Kamis, 28 Januari 2021

Peningkatan Konsumsi Perta Series di 5 Kabupaten dan Kota Jawa Barat Meningkat

Populer

Sensasi Makan Durian Montong Petik Langsung dari Pohon di Kopi Montong

Cirebon,- Berada di ketinggian 150 meter di atas permukaan laut (MDPL), agrowisata durian Kopi Montong yang berlokasi di Sindang...

Saung Kopi Gowes Hadir di Jalur Favorit Bersepeda, ini Konsepnya⁣

Cirebon,- Berada di jalur favorit bersepeda dengan view pesawahan dan berlatar gunung Ciremai, Sakowes (Saung Kopi Gowes) hadir untuk...

Program Jelajah Rasa, Kandang Ayam Hadirkan Menu Korean Taste⁣⁣⁣

⁣⁣Cirebon,- Kandang Ayam Resto yang yang berlokasi di Jalan Sudarsono No. 281A, Kota Cirebon, pada Januari 2021 menghadirkan program...

Agrowisata dan Edukasi Griya Hidroponik Tawarkan Konsep Petik Sendiri⁣

Cirebon,- Griya Hidroponik Cirebon yang berada di Jalan Sultan Ageng Tirtayasa, Kedawung, Kabupaten Cirebon menjual segala macam produk sayuran...

Vinotel Cirebon Sudah Bisa Terima Tamu

Cirebon, 7 September 2016 - Cirebon yang sedang berkembang membuat bisnis hotel budget semakin menjamur. Salah satunya, Vinotel Hotel...

Bekasi,- PT Pertamina (Persero) melalui Regional Jawa Bagian Barat mencatat peningkatan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Perta Series (Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo) di lima kota dan kabupaten di Provinsi Jawa Barat meningkat pada 11 Januari 2021 lalu.

Peningkatan tersebut setelah adanya Program Langit Biru (PLB) berjalan sekitar lebih dari dua bulan sejak 12 November 2020 lalu.

Unit Manager Communication, Relations & CSR Regional Jawa Bagian Barat, Eko Kristiawan mengatakan pihaknya mencatat peningkatan konsumsi BBM dengan angka oktan tinggi di Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur, dan Kabupaten Sukabumi.

Loading...

Hal ini menunjukkan kepedulian masyarakat Jawa Barat akan hadirnya kualitas udara yang lebih bersih.

“Ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat di Jawa Barat yang sudah tergerak untuk menerapkan penggunaan energi yang lebih bersih, guna meningkatkan kualitas udara dan lingkungan,” ujar Eko, Kamis (14/1/2021).

Eko memaparkan, peningkatan konsumsi Perta Series terjadi di wilayah Kabupaten Cianjur. Tercatat konsumsi Pertalite (RON 90) meningkat sekitar 26 persen dibandingkan rata-rata konsumsi normal harian yaitu lebih dari 250 KL (Kiloliter).

BACA YUK:  Sektor Jasa Keuangan di Wilayah III Cirebon Menunjukan Tren Positif⁣

Sedangkan konsumsi Pertamax (RON 92) turut mengalami peningkatan lebih dari 20 persen dibandingkan rata-rata konsumsi normal harian yaitu lebih dari 40 KL. Untuk konsumsi Pertamax Turbo (RON 98) juga meningkat cukup signifikan hingga lebih dari 60 persen, dibandingkan rata-rata konsumsi harian normal yaitu sekitar 2 KL.

Pertamina turut mencatat peningkatan konsumsi Perta Series di wilayah Kota Bekasi, dimana konsumsi Pertamax tercatat meningkat sekitar 20 persen dibandingkan rata-rata konsumsi harian normal yaitu lebih dari 120 KL. Sedangkan konsumsi Pertamax Turbo, turut mengalami peningkatan lebih dari 100 persen dibandingkan rata-rata konsumsi harian normal yaitu hampir 5 KL.

BACA YUK:  Daftar Sekarang di Kinderfield School dan Dapatkan Diskonnya⁣ ⁣

Untuk wilayah Kabupaten Bekasi, Pertamina mencatat peningkatan konsumsi Pertalite sebesar 19 persen dibandingkan rata-rata konsumsi normal harian sekitar lebih dari 500 KL. Sedangkan di wilayah Kabupaten Bogor, konsumsi Pertalite turut mengalami peningkatan sekitar 1 persen dibandingkan rata-rata konsumsi harian normal yaitu sekitar 1.000 KL.

