Kamis, 21 Januari 2021

Pemkab Cirebon akan Kaji Ulang Pembelajaran Tatap Muka ⁣

Populer

Obyek Wisata Baru Tenjo Layar Kuningan Segera Dibuka⁣⁣

⁣Kuningan, - Obyek dan Daya Tarik Wisata Alam (ODTWA) Tenjo Layar merupakan salah satu obyek wisata baru di Kuningan...

Sensasi Makan Durian Montong Petik Langsung dari Pohon di Kopi Montong

Cirebon,- Berada di ketinggian 150 meter di atas permukaan laut (MDPL), agrowisata durian Kopi Montong yang berlokasi di Sindang...

Inilah Tempat Wisata Kuliner di Talun Kabupaten Cirebon dengan Suasana Persawahan ⁣

Cirebon,- Kawasan Jalan Ir. Soekarno, Desa Kecomberan dan desa Sarwadadi Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon kini sudah menjadi tempat tujuan...

Dapur Kampung Kuliner Tawarkan Menu Enak Tapi Murah, Spesial Lele Bakar Kacang

Cirebon,- Berbicara tentang kuliner memang tidak ada habisnya. Apalagi Cirebon menjadi salah satu Kota dengan beraneka ragam kuliner. Banyak rumah...

Produk Kecantikan KF Skin Cosmetics Berikan Apresiasi Kepada Member

Cirebon,- KF Skin Cosmetics TR Team Jawa Barat menggelar acara yang bertajuk Awarding Night atau malam penghargaan bagi para...

Cirebon,- Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon akan mengkaji ulang pembelajaran tatap muka bagi Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), mengingat Kabupaten Cirebon kembali masuk dalam zona merah.⁣

Pembelajaran tatap muka di Kabupaten Cirebon rencananya akan dimulai pada tanggal 11 Januari 2021 bersama dengan 12 Kabupaten/Kota di Jawa Barat yang siap melaksanakan pembelajaran tatap muka.⁣

“Kita akan mempersiapkan sekolah mana yang sudah siap menerapkan protokol kesehatan. Kemudian bersama Satgas, daerah mana yang tidak masuk dalam zona merah,” ujar Bupati Cirebon, Drs. H. Imron saat ditemui di Puskesmas Talun, Rabu (6/1/2021).⁣

BACA YUK:  Serunya Ikut Kelas Lentera Literasi dan Belajar Membuat Novel



Menurut Imron, tidak semua sekolah yang melaksanakan pembelajaran tatap muka, namun melihat dari daerah yang tidak masuk dalam zona merah.⁣

“Tidak semua sekolah, hanya wilayah yang hijau. Tadinya sudah siap di bulan Januari ini, tapi karena sekarang zona merah jadi kita kaji dulu bersama Satgas,” ungkap Imron.⁣

Imron menjelaskan, pertimbangan mengajukan pembelajaran tatap muka, karena di wilayah kabupaten Cirebon masih banyak yang tidak mempunyai alat komunikasi untuk pembelajaran daring (dalam jaringan).⁣

“Jadi pertimbangannya dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, peralatan khususnya kepada masyarakat di daerah-daerah. Dan, ada pelajaran tertentu untuk SD, SMP harus perlu adanya praktek-praket, seperti pelajaran agama,” pungkasnya. (AC212)

BACA YUK:  Sembuh dari Covid-19, Bupati Cirebon Donor Plasma Darah
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Agrowisata dan Edukasi Griya Hidroponik Tawarkan Konsep Petik Sendiri⁣

Cirebon,- Griya Hidroponik Cirebon yang berada di Jalan Sultan Ageng Tirtayasa, Kedawung, Kabupaten Cirebon menjual segala macam produk sayuran...

Ratusan Warga Binaan Lapas Narkotika Cirebon Jalani Swab Test

Cirebon,- Ratusan warga binaan Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas II A Cirebon Gintung menggelar swab test, Kamis (21/01/2021). Pemeriksaan swab test yang berlangsung di Lapas...

Dengan Tampilan Baru, PT CDPB Cirebon Luncurkan New Car Pick Up

Jakarta,- Memasuki tahun 2021, PT Cinta Damai Putera Bahagia (CDPB) meluncurkan New Carry Pick Up yang hadir dengan tampilan baru. Acara peluncuran kendaraan niaga andalan...

Tumbuhkan Generasi Cinta Al-Quran Sejak Dini Bersama Al Madeena Islamic School

Cirebon,- Al Madeena Islamic School merupakan tempat belajar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang berbasis Islami. Sekolah yang menumbuhkan generasi global yang bertakwa, cerdas,...

ACT Ajak Masyarakat Cirebon Layarkan Kapal Kemanusiaan Ke Sulawesi Barat

Cirebon,- Sejak awal tahun 2021, berbagai peristiwa menimpa bangsa Indonesia. Bencana alam dan musibah terjadi dalam kurun waktu yang sangat singkat. Bencana longsor di...

More Articles Like This