Pementasan Teater Sruet Nyupang Kuntilanak Berkisah tentang Kemiskinan

Cirebon,- Paguyuban Pemuda Idaman Cirebon menggelar pertujukan teater yang berlangsung di Gedung Kesenian Nyi Mas Rarasantang, Jalan Komplek Perkantoran Bima, Kota Cirebon, Sabtu (17/2/2018).

Dalam pertunjukannya, Paguyuban Pemuda Idaman Cirebon menyuguhkan Pementasan Teater Sruet Nyupang Kuntilanak karya Group Tarling Cahya Muda Hj. Dariyah & H. T Ma’mun dan pementasan Reog Bisu. Pementasan tersebut di Sutradarai oleh Ang Gaos Chirbany.

Pertunjukan akan berlangsung selama dua hari yaitu hari Sabtu dan Minggu (17-18 Februari 2018). Setiap harinya diadakan dua kali pementasan, yang pertama pada pukul 14.00 WIB dan pementasan kedua pukul 19.30 WIB.

BACA YUK:  Bulan Desember 2022, Perajin Batik di Indonesia akan Berkumpul di Cirebon

Gaos Lizam Gozali, selaku sutradara Sruet Nyupang Kuntilanak mengatakan, pementasan ini menceritakan tragedi tentang kemiskinan, yakni saat Sruet merupakan ibu yang cinta kepada anak semata wayangnya yang dihina karena tidak mempunyai apa-apa.

“Akhirnya si ibu rela dengan menyupang kuntilanak,” ujarnya kepada About Cirebon, Sabtu (17/2/2018).

Kata dia, makna dari pementasan ini bahwa sebuah keadaan tentang kemiskinan, Sruet Nyupang karena tekanan yang ia dapat dari masyarakat, yang diukur bukan dari kebersamaan tapi dengan materi.

Naskah yang diambil dari tarling asli ini, pertunjukan yang disuguhkan pun menggunakan bahasa Cirebon, karena bahasa Cirebon merupakan bahasa sehari-hari dan lebih dimengerti.

BACA YUK:  Telkomsel Hadirkan Program CSR Bertajuk Telkomsel Jaga Bumi

“Yang perlu diammbil hikmahnya adalah kebersamaan, saling tolong menolong, dan pasti kemiskinan bukanlah sebuah bencana, tapi kemiskinan adalah sebuah keadaan yang tanpa harus dihilangkan,” tandasnya. (AC212)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *