Jumat, 10 April 2020

Pengrajin Terompet di Desa Jamblang Mulai Menurun, Ini Sebabnya

Populer

Tutup Permanen, 20 Karyawan Ramayana Cirebon Mall Harus Kehilangan Pekerjaan

Cirebon,- PT Ramayana Lestari Sentosa TBK yang berada di Cirebon Mall, Kota Cirebon harus menutup gerainya secara permanen.Imbasnya, puluhan...

Mulai Senin, Pemda Kota Cirebon Berlakukan Pembatasan Jam Operasional Untuk Swalayan dan Pasar Tradisional

Cirebon,- Menindaklanjuti Keputusan Presiden Nomor 7 tahun 2020 tentang gugus tugas percepatan penanganan Corona atau Covid-19 dan memperhatikan Keputusan...

Inilah Cerita Pekerja Harian yang Terdampak Covid-19

Cirebon,- Yayasan Cirebon Rerewang kembali melakukan pembagian kebutuhan pangan bagi pekerja harian yang terdampak adanya virus Corona atau Covid-19,...

Mulai Besok, Sholat Jumat di Masjid Raya At-Taqwa dan Masjid di Kota Cirebon Sementara Ditiadakan

Cirebon,- Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 yang ditetapkan...

Mandiri Syariah Gelar Doa Bersama Pegawai Seluruh Indonesia Secara Online

Jakarta,- PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) menggelar doa bersama untuk Indonesia yang diikuti oleh jajaran Direksi, Senior Executive...

Cirebon,- Sejak isu bakteri dua tahun lalu, pengrajin terompet di Desa Jamblang, Blok Tegala, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon mulai menurun produksinya.

Sebelum isu tersebut mencuat, jelang tahun baru salah satu pengrajin bisa menjual terompet hingga 2-3 ribu kodi terompet. Namun, saat ini hanya bisa menjual 500 kodi saja.

Carti, salah satu pengrajin terompet di Desa Jamblang, Blok Tegala, Kabupaten Cirebon mengatakan produksi terompet sejak tahun 2018 mulai menurun, hal tersebut karena adanya isu bakteri dan juga bahan yang digunakan menggunakan tulisan Arab.

“Produksi saat ini merupakan sisaan tahun kemarin. Ini bahan-bahannya pakai yang tahun lalu,” ujar Caeti saat ditemui About Cirebon, Rabu (18/12/2019).

Loading...

Sebelum adanya isu tersebut, kata Carti, bisa memproduksi terompet hingga 2 sampai 3 ribu kodi setiap tahunnya untuk malam pergantian tahun.

“Dulu bisa sampai 2 sampai 3 ribu kodi, tapi sekarang cuma bisa produksi 500 kodi,” ungkapnya.

Menurut Carti, setiap menjelang pergantian tahun, masyarakat sekitar hampir semuanya membuat terompet. Namun sekarang banyak yang beralih menjual mainan untuk anak-anak.

“Waktu itu saya bisa mempekerjakan sampai 7 orang, karena banyaknya permintaan terompet. Tapi sekarang hanya mengerjakan sendiri, itu juga sambil jualan dirumah,” terang Carti.

Sementara itu, Abdulah, anak pertama dari Carti yang juga perajin terompet mengatakan bahwa dari tahun 2005 sampai tahun 2017 mulai ramai produksi terompet di wilayahnya. Namun, karena ada isu-isu terkait bakteri dan juga isu haram membunyikan terompet produksi mulai menurun sejak tahun 2018.

“Mulai tahun 2018 penjualan terompet mulai menurut drastis, yang sebelumnya bisa mencapai 3 ribuan kodi, sekarang hanya 500 an kodi,” ungkapnya.

Tahun lalu, lanjut Abdulah, para pengecer saja menjual satu kodi terompet butuh waktu semalam untuk menjualnya. Berbeda dengan dua tahun lalu dalam semalam bisa menjual sampai 10 kodi.

“Bahan-bahan pembuatan terompet saja masih banyak sisa dari tahun lalu. Kalau masih bisa digunakan mungkin bisa membuat terompet 1.000 kodi,” kata Abdulah.

Dengan sepinya pesanan terompet, Abdulah sehari-hari membuat dan menjual mainan anak-anak hingga keluar Cirebon seperti Brebes, Tegal, hingga Pati menggunakan motor.

“Juala mainan ini berbeda dengan membuat terompet, walaupun untung kecil tetapi omset yang didapat besar,” tutupnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Grage Group Serahkan Bantuan Sarana Sosialisasi Pencegahan Covid-19 di Lingkungan Unit Usaha

Cirebon,- Grage Group menyerahkan bantuan sarana sosialisasi protokol pencegahan penyebaran virus corona atau Covid-19 untuk masyarakat yang berada di...

Memutus Mata Rantai Penyebaran Covid-19, Cirebon Rerewang Sediakan Wastafel Umum

Cirebon,- Upaya memutus mata rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19, Yayasan Cirebon Rerewang kembali menyediakan wastafel atau tempat cuci tangan umum.Penyediaan tempat cuci tangan...

Pertamina dan Hiswana Migas DPC Cirebon Serahkan Donasi Untuk Tenaga Medis dan Pekerja Harian

Cirebon,- Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) DPC Cirebon bersama PT Pertamina (Persero) Sales Area Cirebon peduli penanggulangan virus Corona atau...

Jemput Bola, Astra Daihatsu Cirebon Hadirkan Layanan Service di Rumah Melalui Aplikasi

Cirebon,- Astra Daihatsu Cirebon terus meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Salah satunya dengan pelayanan service ke rumah melalui aplikasi Astra Daihatsu Mobile (ADM).Hal tersebut dilakukan...

Tutup Permanen, 20 Karyawan Ramayana Cirebon Mall Harus Kehilangan Pekerjaan

Cirebon,- PT Ramayana Lestari Sentosa TBK yang berada di Cirebon Mall, Kota Cirebon harus menutup gerainya secara permanen.Imbasnya, puluhan karyawan Ramayana Cirebon Mall terpaksa...

More Articles Like This