sebatas hanya di Tanah Abang maupun dalam negeri, melainkan sudah menjangkau beberapa negara di dunia.

Seperti Belanda, Singapura, Malaysia, Jepang, Qatar, China, dan beberapa negara Asia lainnya. Pemasaran di luar negeri ini juga menjadi salah satu upaya Efi untuk melestarikan warisan budaya batik hingga ke mancanegara. Utamanya batik khas Cirebon dengan motif Mega Mendung, Taman Teratai, Mataharian dan motif khas lainnya.

BACA YUK:  Aplikasi WhatsApp Mulai 1 November Tidak Dapat Digunakan Lagi di HP Android dan iPhone, ini Daftarnya

Berkat ketekunan usaha yang dilakoni serta dukungan dari Pertamina, Efi mampu meningkatkan pendapatannya berkali lipat. Ia mengaku, sebelum menjadi binaan Pertamina, omzet usahanya sebesar Rp 15 juta per bulan. Namun setelah menjadi binaan Pertamina, omzet per bulannya kini naik hingga 3 kali lipat.

Dengan peningkatan itu, ia imbangi dengan penambahan jumlah pekerja. Dari semula hanya beberapa orang saja, kini sudah ada sekitar 15 karyawan yang senantiasa membantu usahanya.

Hal ini menjadi salah satu penerapan ESG dibidang sosial, sebab para pekerja tersebut merupakan tetangga sekitar rumahnya di Desa Kalitengah, Blok Kebagusan, Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon yang membutuhkan pekerjaan.

Unit Manager Communication Relations & CSR Pertamina Pemasaran Regional Jawa Bagian Barat, Eko Kristiawan menambahkan Pertamina akan terus mendukung pengembangan produk-produk kebudayaan lokal agar bisa mendunia. Apalagi batik sendiri kini sudah menjadi warisan budaya dunia.

“Semua ini harus kita jaga dengan cara melestarikan perajin batik dan membantu mereka agar tetap bertahan dan berkembang salah satunya untuk mengimplementasikan SDGs point 8” pungkasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

RajaBackLink.com

Latest News

Revitalisasi Mangrove Pesisir Utara Jawa Perlu Dilakukan Bersama-sama

Cirebon,- Fungsi ekosistem mangrove di Pesisir Utara tidak hanya berhenti pada gerakan penanaman mangrove saja. Harus ditindaklanjuti dengan gerakan...

Dua Pengusaha Pengadaan Makanan Nakes, Minta Rekanan Kemenkes Segera Lunasi Tagihan Pembayaran

Cirebon,- Dua pengusaha minta rekanan Kementerian Kesehatan untuk segera membayar kekurangan tagihan pembayaran. Surat pernyataan yang ditandatangani tak kunjung dipatuhi. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun,...

Saat Uji Coba di Jalan Siliwangi Kota Cirebon, Petugas Masih Menemukan Kendaraan Parkir di Jalur Sepeda

Cirebon,- Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon mulai melakukan uji coba jalur khusus sepeda di sepanjang Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Jumat (17/9/2021). Uji coba jalur...

Lewat Desa Wisata Pantai Tirta Ayu, Pertamina Bantu Gerakkan Ekonomi Desa di Masa Pandemi

Indramayu,- Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat secara bertahap menghidupkan kembali potensi pariwisata di Desa Balongan, Indramayu. Melalui program DERMAYU atau Desa Wisata...

More Articles Like This