Selain peningkatan konsumsi Perta Series, Eko menjelaskan pihaknya turut mencatat tren penurunan konsumsi harian BBM jenis Premium (RON 88) yang cukup signifikan di wilayah Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur, dan Kabupaten Sukabumi pada (11/1). dibandingkan rata-rata konsumsi harian normal Premium pada periode sebelum dimulainya PLB.

Konsumsi Premium di Kota Bekasi turun 51 persen atau sekitar 80 KL, dibandingkan rata-rata konsumsi harian normal yakni lebih dari 150 KL.

Sedangkan di wilayah Kabupaten Bekasi, Premium mengalami penurunan hingga 71 persen atau sekitar 140 KL, dibandingkan rata-rata konsumsi harian normal sekitar 200 KL.

Tren yang sama terjadi di wilayah Kabupaten Bogor, dimana penurunan tercatat hingga 79 persen atau sekitar 260 KL, dari rata-rata konsumsi harian normal yaitu lebih dari 320 KL.

Serta di Kabupaten Sukabumi, dimana konsumsi Premium turun cukup signifikan hingga 81 persen atau sekitar 45 KL, dari rata-rata konsumsi harian normal yaitu lebih dari 50 KL.

Pertamina mengapresiasi masyarakat yang sudah beralih menggunakan dan merasakan langsung keunggulan dan kualitas dari BBM dengan angka oktan tinggi, yaitu Perta Series.

“Apresiasi bagi masyarakat yang sudah beralih ke BBM yang lebih ramah lingkungan. Semoga kualitas lingkungan, khususnya udara di wilayah Jawa Barat semakin bersih seiring dengan peningkatan penggunaan BBM yang berkualitas dan rendah emisi,” ungkap Eko.

Lebih lanjut Eko mengatakan, sebagai wujud apresiasi Pertamina terhadap upaya dan animo masyarakat yang setia menggunakan BBM dengan angka oktan tinggi yang lebih ramah lingkungan, Pertamina terus menggerakkan program Pertalite Harga Khusus di Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur, dan Kabupaten Sukabumi.

BACA YUK:  Pemkab Cirebon akan Kaji Ulang Pembelajaran Tatap Muka ⁣
BACA YUK:  Daftar Sekarang di Kinderfield School dan Dapatkan Diskonnya⁣ ⁣

“Sebagai bagian dari rangkaian Program Langit Biru untuk menciptakan lingkungan sehat, Pertamina melanjutkan Program Pertalite Harga Khusus, sehingga konsumen dapat merasakan performa Pertalite dengan harga Rp6.850 per liter, lebih rendah Rp 800 dari harga normal,” bebernya.

“Terutama karena di wilayah Bekasi, Bogor, Cianjur dan Sukabumi banyak terdapat angkutan umum kota yang melayani masyarakat bermobilisasi,” tambah Eko.

Program Langit Biru sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian lingkungan, memperoleh dukungan dari masyarakat di Jawa Barat.

“Dengan semakin bertambahnya kesadaran dan kepedulian masyarakat akan penggunaan energi BBM bersih yang rendah emisi, diharapkan pelestarian lingkungan dapat sejalan dengan kembali pulihnya aktivitas kegiatan ekonomi masyarakat di wilayah Jawa Barat,” pungkasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kota Cirebon Terapkan PSBB Secara Proposional Sampai 8 Februari 2021

Cirebon,- Pemerintah Daerah Kota Cirebon memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) secara proposional selama 14 hari dalam rangka penanganan...

Selama Januari 2021, Satreskrim Polresta Cirebon Ungkap 19 Kasus Tindak Pidana

Cirebon,- Di penghujung Januari 2021, Polresta Cirebon berhasil mengungkap 10 kasus tindak pidana. Sebanyak 14 tersangka pun diamankan oleh petugas. Adapun 10 kasus tersebut terdiri...

13.400 Vaksin Sinovac Tiba di Kabupaten Cirebon

⁣ ⁣Cirebon,- Sebanyak 13.400 vial vaksin Sinovac tiba di Gudang Farmasi Kabupaten Cirebon, Jalan Raden Dewi Sartika, Rabu (27/01/2021) siang.⁣ ⁣ Kedatangan vaksin Sinovac dikawal ketat oleh...

Rayana Digital, Solusi Digital Marketing dan Konten Kreatif untuk Semua Jenis Usaha⁣

Cirebon,- Berbisnis 'Digital Marketing' saat ini menjadi peluang tersendiri. Terlebih melihat kondisi Pandemi Covid-19, interaksi fisik dan sosial juga terbatas bahkan dibatasi.⁣ ⁣ Untuk itu, 'Digital...

More Articles Like This