Sabtu, 19 Oktober 2019

Pentingnya Kurikulum Sebagai Pendidikan Moral untuk Meningkatkan Nilai Mandiri di Pendidikan Dasar

Populer

Mahasiswa UPH Berikan Pelatihan di Desa Wisata Gerabah Sitiwinangun

Cirebon,- Guna mendukung pengembangan desa wisata, Universitas Pelita Harapan (UPH) memberikan pelatihan kepada masyarakat di Desa Sitiwinangun, Kecamatan Jamblang,...

Tim Densus 88 Amankan Seorang Terduga Teroris Di Kota Cirebon

Cirebon,- Tim Densus 88 Anti Teror mengamankan seorang terduga teroris di Kelurahan Panjunan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Minggu (13/10/2019)...

Tim Densus 88 Anti Teror Kembali Tangkap Terduga Teroris di Kota Cirebon

Cirebon,- Tim Densus 88 Anti Teror kembali mengamankan seorang terduga teroris di wilayah hukum Polres Cirebon Kota, Senin (14/10/2019)...

Densus 88 Temukan Bahan Untuk Bom Racun Kimia di Cirebon

Cirebon - Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri terus melakukan gerilya memberantas jaringan teroris di wilayah Cirebon Jawa Barat....

Puluhan Peserta Dari Berbagai Daerah Ikuti Kejuaran Nasional Cirebon Brewers Championship 2019

Cirebon,- Puluhan peserta dari berbagai daerah mengikuti Cirebon Brewers Championship #CBrC2019 yang diselenggarakan oleh Cirebon Coffee Event, Sabtu (12/10/2019). Event...

Perkembangan pendidikan diiringi dengan perkembangan zaman yang semakin pesat. Oleh karenanya perkembangan zaman yang semakin canggih dapat membantu kinerja pendidikan masa kini, sebagai contoh salah satunya yaitu kecanggihan teknologi. Kecanggihan tekhnologi ini memiliki dampak positif dan negatif.
Dampak positif yang didapatkan oleh peserta didik adalah peserta didik mampu mendapatkan informasi secara cepat dan luas sehingga wawasan yang didapat peserta didik tidak hanya di daerahnya saja tetapi peserta didik mampu menguasai informasi secara global. Sedangkan dampak negatif yang didapat adalah peserta didik kurang peka terhadap kehidupan sosial, dan masih banyak lagi dampak akibat kecanggihan teknologi masa kini.

Pada masa kini pendidikan mengalami kemerosotan moral. Ada dua faktor yang mempengaruhi kemerosotan moral pada peserta didik. Pertama faktor internal, dalam faktor internal yang mempengaruhi adalah keluarga, salah satu contoh yaitu perceraian dalam keluarga yang dapat mempengaruhi kondisi psikis peserta didik sehingga banyak peserta didik yang memberontak saat sekolah. Kemudian ada faktor internal, faktor internal berasal dari luar seperti lingkungan, teman sepermainan dan lain sebagainya.

Faktor lingkungan yang buruk dapat merusak perkembangan peserta didik. Salah satu contohnya adalah siswa SD yang sudah berani melakukan perkelahian hingga terluka bahkan ada yang sampai meninggal. Misalnya: kasus perkelahian SD Kilensari Situbondo yang menirukan adegan SmackDown mengalami patah tulang kaki. Dari kasus tersebut berarti bahwa anak menirukan hal yang mereka lihat, khususnya tayangan yang ada di media elektronik.

Menurut Lickona (1992: 51) mengatakan bahwa karakter yang baik atau good charakter terdiri atas proses psikologis knowung the good, desiring teh good, dan doing teh good- habit of the mind, habit of the heart, and habit of action. Ketiganya adalah proses psikologis yang bermuara pada kehidupan moral dan kematangan moral individu.

Dari kasus di atas dapat dilihat bahwa kepribadian, pendidikan seharusnya memperhatikan moral dan mental peserta didik. Karena pada dasarnya tujuan pendidikan mengembangkan potensi yang ada pada peserta didik agar menjadi manusia yang memiliki akal, budi pekerti, berilmu, cakap dan memiliki rasa bertanggung jawab. Dengan munculnya kasus-kasus yang terjadi pada siswa sekolah dasar, tentu menjadi kendala dalam dunia pendidikan.

Kurangnya kurikulum pendidikan moral dapat mempengaruhi perilaku dan sikap peserta didik, sehingga apabila peserta tidak memiliki moral yang baik maka dunia pendidikan akan mengalami krisis moral pada anak. Maka dari itu seharusnya pendidikan moral sudah ditanamkan kepada peserta didik sejak dini, agar sebagai antisipasi terjadinya tindakan-tindakan yang tidak diinginkan. Dengan moral yang terdidik sejak dini, otak yang cerdas dan kepribadian yang baik akan menghasilkan peserta didik yang bermoral baik.

Penulis : Asih Niarsih
(PGSD Universitas Kuningan Semester 5)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Enam Bulan Dipantau, Kapolres Cirebon Raih Penghargaan Dari Lembaga Kajian Strategi Kepolisian Indonesia

Cirebon,- Kapolres Cirebon AKBP Suhermanto mendapat penghargaan dari Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi), Kamis (17/10/19) malam. Penyerahan penghargaan tersebut...

Meningkatkan Kualitas Peliputan Wartawan, Dewan Pers Gelar Workshop di Cirebon

Cirebon,- Pemilu Legislatif serta Pemilu Presiden & Wakil Presiden tahun 2019 telah dilaksanakan pada 17 April 2019. Hasil pemilu yang telah ditetapkan KPU, merupakan...

Peringati HUT TNI ke-74 dan Hari Santri Nasional, Kabupaten Cirebon Gelar Doa Untuk Negeri

Cirebon,- Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) TNI ke-74 dan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2019, Pemerintah Kabupaten Cirebon bersama TNI-Polri, pesantren dan...

Densus 88 Temukan Bahan Untuk Bom Racun Kimia di Cirebon

Cirebon - Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri terus melakukan gerilya memberantas jaringan teroris di wilayah Cirebon Jawa Barat. Terbaru, Tim Densus menangkap 2...

Driver Ojol Asal Cirebon Dapat Skuter Vespa dari Program Undian Smartfren WOW

Cirebon,- Raut muka bahagia terpancar dari wajah Sucipto Kusumo, warga asal Blok Petapean RT/RW 016/006 Palimanan Timur, Kabupaten Cirebon.Pasalnya, Sucipto tengah berbahagia bisa membawa...

More Articles Like This