Kamis, 28 Januari 2021

Penertiban Aset PT KAI Daop 3 Cirebon Diwarnai Penolakan Warga

Populer

Sensasi Makan Durian Montong Petik Langsung dari Pohon di Kopi Montong

Cirebon,- Berada di ketinggian 150 meter di atas permukaan laut (MDPL), agrowisata durian Kopi Montong yang berlokasi di Sindang...

Saung Kopi Gowes Hadir di Jalur Favorit Bersepeda, ini Konsepnya⁣

Cirebon,- Berada di jalur favorit bersepeda dengan view pesawahan dan berlatar gunung Ciremai, Sakowes (Saung Kopi Gowes) hadir untuk...

Program Jelajah Rasa, Kandang Ayam Hadirkan Menu Korean Taste⁣⁣⁣

⁣⁣Cirebon,- Kandang Ayam Resto yang yang berlokasi di Jalan Sudarsono No. 281A, Kota Cirebon, pada Januari 2021 menghadirkan program...

Agrowisata dan Edukasi Griya Hidroponik Tawarkan Konsep Petik Sendiri⁣

Cirebon,- Griya Hidroponik Cirebon yang berada di Jalan Sultan Ageng Tirtayasa, Kedawung, Kabupaten Cirebon menjual segala macam produk sayuran...

Vinotel Cirebon Sudah Bisa Terima Tamu

Cirebon, 7 September 2016 - Cirebon yang sedang berkembang membuat bisnis hotel budget semakin menjamur. Salah satunya, Vinotel Hotel...

Cirebon,- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasional (Daop) 3 Cirebon melakukan penertiban 2 aset berupa rumah perusahaan yang ada di Jalan Ampera Raya, Kota Cirebon, Rabu (29/7/2020) pagi.

Pantauan About Cirebon, penertiban diwarnai aksi perlawanan oleh warga sekitar dengan petugas dari PT KAI Daop 3 Cirebon.

Manager Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Luqman Arif mengatakan kami hari ini melakukan penertiban 2 aset berupa rumah perusahaan. Aset tersebut terletak di Jalan Ampera Nomor 31A dan 33A.

Loading...

“Penghuni kedua aset tersebut sejak tahun 2013 tidak ada ikatan apapun dengan KAI selaku pemilik sewa,” ujar Luqman saat ditemui About Cirebon.

Menurut Luqman, penghuni aset KAI tersebut sejak tahun 2013 tidak melakukan pembayaran dan memiliki ikatan kontrak dengan PT KAI Daop 3 Cirebon.

BACA YUK:  ACT Cabang Cirebon Kirim Bantuan Untuk Sulbar dan Kalsel

Karena, tambah Luqman, dalam perjanjian harus memiliki ikatan dengan PT KAI Daop 3 Cirebon, karena aset tersebut milik PT KAI dengan membuktikan sertifikat hak guna pakai atas aset di Jalan Ampera Nomor 31A dan 33A.

“Penertiban aset yang dilakukan ini merupakan salah satu langkah yang dilakukan PT KAI Daop 3 Cirebon untuk mengamankan aset negara agar tidak disalahgunakan,” ungkapnya.

Sebelum dilakukan penertiban, menurut Luqman, PT KAI Daop 3 Cirebon telah melakukan upaya persuasif dan memberikan surat peringatan 1 hingga surat peringatan 3 kepada pihak tersebut untuk mengosongkan aset yang telah ditempati.

“Namun, hingga batas yang ditentukan penghuni tidak ada itikad baik untuk mengosongkan rumah yang ditempati secara sukarela, sehingga dilakukan dengan langkah penertiban,” katanya.

Luqman pun menyayangkan adanya perlawanan dari warga dan tetap berkoordinasi dengan pihak Kepolisian dan TNI, serta melakukan langkah persuasif agar mereka mengetahui bahwa aset tersebut milik PT KAI.

BACA YUK:  Pindah Lokasi, Rib House dan Lanai Coffee & Patisserie Tawarkan Suasana Baru

“Langkah yang kita lakukan tidak serta merta langsung untuk pengosongan karena kami telah melayangkan surat peringatan 1 sampai ketiga,” tandasnya.

Dalam kegiatan penertiban aset milik PT KAI Daop 3 Cirebon sempat diwarnai aksi dorong mendorong dan dilakukan negosiasi dengan penghuni, namun keduanya tetap mempertahankan haknya masing-masing.

Sementara itu, Iswardi Cahyana, selaku Ketua Paguyuban Penempatan Tanah Keraton menyampaikan bahwa warga tetap mempertahankan dengan dasar surat ijin pakai dari keraton.

“Kami hanya penempat saja sesuai dengan surat ijin pakai dari keraton yang ditandatangani pada bulan Februari 2020,” ujarnya kepada awak media.

“Kami hanya ingin bukti otentik kemenangan dari pengadilan, kalau memang pengadilan menyatakan kemenangan terhadap PT KAI kami tidak perlu ada perlawanan,” timpal Safari, Komunitas Warga Ampera.

“Kami akan hengkang bila ada bukti otentik dari pengadilan,” tambahnya.

Bila kita sudah kalah di pengadilan dan sudah kalah dengan hukum tetap, kata Cahyana, kami akan hengkang, tapi ini belum terjadi.

“Proses pengadilan pertama sudah terjadi dan hasilnya NO. PT KAI dinyatakan tidak menang, kami pun pihak warga tidak menang. Artinya harus sama-sama melakukan pembuktian dan gugatan baru,” pungkasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

JNE Cabang Cirebon Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir

Cirebon,- JNE perusahaan yang bergerak di bidang pengiriman, menyalurkan bantuan untuk korban banjir yang terjadi pekan lalu di Desa...

Revitalisasi Alun-Alun Kejaksan Cirebon Ditargetkan Selesai Februari

Cirebon,- Revitalisasi Alun-alun Kejaksan Kota Cirebon ditargetkan rampung pada bulan Februari 2021 mendatang. Pembangunan Alun-alun Kejaksan yang bersumber dari dana hibah Provinsi Jawa Barat, saat...

8 Rumah Korban Puting Beliung Rampung Diperbaiki Kodim 0620/Kabupaten Cirebon

Cirebon,- Sebanyak 8 rumah di Desa Slangit, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon telah rampung diperbaiki oleh Kodim 0620/Kabupaten Cirebon. Sebagai wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat, Kodim...

Kota Cirebon Terapkan PSBB Secara Proposional Sampai 8 Februari 2021

Cirebon,- Pemerintah Daerah Kota Cirebon memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) secara proposional selama 14 hari dalam rangka penanganan Covid-19 di Kota Cirebon. Pembatasan aktivitas...

More Articles Like This