Peringati Hari Tani, Yayasan Wangsakerta Dorong Perhatian Pemerintah Lakukan Regenerasi Petani

Cirebon,- Dalam rangka memperingati Hari Tani, Yayasan Wangsakerta bekerja sama dengan Prodi Sosiologi Agama IAIN Syekh Nur Jati Cirebon mengadakan sarasehan bersama para petani Dusun Karangdawa, Desa Setu Patok, Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon, Rabu (28/9/2022).

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Camat Mundu, Anwar Sadat, Kepala Prodi Sosiologi Agama beserta dosen dan para mahasiswa, serta perangkat Dusun Karangdawa.

Dalam kesempatan ini perwakilan dari Wangsakerta, Farida Mahri memaparkan hasil pemetaan tematik pertanian di Dusun Karangdawa, yang dilakukan olah anak-anak muda. Kemudian, dilanjutkan oleh pemaparan kebijakan pemerintah terkait pertanian oleh Kepala Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Mundu Nurdiati, S.Pt..

BACA YUK:  Resesi Global: Kesempatan atau Ancaman?

“Dari pertemuan ini diharapkan para petani mendapatkan penjelasan terkait subsidi pupuk dan program pemerintah lainnya,” ujar Farida kepada About Cirebon melalui pesan singkat, Kamis (29/9/2022).

Selama ini, kata Farida, petani Karangdawa seperti luput dari perhatian pemerintah. Para petani penggarap di lahan pinggiran danau Setu Patok yang sebagian besar sudah berusia senja 60 tahun ke atas, hanya mengandalkan nasib untuk bisa merasakan panen.

“Secara turun temurun, warga Dusun Karangdawa sudah menjadi penggarap lahan di pinggiran danau Setu Patok, namun beratnya pekerjaan petani tradisional serta rentan gagal panen ini semakin tidak menarik minat anak-anak muda Karangdawa untuk bertani,” kata Farida.

BACA YUK:  Bangkitkan Kreativitas dan Kembangkan Potensi Anak, POSES Gelar Lomba Ini Loh!

Berdasarkan hasil pemetaan, menurut Farida, hanya ada 36 keluarga petani di dusun dari 711 KK yang tinggal di dusun. Dengan terselenggaranya acara ini, pihaknya berharap adanya perhatian pemerintah terhadap petani Karangdawa dan juga turut mendorong regenerasi petani.

Dalam pertemuan tersebut sempat mengangkat isu lainnya yang sedikit dibicarakan, seperti di kawasan danau Setu Patok ini. Menurutnya kawasan tersebut adalah konservasi lingkungan untuk memelihara ekosistem di seputar danau yang belum mendapat perhatian serius.

“Karena ada dua desa yang mengandalkan kehidupannya dari Danau Setu Patok, yakni Desa Sinarancang dan Desa Setu patok,” pungkasnya. (HSY)

BACA YUK:  Tinjau Lokasi Kebakaran, Gubernur Ridwan Kamil Ingatkan Pelayanan Publik Tetap Berjalan

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *