Kamis, 21 Oktober 2021

Pemkab Cirebon Miliki Tempat Pusat Isolasi Terpadu untuk Pasien Covid-19

Populer

Talaga Langit Milik Ustad Ujang Busthomi Hadirkan Museum Dukun Santet

Cirebon,- Setelah sukses membuka wisata Bukit Cinta Anti Galau, kini Ustad Ujang Busthomi kembali membuka objek wisata Talaga Langit....

Jalan Tol Akses Bandara Kertajati Rampung 100%, Siap Dioperasikan

Majalengka,- Pembangunan jalan tol akses menuju Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati sudah rampung. Akses ini terhubung langsung dengan jalan...

Wagub Jabar Resmikan Wisata Talaga Langit Anti Galau

Cirebon,- Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum meresmikan Talaga Langit Wisata Anti Galau di Desa Sinarancang, Kecamatan Mundu,...

Unjuk Rasa di Jalan Siliwangi, Walikota Cirebon Ajak Audensi

Cirebon,- Dua kelompok organisasi masyarakat/LSM melakukan aksi unjuk rasa di Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Kamis (14/10/2021). Dua kelompok tersebut...

104 Pejabat di Lingkungan Kabupaten Cirebon Dilantik

Cirebon,- Sebanyak 104 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon di rotasi dan mutasi. Pelantikan tersebut berlangsung di Pendopo Bupati...

Cirebon,- Pemerintah Kabupaten Cirebon memiliki tempat pusat isolasi terpadu untuk pasien Covid-19 di Rusunawa Desa Sampiran, Kecamatan Talun.

Rusunawa yang dijadikan tempat isolasi ini merupakan bangunan milik Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati (YPSGJ) Cirebon yang dipinjamkan kepada Pemerintah Kabupaten Cirebon.

Penempatan rusunawa tersebut diresmikan Bupati Cirebon, Drs. H. Imron bersama Dinas Kesehatan, perwakilan dari YPSGJ Cirebon dan instansi terkait.

Loading...

Imron mengatakan, pihaknya mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati Cirebon yang sudah meminjamkan bangunan rusunawa untuk dijadikan lokasi isolasi terpadu pasien Covid-19.

“Dengan adanya tempat isolasi terpadu ini, kami Pemkab Cirebon merasa terbantu karena penanganan pasien Covid-19 akan lebih maksimal karena tempatnya sudah ada,” ujar Imron Jumat (13/8/2021).

Imron menjelaskan, rusunawa ini sangat layak untuk tempat isolasi terpadu bagi pasien Covid-19 di Kabupaten Cirebon. Sebab, semua fasilitas yang ada di bangunan ini sudah lengkap.

BACA YUK:  Alumni Akabri 1999 Gelar Vaksinasi Massal dan Pemberian Sembako di Desa Gebang Mekar

“Tadi saya melihat langsung tempatnya, satu kamar buat dua orang di dalamnya ada AC, kamar mandi di dalam, serta ada tempat minum dan mereka juga nantinya akan dijaga nakes selama 24 jam,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Hj. Enny Suhaeni mengatakan rusunawa milik Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati Cirebon sudah bisa digunakan untuk pasien Covid-19 yang bergejala ringan maupun tidak bergejala.

“Nantinya kepada teman-teman dari puskesmas bisa merujuk pasien Covid-19 untuk dilakukan penanganan di rusunawa ini. Karena ruangan ini bisa menampung 72 pasien Covid-19,” ujarnya.

Enny mengungkapkan, dengan adanya tempat isolasi terpadu ini diharapkan warga yang positif Covid-19 bisa terpantau dalam hal penanganannya.

“Kalau isolasi mandiri di rumah, dikhawatirkan masih berkumpul dengan keluarga dan itu sangat berbahaya. Minimalnya dengan isolasi secara terpadu di tempat ini bisa memutus penyebaran Covid-19 dan pasien bisa terpantau oleh nakes,” katanya.

BACA YUK:  Rapat Bersama Dispora, Komisi III DPRD Kota Cirebon Minta Maksimalkan Potensi Pemuda dan Pembinaan Atlet

Ia pun menjelaskan, biaya dalam penggunaan rusunawa milik YPSGJ Cirebon ini disiapkan melalui anggaran penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon.

“Tidak ada anggaran khusus untuk tempat isolasi terpadu di rusunawa ini semuanya gabung dengan anggaran penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon, ” kata Enny.

Selain itu, tambah Enny, nantinya ada sejumlah nakes yang berjaga di rusunawa tersebut.

“Ada 12 Nakes yang berjaga semua sistemnya shift. Jadi kesepakatan bersama Nakes, tiap tim bekerja full satu minggu dan minggu depannya mereka istirahat,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Tenaga Ahli Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati Cirebon, Prof. Dr. H. Suherli, M.Pd mengatakan pihak YPSGJ secara sukarela meminjamkan bangunan rusunawa untuk penanganan pasien Covid-19 bagi warga Kabupaten Cirebon.

Menurutnya, bangunan ini merupakan bantuan dari kementerian PUPR untuk asrama mahasiswa. Bahkan, saat bangunan itu sudah selesai pada akhir 2020 dan Covid-19 meningkat sehingga mahasiswa harus belajar secara daring.

“Awalnya buat asrama mahasiswa UGJ, tetapi ada Covid-19, mereka belajar secara daring. Dari pada ruangan tidak terpakai dan memang Pemerintah Kabupaten Cirebon membutuhkan untuk penanganan Covid-19 kami pinjamkan secara sukarela demi kepentingan masyarakat,” katanya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Sabut Kelapa, Sumber Energi Terbarukan Pengganti Batu Bara

Cadangan bahan baku penghasil energi yang berasal dari fosil seperti batu bara terus menipis. Di sisi lain, kebutuhan masyarakat...

Aliansi Mahasiswa UGJ Gelar Unjuk Rasa di Jalan Bypass Kota Cirebon

Cirebon,- Aliansi Mahasiswa Universitas Swadaya Gunung Jari (UGJ) menggelar unjuk rasa di Perempatan Lampu Merah Pemuda, Jalan Bypass, Kota Cirebon, Rabu (20/10/2021). Aksi tersebut...

Mengenang Para Pahlawan, HUT Partai Golkar ke-57 Gelar Ziarah dan Tabur Bunga

Cirebon,- DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Kota Cirebon menggelar acara ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Kesenden, Kota Cirebon, Rabu (20/10/2021). Acara...

Akselerasi Implementasi Kampus Merdeka, Tim Program Matching Fund UGJ Gelar Workshop

Cirebon,- Tim Program Matching Fund Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon menggelar kegiatan Workshop Teaching Factory Digital Marketing dan Marketplace Digital Marketing. Kegiatan tersebut...

More Articles Like This