Pengamen Angklung Hibur Pengendara di Perempatan Gunung Sari

Cirebon,- Jika anda melewati perempatan Lampu Merah Gunung Sari Kota Cirebon, anda akan dihibur dengan penampilan pengamen jalanan yang unik menggunakan alat musik angkulung.

Alunan musik dari angklung dan gambang yang mendominasi irama dari Group Restu Angklung asal Klangenan, Kabupaten Cirebon ini, meramaikan suasana lalu lintas di Jalan Tuparev, tepatnya di Lampu Merah Gunung Sari, Jumat (13/7/2018).

Group Restu Angklung yang awalnya terbentuk di Lampung, Sumatra Bagian Selatan pada tahun 2009 ini, baru saja kembali ke kampung halamannya di Cirebon sejak tiga bulan yang lalu.

BACA YUK:  Ciptakan Pemilu Damai, Caleg Dapil 4 Kota Cirebon Anton Octavianto Gelar Gebyar Politik Bahagia

Ujang, salah satu pentolan group Restu Angklung mengatakan awal-awal kita buat group angklung di Sumatra, saat itu berangkat dari Jakarta ikut dengan teman sambil ngamen.

“Pada waktu itu kita belum bisa bermain angklung, namun lama-lama secara otodidak belajar main angklung dan akhirnya pertama kali saya bentuk group angklung di Sumatra,” ujarnya kepada About Cirebon, Jumat (13/7/2018).

Ia menceritakan, setelah 9 tahun di Sumatra dan sudah membentuk hampir 5 group angklung, dirinya bersama teman-teman asal Cirebon pulang kampung untuk mencoba mencari rezeki di kampung halamanya sendiri.

BACA YUK:  10 Kelurahan di Kota Cirebon Sudah Terbentuk Kelurahan Tangguh Bencana

“Kita mau coba meraup rezeki di kampung halaman, dan Alhamdulillah setelah 3 bulan berjalan disambut baik oleh masyarakat yang melintas,” ujar Ujang yang sebelumnya berjualan di Jakarta ini.

Dalam sehari, Group Restu Angklung bisa mendapatkan paling sedikit sekitar Rp. 700 ribu sampai Rp. 800 ribu. Kalau lagi ramai, bisa mendapatkan hingga Rp. 1 juta.

“Berangkat juga kadang dalam seminggu cuma empat kali berangkat mas, ngga setiap hari,” katanya.

Lanjut dia, kalau berangkat untuk menghibur di Lampu Merah sejak pukul 10.00 sampai 17.00 WIB. Kadang juga, sehari bisa beberapa tempat tergantung kondisi ramai atau tidaknya.

BACA YUK:  Monitoring TPS, Bupati Imron Pastikan Pemilu di Kabupaten Cirebon Berjalan Tertib

“Tak jarang juga ada yang manggil untuk acara-acara, seperti acara pernikahan atau acara sunatan,” jelasnya.

Untuk tarifnya, kata Ujang, kalau dipanggil pada saat acara-acara pernikahan atau sunatan sehari dengan tarif Rp. 2,5 juta.

“Tapi, kalau untuk acara-acara lain dengan tarif Rp. 500 ribu perjam,” terangnya.

Bagi anda yang ingin mengundang group Restu Angklung ini bisa langsung menghubungi di nomor 085268401646. (AC212)

Bagikan:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *