Rabu, 14 April 2021

Pengalaman Mendaki 15 Gunung di Indonesia, Ada yang Seru dan Ekstrim⁣

Populer

Di Depan Toko Karomah Anak, Para Pedagang Kecil itu Berjuang Melawan Pandemi⁣⁣

⁣Cirebon,- Jam hampir menunjukkan pukul 10.00 pagi, laki-laki separuh baya itu tampak bergegas mendorong gerobak Es Cendol Bandung menuju...

Alun-Alun Kejaksan Cirebon Baru Soft Opening, ini Fasilitasnya

Cirebon,- Alun-alun Kejaksan Kota Cirebon dan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Cirebon resmi diluncurkan, Senin (12/4/2021). Soft launching tersebut...

Berawal dari Marketing Hotel, Rintis Usaha Baru di Bidang Kuliner⁣

Cirebon,- Mengawali usaha dari nol merupakan suatu tantangan tersendiri bagi Siti Mutmainah . Setelah bertahun-tahun lamanya berkarir di dunia...

Aston Cirebon Hotel Kembali Hadirkan Kampoeng Ramadhan

Cirebon,- Setelah tahun lalu tidak menghadirkan Kampoeng Ramadhan, tahun ini Aston Cirebon Hotel & Convention Center kembali menghadirkan Kampoeng...

Selama Dua Minggu, Naik BRT Trans Cirebon Gratis

Cirebon,- Bus Rapid Transit (BRT) Trans Cirebon resmi diluncurkan bersamaan dengan Soft Opening Alun-alun Kejaksan, Kota Cirebon, Senin (12/4/2021). Selama...

Kuningan,- Mendaki gunung merupakan hobi dan profesi bagi Taopik. Pria asal Kuningan yang akrab disapa Opik Pangalap ini sudah menjelajahi lebih dari 15 gunung di Indonesia. ⁣

“Saya hobi mendaki gunung mungkin karena saya dilahirkan di daerah kaki Gunung Ciremai, di Linggarjati Kuningan,” ungkap Opik kepada About Cirebon.⁣

Dia mengaku, pertama mendaki saat masih duduk di bangku kelas 5 SD. Pendakian pertamanya adalah Gunung Ciremai lewat jalur Linggarjati. Tapi sangat disayangkan, saat itu dia tidak sampai ke puncak. ⁣

“Namanya juga masih kecil ikut-ikutan, dan dulu itu cuman sampai ketinggian 2100 MDPL karena ada rombongan yang sakit juga, jadi ikut turun lagi,” ujarnya.⁣

BACA YUK:  DS Kids Official, Toko Spesialis Busana Muslim Anak Dengan Harga Terjangkau⁣


Setelah itu, saat remaja, Opik mulai mendaki gunung yang kedua yakni Gunung Gede Pangrango di Cianjur. Dia pun mulai menemukan keseruan dan rasa “nagih” untuk naik gunung lagi dan lagi.⁣

Baginya menaiki gunung itu tentang arti kebersamaan dan mengontrol keegoisan. Bukan hanya itu saja, dia merasa kecil bahkan lebih kecil dari debu ketika berada di puncak gunung. ⁣

“Manusia hanya secuil dihadapan sang pencipta. Saya bersyukur bisa menikmati keindahan yang amat luar biasa dari ciptaan Allah ini,” ujarnya.⁣

Beberapa gunung yang pernah disinggahi oleh Opik Pangalap yaitu Ciremai, Gede Pangrango, Cikurai, dan Tampomas untuk gunung di Jawa Barat. Sedangkan gunung di Jawa Tengah yaitu Gunung Slamet, Sumbing, Sindoro, Prau, dan Lawu. Di Jawa Timur Opik pernah menuju puncak Semeru, Raung, dan Argopuro.⁣

“Yang paling jauh saya pernah mendaki gunung di Sulawesi yaitu Latimojong. Itu pengalaman yang tak terlupakan bagi saya,” imbuhnya.⁣

BACA YUK:  Disnaker Kabupaten Cirebon Gelar Diseminasi Untuk Peningkatan dan Perlindungan CPMI Maupun PMI

Gunung Raung Banyuwangi

Loading...


Setiap menaiki gunung Opik mengaku punya cerita dan kisah tersendiri. Termasuk pendakian terseru yakni saat mendaki gunung Argopuro. ⁣

“Gunung Argopuro itu merupakan jalur terpanjang di pulau jawa. Bayangkan saja, 6 malam 7 hari pulang pergi. Tapi saya senang banget bisa lihat burung merak secara langsung yang hidup liar di hutan,” papar pria yang memiliki hobi memotret tersebut.⁣

Selain itu, ada satu gunung lagi yang di setiap langkah membuatnya selalu ingat Allah, yaitu Gunung Raung. Track yang sangat ekstrim membuatnya sempat ketakutan namun tetap dijalani.⁣

“Gunung Raung adalah jalur terekstrim di pulau jawa. Di sana ada yang namanya jalur jembatan sirotol mustakim, kanan kiri jurang semua dan jalannya hanya setapak, dengan lebar kurang lebih satu meter doang,” jelasnya.⁣

Di awal pendakiannya, dia mengaku menggunakan uang sendiri. Sampai akhirnya Opik banyak diminta untuk mengantar pendaki atau guide mendaki dan menjadi profesi baginya. Apalagi di musim ramai pendakian seperti Agustus ataupun akhir tahun menjadi momentum sibuk baginya.⁣

Opik sendiri memiliki keinginan untuk mencapai puncak Rinjani di Lombok dan juga Gunung Kerinci di Sumatra. Kedua gunung ini merupakan impian, dan semoga bisa terwujud.⁣

Selain berbagi kisah tentang pendakiannya, Opik juga berbagi tips mendaki yang meliputi persiapan fisik dan mental. Selain itu penting pula mempersiapkan alat-alat yang dibutuhkan untuk menaiki gunung seperti tenda, dan lainnya. Yang terpenting lagi, wajib patuhi prosedur dan peraturan pendakian.⁣

“Kalau dari teknik pendakian versi saya, jalan lebih pelan dari jalan biasanya, dan melangkah lebih pendek dari biasanya. Kalau bisa jangan banyak istirahat, yang penting pelan tapi pasti,” pungkasnya. (AC560)

BACA YUK:  Ratusan Pengemudi Angkot dan Online di Kota Cirebon Jalani Vaksinasi
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Selama Ramadan, Hotel Santika Cirebon Hadirkan Program Pawon Ramadan

Cirebon,- Bulan suci Ramadan kembali menyapa kaum muslim di seluruh dunia, Hotel Santika Cirebon pun tak ketinggalan untuk menyemarakkan...

Bulan Ramadhan, Ini Kesiapan Pertamina Amankan Pasokan Energi

Cirebon,- Memasuki Bulan Suci Ramadhan 2021, PT Pertamina (Persero) melalui Pemasaran Regional Jawa Bagian Barat memastikan kesiapan pasokan BBM, LPG, dan avtur di wilayah...

RAFI 2021, Telkomsel Pastikan Kualitas Jaringan dan Layanan Prima di 554 POI

Jakarta,- Sepanjang Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) 1442 H, Telkomsel pastikan kualitas jaringan dan layanan yang prima. Kesiapan tersebut diwujudkan dengan secara konsisten dan...

Konsisten dan Semangat Jalani Usaha akan Membuahkan Hasil⁣

Cirebon,- Menjadi pengusaha adalah jalan yang ditempuh oleh pasangan Mila Wijayanti dan Syahrizal Rizal. Keduanya memiliki berbagai usaha, mulai dari rental mobil, durian gembol,...

More Articles Like This