Pengembangan Kawasan Segitiga Rebana Dapat Berdampak Positif dan Negatif Bagi Kota Cirebon

Cirebon,- Rencana pengembangan kawasan segitiga Rebana (Cirebon, Pantimban, Kertajati) yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinisi Jawa Barat dapat berdampak pada Kota Cirebon.

Mohammad Arif Kurniawan, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kota Cirebon mengatakan Kota Cirebon akan berdampak, baik jangka panjang maupun jangka pendek, terutama dalam jangka pendek.

“Untuk wacana isun Rebana saja sudah terasa dampaknya, terutama dengan pertumbuhan kuliner yang sangat besar, begitu pula dengan kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB),” ujarnya usai mengisi Dialog Ekonomi dengan tema “Percepatan Pembangunan Pusat Ekonomi Baru Kawasan Segitiga Rebana” di Aston Cirebon Hotel, Selasa (29/10/2019).

BACA YUK:  DPRD Kota Cirebon Dukung Profesi Keperawatan Diberikan Upah Layak

Lanjut Arif, kontribusi peningkatan PDRB di Kota Cirebon mencapai 4,3 persen dan menyumbangkan dana sekitar hampir Rp. 25 Triliun dari sektor kuliner di Kota Cirebon.

“Itu baru dari ketika isun Kawasan Segitiga Rebana udah mengembang. Apalagi ketika sudah menjadi benar-benar kawasan itu diwujudkan,” bebernya.

Menurut Arif, pengembangan kawasan Segitiga Rebana memiliki dampak yang positif maupun negatif. Untuk positif, tentunya berdampak pada penigkatan pertumbuhan ekonomi di Kota Cirebon.

“Pastinya dengan adanya kawasan segitiga Rebana memiliki efek positif dan peluang, seperti Pelabuhan Cirebon untuk industri ekspor dan impor,” bebernya.

BACA YUK:  Astra Financial Terus Memperkuat Ekosistem Keuangan yang Terintegrasi Secara Digital

Kemudian untuk peluang, kata Arif, Kota Cirebon memiliki destinasi wisata unik, yang tidak dimiliki daerah lain seperti memiliki 4 keraton, Gua Sunyaragi, pesisir dan event.

“Dan kita juga sudah memilik 66 hotel atau penginapan dengan fasilitas untuk MICE (Meeting, Incentive, Conference, Exhibition),” terangnya.

Sedangkan untuk dampak negatifnya, kata Arif, yaitu karena interkoneksi yang tinggi, dapat mengurangi length of stay atau menginap di Kota Cirebon.

“Kemudian juga regional leakage karena bekerja di sektor jasa di Kota Cirebon, tetapi tinggal di luar kota Cirebon karena biaya perumahan tinggi,” jelasnya.

BACA YUK:  11 Pasangan Jaka Rara Kota Cirebon Tahun 2022 Lolos ke Tahap Lanjutan

Persoalan parkir, transportasi dan sampah, tambah Arif, akan meningkat dikemudian hari, karena jalan di Kota Cirebon sangat terbatas, begitupula ruang yang ada.

“Sehingga yang perlu diantisipasi adalah parkir dan sampah. Sampah dibantu oleh provinsi berkaitan dengan TPA Regional dan parkir regulasi sedang dipercepat, mudah-mudahan tahun ini selesai Perda Parkir,” pungkasnya. (AC212)

(Dilihat: 15 pengunjung)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.