Pemerintah dan Keraton Kasepuhan Cirebon Sepakat Meniadakan Pasar Muludan

Cirebon,- Pemerintah Daerah Kota Cirebon bersama dengan Keraton Kasepuhan bersepakat meniadakan pasar malam atau Muludan di area Keraton Kasepuhan Cirebon.

Karena perkembangan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Cirebon terus meningkat, akhirnya Pemerintah dan Keraton Kasepuhan Cirebon sepakat meniadakan Muludan tahun 2020 ini.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Agus Mulyadi saat dihubungi About Cirebon mengatakan kami sudah melakukan pertemuan dengan Sultan Sepuh XV Keraton Kasepuhan dan sepakat meniadakan Muludan tahun ini.

“Sudah tadi sore kami sowan ke Pak Sultan. Alhamdulillah Pa Sultan dan keluarga Keraton Kasepuhan memahami kondisinya,” ujar Agus kepada About Cirebon, Selasa (22/9/2020).

BACA YUK:  Nama Tidak Boleh Satu Kata, Simak Syarat Baru Pencatatan Dokumen Kependudukan Berikut Ini

Menurut Agus, Sultan Sepuh XV Keraton Kasepuhan akan mengeluarkan maklumat terkait tidak adanya Muludan tahun 2020 ini dan pedagang mematuhi maklumat tersebut.

“Pak Sultan nanti yang akan mengeluarkan maklumat. Kami berharap maklumat Sultan bisa dipatuhi,” ungkapnya.

Terkait kegiatan di keraton lainnya seperti Keraton Kanoman dan Kacirebonan, kata Agus, pemerintah Kota Cirebon akan melakukan silaturahmi.

“Untuk di Keraton Kanoman dan Kacirebonan, nanti kami silaturahmi juga,” tandasnya.

Sementara itu, Sultan Sepuh XV Keraton Kasepuhan Cirebon, PRA Luqman Zulkaedin dalam keterangan resminya mengeluarkan maklumat terkait tradisi Muludan pada tahun 2020 ditiadakan.

BACA YUK:  Tinggal 10% Lagi, Vaksinasi Anak 6-11 Tahun di Kota Cirebon Ditargetkan Selesai Sebelum Ramadan

Dalam maklumat tersebut menyebutkan bahwa berdasarkan himbauan dan kebijakan Pemerintah Kota Cirebon dan mencegah serta melindungi masyarakat dari tertular Covid-19, acara tradisi Muludan atau Maulid Nabi Muhammad SAW ditiadakan.

“Pedagang musiman di Alun-alun Keraton Kasepuhan ditiadakan dan upacara tradisi panjang jimat ditiadakan, diganti dengan pembacaan sholawat, dzikir, doa dan kitab barzanji oleh Kaum Masjid Agung, keluarga Sultan, Abdi Dalem, secara terbatas dan mengikuti protokol kesehatan,” ujar Sultan Sepuh XV.

Selain tradisi Muludan dan Panjang Jimat, Luqman menjelaskan, tradisi caps silaturahmi dilaksanakan terbatas dengan mematuhi protokol kesehatan.

BACA YUK:  Siap-siap, 18 Taman di Kota Cirebon akan Dilakukan Pembangunan

“Untuk wisata ziarah, religi, dan budaya seperti Keraton Kasepuhan, Astana Gunung Jati, Taman Goa Sunyaragi, tetap buka dengan mematuhi protokol kesehatan,” bebernya.

Pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga kesehatan dan keselamatan kita dan berdoa agar wabah Covid-19 segera berakhir. (AC212)

(Dilihat: 10 pengunjung)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.