Rabu, 12 Agustus 2020

Penertiban Aset PT KAI Daop 3 Cirebon Diwarnai Penolakan Warga

Populer

Inilah Tambahan 16 Kasus Baru Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon

Cirebon,- Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon bertambah 16 kasus baru. Penambahan baru tersebut merupakan kasus ke-79 sampai...

8 Orang Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan Lalu Lintas di Tol Cipali

Cirebon,- Delapan orang tewas dalam kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Tol Cikopo - Palimanan (Cipali) KM 184.300, Senin...

Budidaya Ikan Dalam Ember Semakin Diminati di Tengah Pandemiā£

Cirebon,- Budidaya ikan lele dan ikan patin merupakan salah satu peluang usaha dengan keuntungan yang sangat menggiurkan. Bahkan, untuk...

Sentosa Live Seafood Market Hadir di Kota Cirebon

Cirebon,- Sentosa Live Seafood Market by Kharisma hadir di Kota Cirebon. Restoran Seafood hidup pertama di Kota Cirebon ini...

Terkait Pengukuhan Polmak Oleh Keturunan Sultan Kasepuhan XI, Putra Mahkota Angkat Bicara

Cirebon,- Keturunan Sultan Keraton Kasepuhan Cirebon XI, Radja Jamaludin Aluda Tajul Arifin, Rahardjo Djali mengukuhkan dirinya sebagai Polmak atau...

Cirebon,- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasional (Daop) 3 Cirebon melakukan penertiban 2 aset berupa rumah perusahaan yang ada di Jalan Ampera Raya, Kota Cirebon, Rabu (29/7/2020) pagi.

Pantauan About Cirebon, penertiban diwarnai aksi perlawanan oleh warga sekitar dengan petugas dari PT KAI Daop 3 Cirebon.

Manager Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Luqman Arif mengatakan kami hari ini melakukan penertiban 2 aset berupa rumah perusahaan. Aset tersebut terletak di Jalan Ampera Nomor 31A dan 33A.

Loading...

“Penghuni kedua aset tersebut sejak tahun 2013 tidak ada ikatan apapun dengan KAI selaku pemilik sewa,” ujar Luqman saat ditemui About Cirebon.

Menurut Luqman, penghuni aset KAI tersebut sejak tahun 2013 tidak melakukan pembayaran dan memiliki ikatan kontrak dengan PT KAI Daop 3 Cirebon.

Karena, tambah Luqman, dalam perjanjian harus memiliki ikatan dengan PT KAI Daop 3 Cirebon, karena aset tersebut milik PT KAI dengan membuktikan sertifikat hak guna pakai atas aset di Jalan Ampera Nomor 31A dan 33A.

“Penertiban aset yang dilakukan ini merupakan salah satu langkah yang dilakukan PT KAI Daop 3 Cirebon untuk mengamankan aset negara agar tidak disalahgunakan,” ungkapnya.

Sebelum dilakukan penertiban, menurut Luqman, PT KAI Daop 3 Cirebon telah melakukan upaya persuasif dan memberikan surat peringatan 1 hingga surat peringatan 3 kepada pihak tersebut untuk mengosongkan aset yang telah ditempati.

“Namun, hingga batas yang ditentukan penghuni tidak ada itikad baik untuk mengosongkan rumah yang ditempati secara sukarela, sehingga dilakukan dengan langkah penertiban,” katanya.

Luqman pun menyayangkan adanya perlawanan dari warga dan tetap berkoordinasi dengan pihak Kepolisian dan TNI, serta melakukan langkah persuasif agar mereka mengetahui bahwa aset tersebut milik PT KAI.

“Langkah yang kita lakukan tidak serta merta langsung untuk pengosongan karena kami telah melayangkan surat peringatan 1 sampai ketiga,” tandasnya.

Dalam kegiatan penertiban aset milik PT KAI Daop 3 Cirebon sempat diwarnai aksi dorong mendorong dan dilakukan negosiasi dengan penghuni, namun keduanya tetap mempertahankan haknya masing-masing.

Sementara itu, Iswardi Cahyana, selaku Ketua Paguyuban Penempatan Tanah Keraton menyampaikan bahwa warga tetap mempertahankan dengan dasar surat ijin pakai dari keraton.

“Kami hanya penempat saja sesuai dengan surat ijin pakai dari keraton yang ditandatangani pada bulan Februari 2020,” ujarnya kepada awak media.

“Kami hanya ingin bukti otentik kemenangan dari pengadilan, kalau memang pengadilan menyatakan kemenangan terhadap PT KAI kami tidak perlu ada perlawanan,” timpal Safari, Komunitas Warga Ampera.

“Kami akan hengkang bila ada bukti otentik dari pengadilan,” tambahnya.

Bila kita sudah kalah di pengadilan dan sudah kalah dengan hukum tetap, kata Cahyana, kami akan hengkang, tapi ini belum terjadi.

“Proses pengadilan pertama sudah terjadi dan hasilnya NO. PT KAI dinyatakan tidak menang, kami pun pihak warga tidak menang. Artinya harus sama-sama melakukan pembuktian dan gugatan baru,” pungkasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kendaraan Elf yang Terlibat Kecelakaan di Cipali Diduga Ada Pelanggaran Trayek Angkutan Umum

Cirebon,- Kendaraan mikrobus jenis elf bernomor polisi D-7013-AN yang terlibat kecelakaan lalu lintas di Tol Cipali KM 184.300 pada...

Kasus Kecelakaan Lalu Lintas Cipali Masuk Tahap Penyidikan

Cirebon,- Kasus kecelakaan lalu lintas di Tol Cikopo - Palimanan (Cipali) KM 184.300 yang mengakibatkan 8 orang meninggal dunia dan belasan luka-luka pada Senin...

Aston Cirebon Hotel Gelar Donor Darah dengan Menerapkan Protokol Kesehatan

Cirebon,- Aston Cirebon Hotel & Convention Center menggelar kegiatan donor darah yang berlangsung di Onyx Room Aston Cirebon Hotel, Selasa (11/8/2020).Aksi sosial donor darah...

Pertashop Pertamina Hadir di 19 Provinsi, Siap Layani Masyarakat Desa

Jakarta,- PT Pertamina (Persero) terus menjalankan program pembangunan Pertamina Shop (Pertashop) di seluruh wilayah Indonesia. Hingga Agustus 2020, mini outlet Pertashop telah hadir di...

13 Korban Kecelakaan Cipali Masih Perawatan dan 2 Orang Sudah Diperbolehkan Pulang

Cirebon,- Korban kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Tol Cikopo - Palimanan KM 184.300 pada Senin (10/8/2020) kemarin masih menjalani perawatan di Rumah Sakit...

More Articles Like This