Minggu, 25 Agustus 2019

Pentingnya Kurikulum Sebagai Pendidikan Moral untuk Meningkatkan Nilai Mandiri di Pendidikan Dasar

Populer

Serunya Kebersamaan Warga RW 03 Widarasari di Peringatan HUT RI

Cirebon,- Peringatan Kemerdekaan RI yang ke-74 diperingati oleh berbagai lapisan masyarakat. Hal tersebut juga dilakukan sebagai agenda rutin setiap...

Hari Kemerdekaan ke-74, Daop 3 Cirebon Bagikan 1945 Air Minum Kemasan dan Pesta Diskon Untuk Penumpang Argo Cheribon

Cirebon,- Sejalan dengan komitmen KAI untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh stakeholder yang ada, PT KAI Daop 3...

Menikmati Perjalanan Cirebon Menuju Solo

Cirebon,- Kota Surakarta, juga disebut Solo, adalah wilayah otonom dengan status kota yang berada di bawah Provinsi Jawa Tengah,...

Seluruh Karyawan Cirebon Power Melaksanakan Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI

Cirebon,- Karyawan dan pekerja di lingkungan pembangkit Cirebon Power turut melaksanakan upacara HUT Ke-74 Kemerdekaan RI, Sabtu (17/8/2019). Upacara...

Pererat Silaturahmi, CSB Mall Gelar Touring Bersama Tenant

Cirebon,- Dalam rangka mempererat tali silaturahmi, CSB Mall menggelar touring bersama tenant-tenant CSB Mall, Senin (19/8/2019).Kegiatan touring motor tersebut...

Perkembangan pendidikan diiringi dengan perkembangan zaman yang semakin pesat. Oleh karenanya perkembangan zaman yang semakin canggih dapat membantu kinerja pendidikan masa kini, sebagai contoh salah satunya yaitu kecanggihan teknologi. Kecanggihan tekhnologi ini memiliki dampak positif dan negatif.
Dampak positif yang didapatkan oleh peserta didik adalah peserta didik mampu mendapatkan informasi secara cepat dan luas sehingga wawasan yang didapat peserta didik tidak hanya di daerahnya saja tetapi peserta didik mampu menguasai informasi secara global. Sedangkan dampak negatif yang didapat adalah peserta didik kurang peka terhadap kehidupan sosial, dan masih banyak lagi dampak akibat kecanggihan teknologi masa kini.

Pada masa kini pendidikan mengalami kemerosotan moral. Ada dua faktor yang mempengaruhi kemerosotan moral pada peserta didik. Pertama faktor internal, dalam faktor internal yang mempengaruhi adalah keluarga, salah satu contoh yaitu perceraian dalam keluarga yang dapat mempengaruhi kondisi psikis peserta didik sehingga banyak peserta didik yang memberontak saat sekolah. Kemudian ada faktor internal, faktor internal berasal dari luar seperti lingkungan, teman sepermainan dan lain sebagainya.

Faktor lingkungan yang buruk dapat merusak perkembangan peserta didik. Salah satu contohnya adalah siswa SD yang sudah berani melakukan perkelahian hingga terluka bahkan ada yang sampai meninggal. Misalnya: kasus perkelahian SD Kilensari Situbondo yang menirukan adegan SmackDown mengalami patah tulang kaki. Dari kasus tersebut berarti bahwa anak menirukan hal yang mereka lihat, khususnya tayangan yang ada di media elektronik.

Menurut Lickona (1992: 51) mengatakan bahwa karakter yang baik atau good charakter terdiri atas proses psikologis knowung the good, desiring teh good, dan doing teh good- habit of the mind, habit of the heart, and habit of action. Ketiganya adalah proses psikologis yang bermuara pada kehidupan moral dan kematangan moral individu.

Dari kasus di atas dapat dilihat bahwa kepribadian, pendidikan seharusnya memperhatikan moral dan mental peserta didik. Karena pada dasarnya tujuan pendidikan mengembangkan potensi yang ada pada peserta didik agar menjadi manusia yang memiliki akal, budi pekerti, berilmu, cakap dan memiliki rasa bertanggung jawab. Dengan munculnya kasus-kasus yang terjadi pada siswa sekolah dasar, tentu menjadi kendala dalam dunia pendidikan.

Kurangnya kurikulum pendidikan moral dapat mempengaruhi perilaku dan sikap peserta didik, sehingga apabila peserta tidak memiliki moral yang baik maka dunia pendidikan akan mengalami krisis moral pada anak. Maka dari itu seharusnya pendidikan moral sudah ditanamkan kepada peserta didik sejak dini, agar sebagai antisipasi terjadinya tindakan-tindakan yang tidak diinginkan. Dengan moral yang terdidik sejak dini, otak yang cerdas dan kepribadian yang baik akan menghasilkan peserta didik yang bermoral baik.

Penulis : Asih Niarsih
(PGSD Universitas Kuningan Semester 5)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Turnamen Ping-pong Nge-Mall CSB Cup Diikuti Peserta dari Seluruh Indonesia

Cirebon,- Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kota Cirebon bekerja sama dengan CSB Mall kembali menggelar Turnamen Disdik Cup...

Gali Potensi Hasil Hutan, West Java Forest Festival 2019 Kembali Digelar di Cirebon

Cirebon,- Dalam rangka peningkatan wawasan masyarakat tentang pentingnya fungsi hutan, produk hasil hutan unggulan, meningkatkan nilai tambah produk hasil hutan, serta pemanfaatan hasil hutan...

Hari Jadi Cirebon ke-650, Daop 3 Cirebon Berikan Diskon 10 Persen Untuk Pengguna KA Argo Cheribon, Ini Syaratnya

Cirebon,- Turut memeriahkan Hari Jadi Cirebon ke-650, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Oprasional (Daop) 3 Cirebon memberikan diskon 10 persen untuk pengguna KA...

Mudahkan Pelanggan JNE, Pembayaran Transaksi Bisa Dengan OVO

Jakarta,- OVO platform pembayaran, rewards, dan layanan keuangan digital terdepan di Indonesia, mengumumkan kerja sama dengan JNE sebagai perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik...

Ribuan Jamaah Padati Kuliah Umum dan Tabligh Akbar bersama Ustadz Abdul Somad di UGJ

Cirebon,- Ribuan jamaah memadati acara Kuliah Umum dan Tabligh Akbar bersama Ustadz Abdul Somad (UAS) di halaman parkir Kampus I Universitas Gunung Jati (UGJ),...

More Articles Like This