Sabtu, 18 September 2021

Pentingnya Kurikulum Sebagai Pendidikan Moral untuk Meningkatkan Nilai Mandiri di Pendidikan Dasar

Populer

Fenomena Ribuan Burung Pipit Mati di Bali, Terjadi Juga di Cirebon

Cirebon,- Setelah beberapa hari lalu terjadi di Pulau Bali, fenomena burung mati mendadak terjadi di Kota Cirebon. Ribuan Burung...

Tujuh Kecamatan di Kabupaten Cirebon Disurvei PT Pertamina Hulu Energi

Cirebon,- Kabupaten Cirebon dijadikan sebagai lokasi penelitian pencitraan lapisan dan struktur melalui survei kebumian dimensi vibroseis sub vulkanik Jawa...

Pemerintah Izinkan Bioskop di PPKM Level 3 dan Level 2 Dibuka, Tapi Ada Syaratnya

Jakarta,- Pemerintah akhirnya mengizinkan bioskop beroperasi di Jawa dan Bali. Hal ini diungkapkan oleh Koordinator PPKM Jawa dan Bali Luhut...

Kota Cirebon Siapkan Jalur Khusus Sepeda, Dishub Segera Uji Coba

Cirebon,- Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mulai menyiapkan uji coba pemberlakuan jalur khusus sepeda di...

Sample Burung Pipit Mati Mendadak di Balaikota Cirebon akan Dites dengan Metode PCR

Cirebon,- Tim medis veteriner dari Lab Kesehatan Masyarakat Veteriner Provinsi dan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota...

Perkembangan pendidikan diiringi dengan perkembangan zaman yang semakin pesat. Oleh karenanya perkembangan zaman yang semakin canggih dapat membantu kinerja pendidikan masa kini, sebagai contoh salah satunya yaitu kecanggihan teknologi. Kecanggihan tekhnologi ini memiliki dampak positif dan negatif.
Dampak positif yang didapatkan oleh peserta didik adalah peserta didik mampu mendapatkan informasi secara cepat dan luas sehingga wawasan yang didapat peserta didik tidak hanya di daerahnya saja tetapi peserta didik mampu menguasai informasi secara global. Sedangkan dampak negatif yang didapat adalah peserta didik kurang peka terhadap kehidupan sosial, dan masih banyak lagi dampak akibat kecanggihan teknologi masa kini.

Pada masa kini pendidikan mengalami kemerosotan moral. Ada dua faktor yang mempengaruhi kemerosotan moral pada peserta didik. Pertama faktor internal, dalam faktor internal yang mempengaruhi adalah keluarga, salah satu contoh yaitu perceraian dalam keluarga yang dapat mempengaruhi kondisi psikis peserta didik sehingga banyak peserta didik yang memberontak saat sekolah. Kemudian ada faktor internal, faktor internal berasal dari luar seperti lingkungan, teman sepermainan dan lain sebagainya.

BACA YUK:  Stok Vaksin Menipis, Pemkot Cirebon Ajukan Penambahan Vaksin

Faktor lingkungan yang buruk dapat merusak perkembangan peserta didik. Salah satu contohnya adalah siswa SD yang sudah berani melakukan perkelahian hingga terluka bahkan ada yang sampai meninggal. Misalnya: kasus perkelahian SD Kilensari Situbondo yang menirukan adegan SmackDown mengalami patah tulang kaki. Dari kasus tersebut berarti bahwa anak menirukan hal yang mereka lihat, khususnya tayangan yang ada di media elektronik.

Loading...

Menurut Lickona (1992: 51) mengatakan bahwa karakter yang baik atau good charakter terdiri atas proses psikologis knowung the good, desiring teh good, dan doing teh good- habit of the mind, habit of the heart, and habit of action. Ketiganya adalah proses psikologis yang bermuara pada kehidupan moral dan kematangan moral individu.

BACA YUK:  Stok Vaksin Menipis, Pemkot Cirebon Ajukan Penambahan Vaksin

Dari kasus di atas dapat dilihat bahwa kepribadian, pendidikan seharusnya memperhatikan moral dan mental peserta didik. Karena pada dasarnya tujuan pendidikan mengembangkan potensi yang ada pada peserta didik agar menjadi manusia yang memiliki akal, budi pekerti, berilmu, cakap dan memiliki rasa bertanggung jawab. Dengan munculnya kasus-kasus yang terjadi pada siswa sekolah dasar, tentu menjadi kendala dalam dunia pendidikan.

Kurangnya kurikulum pendidikan moral dapat mempengaruhi perilaku dan sikap peserta didik, sehingga apabila peserta tidak memiliki moral yang baik maka dunia pendidikan akan mengalami krisis moral pada anak. Maka dari itu seharusnya pendidikan moral sudah ditanamkan kepada peserta didik sejak dini, agar sebagai antisipasi terjadinya tindakan-tindakan yang tidak diinginkan. Dengan moral yang terdidik sejak dini, otak yang cerdas dan kepribadian yang baik akan menghasilkan peserta didik yang bermoral baik.

Penulis : Asih Niarsih
(PGSD Universitas Kuningan Semester 5)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

RajaBackLink.com

Latest News

Revitalisasi Mangrove Pesisir Utara Jawa Perlu Dilakukan Bersama-sama

Cirebon,- Fungsi ekosistem mangrove di Pesisir Utara tidak hanya berhenti pada gerakan penanaman mangrove saja. Harus ditindaklanjuti dengan gerakan...

Dua Pengusaha Pengadaan Makanan Nakes, Minta Rekanan Kemenkes Segera Lunasi Tagihan Pembayaran

Cirebon,- Dua pengusaha minta rekanan Kementerian Kesehatan untuk segera membayar kekurangan tagihan pembayaran. Surat pernyataan yang ditandatangani tak kunjung dipatuhi. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun,...

Saat Uji Coba di Jalan Siliwangi Kota Cirebon, Petugas Masih Menemukan Kendaraan Parkir di Jalur Sepeda

Cirebon,- Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon mulai melakukan uji coba jalur khusus sepeda di sepanjang Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Jumat (17/9/2021). Uji coba jalur...

Lewat Desa Wisata Pantai Tirta Ayu, Pertamina Bantu Gerakkan Ekonomi Desa di Masa Pandemi

Indramayu,- Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat secara bertahap menghidupkan kembali potensi pariwisata di Desa Balongan, Indramayu. Melalui program DERMAYU atau Desa Wisata...

More Articles Like This