Sabtu, 4 Desember 2021

Perda Kawasan Tanpa Rokok di Kota Cirebon Mulai Berlaku 25 September 2016

Populer

Pria Asal Cirebon ini Sukses Menjadi Importir Ikan Koi

Cirebon,- Pehobi ikan koi asal Cirebon, Jawa Barat berhasil menjadi dealer koi import ternama di kancah dunia perkoian nusantara....

Geubrina Cafe Aceh, Kuliner Aceh Terlengkap di Kota Cirebon dan ini Promonya di Bulan Desember

Cirebon,- Aceh memiliki beragam kuliner yang khas untuk bisa dinikmati bagi para pecinta kuliner. Di Cirebon, terdapat kafe atau...

Barisa Cafe Usung Konsep Pantai Lengkap dengan Pasirnya

Cirebon,- Jika kamu rindu dengan suasana pantai di Bali, kafe ini menghadirkan konsep dengan suasana pantai. Namanya Barisa Cafe,...

Kearifan Lokal Kerajinan Gerabah di Blok Posong Arjawinangun, Cirebon Terancam Hilang, Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Cirebon,- Desa Arjawinangun Kecamatan Arjawinangun terletak di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Secara kontur, letak permukaan tanah adalah datar...

Little Black Coffee and Tea Buka Cabang Baru, Hadirkan Konsep Collab Space

Cirebon,- Little Black Coffee and Tea kini melebarkan sayapnya dengan membuka cabang yang kedua untuk para pecinta kopi di...

Cirebon, 9 September 2016,- Kurungan 30 hari atau denda Rp 10 juta menanti para pelanggar Perda Kawasan Tanpa Rokok Nomor 8/2015, yang mulai berlaku efektif 25 September mendatang.

Ancaman sanksi pidana tersebut bakal diterima bagi pelanggar yang menjadi penanggungjawab atau pimpinan institusi, yang melakukan pelanggaran diantaranya, tidak melakukan himbauan tidak merokok, menegur langsung perokok, memproduksi, menjual, mengiklankan atau mempromosikan rokok di lingkungan institusinya.

Sebelum vonis pengadilan dijatuhkan, ada pembebanan biaya paksa penegakan hukum sebesar Rp 5 juta.

Loading...

Menurut Kabid Penegakan dan PPNS pada Satpol PP Kota Cirebon Buntoro Tirto, ada tiga ketentuan pidana yang dijatuhkan bagi pelanggar Perda KTR. “Ancaman sanksi pidana kurungan 30 hari atau denda Rp 10 juta, diterapkan kepada pelanggar yang menjadi penanggungjawab atau pimpinan institusi,” katanya seusai sosialisasi Perda KTR di ruang Adipura Balaikota Cirebon, Kamis (8/9/2016).

BACA YUK:  Goa Sunyaragi Akan Kembali Gelar Pertunjukan Seni Gratis Bagi Wisatawan

Sedangkan bagi pelanggar dari kalangan produsen, penjual, pengiklan dan promotor, ancaman hukuman kurangan 30 hari atau denda Rp 5 juta, dengan pembebanan biaya paksa penegakan hukum sebesar Rp 2,5 juta atau penahanan sementara KTP.

“Sedangkan bagi perokok, sanksi pidana kurungan tiga hari atau denda Rp 100 ribu, dan pembebanan biaya paksa penegakan hukum sebesar Rp 50 ribu,” katanya.

Menurutnya, sanksi bagi pimpinan atau penanggungjawab memang lebih berat. Ada sejumlah kewajiban yang harus dilakukan pimpinan atau penanggungjawab, diantaranya wajib memasang pengumuman dan tanda larangan kegiatan produksi, penjualan, iklan, promosi dan penggunaan rokok di institusinya yang masuk KTR.

“Pengumuman wajib dipasang di pintu masuk dan lokasi yang pencahayaan cukup serta mudah terlihat dan terbaca,” katanya.

Pimpinan juga diharuskan tidak menyediakan asbak dan sejenisnya untuk kegiatan merokok di kawasan tanpa rokok. Dikatakannya, kawasan tanpa rokok meliputi fasilitas pelayanana kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja dan tempat umum lain yang ditetapkan.

BACA YUK:  Ikuti Pemerintah Pusat, Kota Cirebon Terapkan PPKM Level 3 Saat Natal dan Tahun Baru

Dia menjelaskan, Perda KTR bukan melarang kegiatan merokok sama sekali, tetapi hanya mengatur kegiatan merokok di kawasan yang sudah ditentukan.

Dalam upaya penegakan Perda ini, katanya, setiap institusi akan dibentuk pengawas. Nantinya, akan dibentuk juga tim keliling dan posko persidangan, yang akan langsung menyidangkan pelanggaran.

“Kami juga akan bekerja sama dengan polisi, terutama upaya penegakan Perda di dalam angkutan kota yang dilakukan sopir angkot. Nanti sopir yang ketahuan merokok, juga bakal kena tilang,” katanya.

Kabag Hukum Pemkot Cirebon Yuyun Sriwahyuni memaparkan, Perda Nomor 8/2015 tentang Kawasan Tanpa Rokok bakal mulai berlaku efektif mulai 25 September 2016.

“Begitu berlaku efektif, upaya penegakan hukum juga akan diberlakukan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon Edi Sugiarto, mengungkapkan, perda tersebut akan memberikan jaminan perolehan lingkungan udara yang bersih dan sehat bagi masyarakat.

Sebagai dukungan pemberlakuan perda tersebut, katanya, di sejumlah puskesmas akan disediakan klinik konseling, bagi yang ingin berhenti merokok. (Humas Pemkot Cirebon)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Tertimpa Pohon Tumbang, Mobil di Jalan Sutomo Kota Cirebon Rusak Parah

Cirebon,- Hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Cirebon dan sekitarnya sejak Jumat (3/12) hingga Sabtu (4/12) dini hari....

Gelar Lomba Kreasi Nasi Goreng, RS Sumber Kasih Ingin Edukasi Makanan Sehat

Cirebon,- Setelah menggelar kegiatan olahraga, Rumah Sakit Sumber Kasih kembali menggelar kegiatan bersama mitra. Kali ini, RS Sumber Kasih menggelar lomba kreasi nasi goreng. Kegiatan...

Mengenal Metode ERACS yang Dijalankan Nagita Slavina, ini Penjelasan dr. Yasmin Dermawan

Cirebon,- Nagita Slavina baru saja melahirkan putra keduanya beberapa hari lalu dengan proses operasi sesar. Namun, setelah menjalani operasi cesar, Gigi panggilan Nagita sudah...

Akibat Hujan Deras dan Angin Kencang, Puluhan Pohon Tumbang di Kota Cirebon

Cirebon,- Hujan deras dengan angin kencang melanda wilayah Cirebon dan sekitarnya pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari, (4/12/2021). Akibatnya, banyak pohon tumbang dan...

More Articles Like This