Perjalanan Pak Ahmad dari Desa ke Desa Bersama Sepeda Ontel dan Kerupuknya

0
70

Cirebon,- Pak Ahmad, begitu biasa ia disapa. Kerupuk yang dibawakan olehnya merupakan dagangan yang biasa dijajakan kepada pelanggannya. Bisa ke pemilik warung atau konsumen langsung yang membeli. 

Jam 11.00 WIB, Pak Ahmad sudah siap menunggu di rumah si pemilik kerupuk di daerah Majasem. Masih hangat (karena baru digoreng) kerupuk tersebut sudah bergegas dibawa oleh Pak Ahmad sekitar pukul 12.00 WIB untuk dijualnya. 

Aston Hotel

Ditemani sepeda ontel, tumpukan kerupuk dibawanya dengan jumlah yang cukup banyak. Dalam sehari pak Ahmad mendapatkan uang Rp200 ribu. 

“Dagang unggal dinten meunang artos Rp200 ribu, kangge bapaknya Rp50 ribu, Alhamdulillah,” ungkap pak Ahmad siang itu. (Dagang setiap hari, dapat uang Rp200 ribu, buat bapak Rp50 ribu, Alhamdulillah).

Meski kerupuk dibilang enteng, tapi tak seenteng saat menjualnya. Pak Ahmad berkeliling desa ke desa dari mulai Talun hingga ke arah Sumber Kabupaten Cirebon. Terkadang sepeda ontelnya harus didorong saat melewati tanjakan menuju Talun. Siang terik ataupun hujan tetap dilaluinya.

Istana Kerang

“Awit kaluar dagang ti siang, dugi ka bumi tabuh 8 wengi,” imbuhnya. (Awal keluar dagang dari siang, sampai ke rumah jam 8 malam).

Berjam-jam pak Ahmad berjualan, mengais rejeki untuk anak dan istrinya. Demi sebuah kebutuhan dia lakoni hari demi hari. Tak peduli cuaca sepanas apapun, bahkan hujan sederas apapun. Sesekali dia berteduh dan mengumpulkan tenaga demi melanjutkan langkahnya dan kayuhan sepedanya menelusuri jalan. 

Ontel tersebut selalu setia menemani Pak Ahmad. Pria yang tak lagi muda ini murah senyum dan tutur katanya halus. Topi yang dikenakan pun dipakainya untuk mengurangi teriknya matahari. Meski sesekali ia gunakan untuk mengipas-ngipas tubuhnya dari rasa gerah. (AC560)