Rabu, 12 Agustus 2020

Pemkab Cirebon Izinkan Hiburan Seni dengan Terapkan Protokol Kesehatan

Populer

Inilah Tambahan 16 Kasus Baru Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon

Cirebon,- Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon bertambah 16 kasus baru. Penambahan baru tersebut merupakan kasus ke-79 sampai...

8 Orang Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan Lalu Lintas di Tol Cipali

Cirebon,- Delapan orang tewas dalam kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Tol Cikopo - Palimanan (Cipali) KM 184.300, Senin...

Budidaya Ikan Dalam Ember Semakin Diminati di Tengah Pandemi⁣

Cirebon,- Budidaya ikan lele dan ikan patin merupakan salah satu peluang usaha dengan keuntungan yang sangat menggiurkan. Bahkan, untuk...

Sentosa Live Seafood Market Hadir di Kota Cirebon

Cirebon,- Sentosa Live Seafood Market by Kharisma hadir di Kota Cirebon. Restoran Seafood hidup pertama di Kota Cirebon ini...

Terkait Pengukuhan Polmak Oleh Keturunan Sultan Kasepuhan XI, Putra Mahkota Angkat Bicara

Cirebon,- Keturunan Sultan Keraton Kasepuhan Cirebon XI, Radja Jamaludin Aluda Tajul Arifin, Rahardjo Djali mengukuhkan dirinya sebagai Polmak atau...

Cirebon,- Para pekerja seni yang tergabung dalam Aliansi Seniman Cirebon (ASC) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati Cirebon, Jumat (10/7/2020).

Dalam aksinya, ratusan pekerja seni menuntut untuk kembali dibukanya aktivitas seni dan budaya di Kabupaten Cirebon.

Asisten Daerah (Asda) Bidang Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Cirebon, Hilmy Rivai mengatakan segala harapan yang diinginkan oleh para seniman dikabulkan oleh Bupati Cirebon.

Loading...

“Alhamdulillah, segala harapan yang diinginkan oleh para seniman dikabulkan. Pada prinsipnya, Bupati Cirebon sudah memberikan izin atas pelaksanaan seni yang ada di Cirebon,” ujar Hilmy usai menemui para seniman.

Lanjut Hilmy, walaupun sudah diberikan izin untuk pelaksanaan seni, tentunya harus melaksanakan protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

“Kadisbudparpora Kabupaten Cirebon telah menyiapkan standar personal prosedur, baik untuk seniman, yang punya hajat, dan event organizer. Insyaallah semuanya akan diatur,” ungkapnya.

Menurut Hilmy, para seniman pun menuntut terkait perizinan, karena khawatir Bupati telah mengizinkan, tapi di kecamatan, desa belum mengizinkan.

“Insyaallah, kalau sudah di Perbup (Peraturan Bupati) kan dan sudah sudah ditandatangani juga oleh Forkopimda, nanti akan disebar ke seluruh kecamatan dan desa, agar tidak terjadi perbedaan persepsi,” jelasnya.

Namun memang, kata Hilmy, ada beberapa catatan yaitu ada 7 desa di Kabupaten Cirebon yang masih masuk dalam zona merah, harus berkoordinasi dengan gugus tugas setempat.

“Pengawasan akan kita serahkan pada gugus tugas di daerah masing-masing di kecamatan. Nanti, dari TNI dan Polri akan membantu mengawasi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Cirebon, Hartono menjelaskan untuk ketentuan standar operasional prosedur (SOP) sudah disiapkan, dan hari ini setelah Perbup itu diundangkan maka SOP juga akan disebarkan.

“Bukan hanya seni, semua unsur pariwisata dan kebudayaan di Kabupaten Cirebon diizinkan, tetapi dengan catat adaptasi kebiasaan baru maka tetap protokol kesehatan diutamakan,” ujarnya.

Untuk panggung pertunjukan, menurut Hartono, sudah menyusun SOP nya dan ada tiga hal yaitu untuk panitia, seniman, dan penonton.

“Panitia memiliki ketentuan dan harus bertanggung jawab terhadap segalanya protokol kesehatan. Seniman juga ada aturannya, dan penonton juga ada aturannya,” jelas Hartono.

“Tuan hajat yang menanggap pertunjukan mengundang penonton, harus bertanggung jawab terhadap penonton. Di samping, penontonnya itu sendiri menjaga kesehatan, tetapi tuan hajat dan panitia bertanggung jawab terhadap protokol kesehatan,” tambahnya.

Bila semua tidak mengikuti peraturan yang sudah ditetapkan, Hartono menambahkan, akan diberikan sanksi, karena yang mengawasi selain kepala desa, ada tim gugus tugas kecamatan, dan petugas TNI/Polri.

“Dalam SOP itu jelas, bahwa ijin dikeluarkan selain dikeluarkan oleh kepolisian, tapi ada rekomendasi dari gugus tugas Covid-19 tingkat Kecamatan. Karena masih ada beberapa desa yang masuk zona merah,” tandasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kendaraan Elf yang Terlibat Kecelakaan di Cipali Diduga Ada Pelanggaran Trayek Angkutan Umum

Cirebon,- Kendaraan mikrobus jenis elf bernomor polisi D-7013-AN yang terlibat kecelakaan lalu lintas di Tol Cipali KM 184.300 pada...

Kasus Kecelakaan Lalu Lintas Cipali Masuk Tahap Penyidikan

Cirebon,- Kasus kecelakaan lalu lintas di Tol Cikopo - Palimanan (Cipali) KM 184.300 yang mengakibatkan 8 orang meninggal dunia dan belasan luka-luka pada Senin...

Aston Cirebon Hotel Gelar Donor Darah dengan Menerapkan Protokol Kesehatan

Cirebon,- Aston Cirebon Hotel & Convention Center menggelar kegiatan donor darah yang berlangsung di Onyx Room Aston Cirebon Hotel, Selasa (11/8/2020).Aksi sosial donor darah...

Pertashop Pertamina Hadir di 19 Provinsi, Siap Layani Masyarakat Desa

Jakarta,- PT Pertamina (Persero) terus menjalankan program pembangunan Pertamina Shop (Pertashop) di seluruh wilayah Indonesia. Hingga Agustus 2020, mini outlet Pertashop telah hadir di...

13 Korban Kecelakaan Cipali Masih Perawatan dan 2 Orang Sudah Diperbolehkan Pulang

Cirebon,- Korban kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Tol Cikopo - Palimanan KM 184.300 pada Senin (10/8/2020) kemarin masih menjalani perawatan di Rumah Sakit...

More Articles Like This