Rabu, 27 Oktober 2021

Pemkab Cirebon akan Kaji Ulang Pembelajaran Tatap Muka ⁣

Populer

Nasabah BRI Cirebon Kartini Dapat Hadiah Mobil dari Panen Hadiah Simpedes

Cirebon,- Kantor Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cirebon Kartini menggelar undian Panen Hadiah Simpedea (PHS) periode pertama tahun 2021....

Satreskrim Polresta Cirebon Amankan Delapan Pelaku Penganiayaan

Cirebon,- Jajaran Satreskrim Polresta Cirebon mengamankan delapan pelaku penganiayaan. Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang korban meninggal dunia dan dua korban...

Kecintaan Hariyani Prasetyaningtyas terhadap Dunia Perpustakaan Membuahkan Banyak Prestasi

Cirebon,- Kecintaan di bidang perpustakaan, dirasakan oleh Hariyani Prasetyaningtyas. Seorang librarian yang bekerja di BPK Penabur Cirebon sejak tahun...

BI Fast Payment Siap Diluncurkan, Biaya Transfer Antarbank Hanya Rp 2.500

Jakarta,- Pakai BI Fast Payment, transaksi antarbank untuk Rp 250 juta hanya dengan biaya Rp 2.500 per transaksi. Implementasi...

Inilah Tradisi Muludan Tiap Tahun Masyarakat Argasunya Kota Cirebon

Cirebon, — Ribuan santri dan warga ikut memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Piderma, Sumur Loa, Kelurahan...

Cirebon,- Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon akan mengkaji ulang pembelajaran tatap muka bagi Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), mengingat Kabupaten Cirebon kembali masuk dalam zona merah.⁣

Pembelajaran tatap muka di Kabupaten Cirebon rencananya akan dimulai pada tanggal 11 Januari 2021 bersama dengan 12 Kabupaten/Kota di Jawa Barat yang siap melaksanakan pembelajaran tatap muka.⁣

“Kita akan mempersiapkan sekolah mana yang sudah siap menerapkan protokol kesehatan. Kemudian bersama Satgas, daerah mana yang tidak masuk dalam zona merah,” ujar Bupati Cirebon, Drs. H. Imron saat ditemui di Puskesmas Talun, Rabu (6/1/2021).⁣

BACA YUK:  2 Kota Sekaligus! FIFGroup Fest Beri Kejuatan Promo di Samarinda dan Balikpapan



Menurut Imron, tidak semua sekolah yang melaksanakan pembelajaran tatap muka, namun melihat dari daerah yang tidak masuk dalam zona merah.⁣

“Tidak semua sekolah, hanya wilayah yang hijau. Tadinya sudah siap di bulan Januari ini, tapi karena sekarang zona merah jadi kita kaji dulu bersama Satgas,” ungkap Imron.⁣

Imron menjelaskan, pertimbangan mengajukan pembelajaran tatap muka, karena di wilayah kabupaten Cirebon masih banyak yang tidak mempunyai alat komunikasi untuk pembelajaran daring (dalam jaringan).⁣

“Jadi pertimbangannya dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, peralatan khususnya kepada masyarakat di daerah-daerah. Dan, ada pelajaran tertentu untuk SD, SMP harus perlu adanya praktek-praket, seperti pelajaran agama,” pungkasnya. (AC212)

BACA YUK:  RAPBD Kota Cirebon Tahun 2022 Direncanakan Sebesar Rp 1,3 triliun
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

UGJ Gelar Wisuda Sarjana dan Magister ke-60 dan 61 Tahun 2021

Cirebon,- Wisuda sarjana dan magister ke-60 dan 61 tahun 2021 Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon diselenggarakan di Hotel...

Kawasan Industri di Kota Cirebon Hanya 49,09 Hektar, Perlu Rencana Induk Pembangunan Industri Kota

Cirebon,- Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon menggelar Forum Group Discussion (FGD) terkait rencana pembangunan industri di Kota Cirebon....

Edi Baredi Terpilih Menjadi Ketua Kadin Kabupaten Cirebon

Cirebon,- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Cirebon menggelar Musyawarah Kabupaten (Mukab) VII tahun 2021. Kegiatan tersebut berlangsung di salah satu hotel Jalan Tuparev,...

Satreskrim Polresta Cirebon Amankan Delapan Pelaku Penganiayaan

Cirebon,- Jajaran Satreskrim Polresta Cirebon mengamankan delapan pelaku penganiayaan. Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang korban meninggal dunia dan dua korban lainnya mengalami luka-luka. Kapolresta Cirebon, Kombes...

Kecintaan Hariyani Prasetyaningtyas terhadap Dunia Perpustakaan Membuahkan Banyak Prestasi

Cirebon,- Kecintaan di bidang perpustakaan, dirasakan oleh Hariyani Prasetyaningtyas. Seorang librarian yang bekerja di BPK Penabur Cirebon sejak tahun 1999 sampai dengan saat ini....

More Articles Like This