Pengusaha Konter Pulsa Cirebon Tolak Pembatasan Registrasi Kartu Perdana

0
181
Pertemuan Komunitas Niaga Celullar Cirebon (Konci) dan Outlet Cirebon Bersatu

Cirebon,- Berdasarkan peraturan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Republik Indonesia, terkait pembatasan pengguna kartu perdana secara mandiri hanya sebanyak 3 buah untuk registrasi 1 KTP.

Komunitas Niaga Celullar Cirebon (Konci) dan Outlet Cirebon Bersatu, menolak dengan adanya peraturan tersebut dengan pembatasan registrasi 1 NIK untuk 3 kartu perdana.

Aston Hotel

Ketua Konci, Diki Abdullah Zarkasih mengatakan, penolakan ini dikarenakan usahanya mengalami penurunan yang sangat drastis.

“Dari awal kami sudah mengikuti dan mendukung peraturan pemerintah untuk meregistrasikan kartu perdana sesuai dengan NIK dan KK,” ujarnya saat menggelar pertemuan dengan seluruh pemilik outlet cellular di salah satu rumah makan di Jalan Tuparev, Cirebon, Rabu (28/3/2018).

Namun, kata dia, pada tanggal 7 November 2017, Kemenkominfo sudah menyetujui permintaan kami. Tetapi kenyataanya, persetujuan mereka tersebut hanya tipu daya, agar kami tidak unjuk rasa.

Istana Kerang

“Padahal kami dari konter-konter sudah mengedukasikan kepada masyarakat, bahwasanya penggunaan kartu perdana wajib registrasi sesuai dengan NIK dan KK,” bebernya.

Menurutnya, bila peraturan ini masih tetap diberlakukan akan berdampak pada outlet-outlet yang tutup, dan banyak karyawan-karyawan dirumahkan.

Sehingga, bila outlet-outlet pulsa tutup, masyarakat yang ada di pedesaan dan pedalaman tidak bisa berbelanja pulsa dan harus ke kota/kabupaten yang terdapat gerai atau modern channel.

Lanjut dia, dari hasil pertemuan dengan teman-teman outlet ada kesepakatan bersama akan melakukan aksi damai di Balai Kota Cirebon pada tanggal 2 April 2018. (AC212)