Minggu, 11 April 2021

Penertiban Aset PT KAI Daop 3 Cirebon Diwarnai Penolakan Warga

Populer

Di Depan Toko Karomah Anak, Para Pedagang Kecil itu Berjuang Melawan Pandemi⁣⁣

⁣Cirebon,- Jam hampir menunjukkan pukul 10.00 pagi, laki-laki separuh baya itu tampak bergegas mendorong gerobak Es Cendol Bandung menuju...

Diundur, Pembukaan Alun-Alun Kejaksan Jadi 12 April 2021

Cirebon,- Operasional Bus Rapid Transit (BRT) dan Alun-alun Kejaksan rencananya akan dilaunching Rabu (7/4/2021). Namun, karena ada beberapa hal...

Berawal dari Marketing Hotel, Rintis Usaha Baru di Bidang Kuliner⁣

Cirebon,- Mengawali usaha dari nol merupakan suatu tantangan tersendiri bagi Siti Mutmainah . Setelah bertahun-tahun lamanya berkarir di dunia...

Aston Cirebon Hotel Kembali Hadirkan Kampoeng Ramadhan

Cirebon,- Setelah tahun lalu tidak menghadirkan Kampoeng Ramadhan, tahun ini Aston Cirebon Hotel & Convention Center kembali menghadirkan Kampoeng...

Wakili Cirebon, Carissa Dinobatkan Jadi Puteri Cilik Jawa Barat Budaya 2021⁣

⁣Cirebon,- Carissa Aretha Zara yang merupakan perwakilan Cirebon untuk mengikuti ajang Puteri Cilik Jawa Barat, mendapatkan Juara 3rd Runner...

Cirebon,- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasional (Daop) 3 Cirebon melakukan penertiban 2 aset berupa rumah perusahaan yang ada di Jalan Ampera Raya, Kota Cirebon, Rabu (29/7/2020) pagi.

Pantauan About Cirebon, penertiban diwarnai aksi perlawanan oleh warga sekitar dengan petugas dari PT KAI Daop 3 Cirebon.

Manager Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Luqman Arif mengatakan kami hari ini melakukan penertiban 2 aset berupa rumah perusahaan. Aset tersebut terletak di Jalan Ampera Nomor 31A dan 33A.

Loading...

“Penghuni kedua aset tersebut sejak tahun 2013 tidak ada ikatan apapun dengan KAI selaku pemilik sewa,” ujar Luqman saat ditemui About Cirebon.

Menurut Luqman, penghuni aset KAI tersebut sejak tahun 2013 tidak melakukan pembayaran dan memiliki ikatan kontrak dengan PT KAI Daop 3 Cirebon.

BACA YUK:  Personel dan ASN Polresta Cirebon Mendapat Kenaikan Pangkat Pengabdian

Karena, tambah Luqman, dalam perjanjian harus memiliki ikatan dengan PT KAI Daop 3 Cirebon, karena aset tersebut milik PT KAI dengan membuktikan sertifikat hak guna pakai atas aset di Jalan Ampera Nomor 31A dan 33A.

“Penertiban aset yang dilakukan ini merupakan salah satu langkah yang dilakukan PT KAI Daop 3 Cirebon untuk mengamankan aset negara agar tidak disalahgunakan,” ungkapnya.

Sebelum dilakukan penertiban, menurut Luqman, PT KAI Daop 3 Cirebon telah melakukan upaya persuasif dan memberikan surat peringatan 1 hingga surat peringatan 3 kepada pihak tersebut untuk mengosongkan aset yang telah ditempati.

“Namun, hingga batas yang ditentukan penghuni tidak ada itikad baik untuk mengosongkan rumah yang ditempati secara sukarela, sehingga dilakukan dengan langkah penertiban,” katanya.

Luqman pun menyayangkan adanya perlawanan dari warga dan tetap berkoordinasi dengan pihak Kepolisian dan TNI, serta melakukan langkah persuasif agar mereka mengetahui bahwa aset tersebut milik PT KAI.

BACA YUK:  Bupati Minta HIPMI Ikut Berperan dalam Pembangunan Kabupaten Cirebon

“Langkah yang kita lakukan tidak serta merta langsung untuk pengosongan karena kami telah melayangkan surat peringatan 1 sampai ketiga,” tandasnya.

Dalam kegiatan penertiban aset milik PT KAI Daop 3 Cirebon sempat diwarnai aksi dorong mendorong dan dilakukan negosiasi dengan penghuni, namun keduanya tetap mempertahankan haknya masing-masing.

Sementara itu, Iswardi Cahyana, selaku Ketua Paguyuban Penempatan Tanah Keraton menyampaikan bahwa warga tetap mempertahankan dengan dasar surat ijin pakai dari keraton.

“Kami hanya penempat saja sesuai dengan surat ijin pakai dari keraton yang ditandatangani pada bulan Februari 2020,” ujarnya kepada awak media.

“Kami hanya ingin bukti otentik kemenangan dari pengadilan, kalau memang pengadilan menyatakan kemenangan terhadap PT KAI kami tidak perlu ada perlawanan,” timpal Safari, Komunitas Warga Ampera.

“Kami akan hengkang bila ada bukti otentik dari pengadilan,” tambahnya.

Bila kita sudah kalah di pengadilan dan sudah kalah dengan hukum tetap, kata Cahyana, kami akan hengkang, tapi ini belum terjadi.

“Proses pengadilan pertama sudah terjadi dan hasilnya NO. PT KAI dinyatakan tidak menang, kami pun pihak warga tidak menang. Artinya harus sama-sama melakukan pembuktian dan gugatan baru,” pungkasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kolega Barbershop Dengan Service dan Barberman No. 1 Kini Hadir di Cirebon ⁣⁣

⁣Cirebon,- Kolega Barbershop kembali melebarkan sayap bisnisnya dengan membuka cabang di berbagai daerah. Kali ini, Kolega Barbershop yang berpusat...

Di Depan Toko Karomah Anak, Para Pedagang Kecil itu Berjuang Melawan Pandemi⁣⁣

⁣Cirebon,- Jam hampir menunjukkan pukul 10.00 pagi, laki-laki separuh baya itu tampak bergegas mendorong gerobak Es Cendol Bandung menuju area depan Toko Karomah Anak,...

Jelang Bulan Puasa, WKM Kuningan Gelar Gowes Munggahan

Cirebon,- Menjelang bulan ramadhan, Warung Kopi Manis (WKM) Kuningan yang berlokasi di Jalan Ir. Soekarno, Kabupaten Kuningan (samping Kuningan Islamic Center) gelar gowes bersama,...

Saung Kopi Gowes Akan Kembangkan Wisata Sawah⁣

Cirebon,- Saung Kopi Gowes (Sakowes) yang beralamat di Jalan Raya Cirebon Girang - Desa Sarwadadi No. 5 Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon resmi melakukan Grand...

More Articles Like This