Kamis, 27 Januari 2022

Pemkab Cirebon Izinkan Hiburan Seni dengan Terapkan Protokol Kesehatan

Populer

Bakso Rusuk Joss Sajikan Menu Fenomenal dan Tempat yang Nyaman

Cirebon,- Kamu pecinta bakso? Jangan ngaku pecinta bakso kalau kamu belum coba bakso yang unik, viral dan fenomenal ini,...

Ramaikan Wisata Kuliner, Kedai 1818 Buka Cabang Baru di Sinapeul Majalengka

Cirebon,- Setelah sukses membuka cabang di berbagai daerah, Crab 1818 kini membuka kembali di Majalengka, Sabtu (22/1/2022). Lokasinya berada...

Segera Beralih ke TV Digital, Berikut Rekomendasi Antena TV Digital Terbaik di Tahun 2022

Cirebon,- Berikut ini rekomendasi 12 antena TV digital agar dapat menikmati siaran TV digital. Namun untuk dapat menikmati siaran...

Deteksi Dini Semakin Krusial Cegah Progresivitas Glaukoma, Faktor Anatomis Turut Berpengaruh Memicu Glaukoma Primer Sudut Tertutup Kronis

Jakarta,– Nyaris tak memiliki gejala pada tahap awal, glaukoma berpotensi memberi impak yang lebih fatal: kebutaan permanen. Peningkatan tekanan...

Kerja Sama dengan Kodim 0620/Cirebon, Aston Cirebon Jalani Vaksin Booster COVID-19

Cirebon,- Aston Cirebon Hotel & Convention Center menggelar vaksinasi COVID-19 dosis ketiga atau booster untuk seluruh karyawan, Sabtu (22/1/2022)....

Cirebon,- Para pekerja seni yang tergabung dalam Aliansi Seniman Cirebon (ASC) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati Cirebon, Jumat (10/7/2020).

Dalam aksinya, ratusan pekerja seni menuntut untuk kembali dibukanya aktivitas seni dan budaya di Kabupaten Cirebon.

Asisten Daerah (Asda) Bidang Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Cirebon, Hilmy Rivai mengatakan segala harapan yang diinginkan oleh para seniman dikabulkan oleh Bupati Cirebon.

Loading...

“Alhamdulillah, segala harapan yang diinginkan oleh para seniman dikabulkan. Pada prinsipnya, Bupati Cirebon sudah memberikan izin atas pelaksanaan seni yang ada di Cirebon,” ujar Hilmy usai menemui para seniman.

Lanjut Hilmy, walaupun sudah diberikan izin untuk pelaksanaan seni, tentunya harus melaksanakan protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

BACA YUK:  Bupati Cirebon dan Wakil Wali Kota Cirebon Sepakat Jalin Kerja Sama Kedua Wilayah

“Kadisbudparpora Kabupaten Cirebon telah menyiapkan standar personal prosedur, baik untuk seniman, yang punya hajat, dan event organizer. Insyaallah semuanya akan diatur,” ungkapnya.

Menurut Hilmy, para seniman pun menuntut terkait perizinan, karena khawatir Bupati telah mengizinkan, tapi di kecamatan, desa belum mengizinkan.

“Insyaallah, kalau sudah di Perbup (Peraturan Bupati) kan dan sudah sudah ditandatangani juga oleh Forkopimda, nanti akan disebar ke seluruh kecamatan dan desa, agar tidak terjadi perbedaan persepsi,” jelasnya.

Namun memang, kata Hilmy, ada beberapa catatan yaitu ada 7 desa di Kabupaten Cirebon yang masih masuk dalam zona merah, harus berkoordinasi dengan gugus tugas setempat.

“Pengawasan akan kita serahkan pada gugus tugas di daerah masing-masing di kecamatan. Nanti, dari TNI dan Polri akan membantu mengawasi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Cirebon, Hartono menjelaskan untuk ketentuan standar operasional prosedur (SOP) sudah disiapkan, dan hari ini setelah Perbup itu diundangkan maka SOP juga akan disebarkan.

BACA YUK:  Cegah Kerumunan, Dua Alun-alun di Kota Cirebon Dipasang Satpol PP Line

“Bukan hanya seni, semua unsur pariwisata dan kebudayaan di Kabupaten Cirebon diizinkan, tetapi dengan catat adaptasi kebiasaan baru maka tetap protokol kesehatan diutamakan,” ujarnya.

Untuk panggung pertunjukan, menurut Hartono, sudah menyusun SOP nya dan ada tiga hal yaitu untuk panitia, seniman, dan penonton.

“Panitia memiliki ketentuan dan harus bertanggung jawab terhadap segalanya protokol kesehatan. Seniman juga ada aturannya, dan penonton juga ada aturannya,” jelas Hartono.

“Tuan hajat yang menanggap pertunjukan mengundang penonton, harus bertanggung jawab terhadap penonton. Di samping, penontonnya itu sendiri menjaga kesehatan, tetapi tuan hajat dan panitia bertanggung jawab terhadap protokol kesehatan,” tambahnya.

Bila semua tidak mengikuti peraturan yang sudah ditetapkan, Hartono menambahkan, akan diberikan sanksi, karena yang mengawasi selain kepala desa, ada tim gugus tugas kecamatan, dan petugas TNI/Polri.

“Dalam SOP itu jelas, bahwa ijin dikeluarkan selain dikeluarkan oleh kepolisian, tapi ada rekomendasi dari gugus tugas Covid-19 tingkat Kecamatan. Karena masih ada beberapa desa yang masuk zona merah,” tandasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Tayang Hari ini, Cast Film Ben & Jody Ngobrol Sore di Kota Cirebon

Cirebon,- Pemeran utama film Ben & Jody karya Angga Dwimas Sasingko di bawah rumah produksi Visinema Pictures menggelar acara...

Elevated Track Railway di Kota Cirebon Sedang Dikaji, Butuh Rp 5.6 Triliun Sepanjang 7 KM

Cirebon,- Wali Kota Cirebon sudah mengusulkan terkait perlintasan kereta api sebidang kepada Menko Marves, Menteri Perekonomian, dan juga Menteri Perhubungan pada 30 Desember 2021...

Gudang2Go Hadir Mendorong Digitalisasi Pergudangan

Jakarta,– Mendorong digitalisasi pergudangan di Indonesia, PT Mahardika Digital Distribusi resmi meluncurkan Gudang2Go, startup marketplace pergudangan online yang menghubungkan bisnis digital, UMKM, dan perusahaan...

Sekda Kota Cirebon Imbau Untuk Menunda Perjalanan ke Daerah Episentrum

Cirebon,- Untuk mencegah penyebaran COVID-19 varian Omicron, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Agus Mulyadi meminta untuk menunda perjalanan keluar kota, terutama daerah episentrum. Saat...

More Articles Like This