Pembukaan Festival Budaya Sunyaragi 2019 Berlangsung Meriah

0
457

Cirebon,- Festival Budaya Sunyaragi (FBS) 2019 resmi dibuka oleh Sultan Sepuh XIV P.R.A. Arief Natadiningrat, Rabu (26/6/2019).

Acara FBS yang dimulai dari tanggal 26 Juni sampai 30 Juni 2019 akan dimeriahkan dengan berbagai rangkaian acara kebudayaan.

Aston Hotel

Pada acara pembukaan FBS 2019 yang dihadiri oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cirebon, unsur pemerintah Ciayumajakuning, Ketua Museum Indonesia, serta perwakilan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tersebut berlangsung meriah.

Pembukaan FBS 2019 diawali dengan penampilan marching band dari AKMI Suaka Bahari Cirebon, penampilan The Caruban Carnival, dan penampilan flashmob Tari Sintren.

1. Menjadi Kalender Pariwisata Kota Cirebon

Wali Kota Cirebon, Drs. Nashrudin Azis dalam sambutannya mengatakan acara Festival Budaya Sunyaragi ini akan bisa menjadi kalender tetap pariwisata di Kota Cirebon.

“Untuk itu, saya ingatkan kepada Kepala Dinas Pariwisata Kota Cirebon harus bisa mengakomodir kegiatan-kegiatan yang ada di keraton maupun kegiatan budaya dan kesenian,” ujarnya.

Menurut Azis, yang harus kita sadari bahwa masa depan kota, digantungkan pada dunia pariwisata, karena bila tidak mampu mengakomodir potensi budaya, mau dibawa kemana Kota Cirebon.

“Maka, bila tidak mampu memanfaatkan fasilitas dan potensi budaya akan menjadi kota yang tertinggal,” terangnya.

2. Menjadi Kota Pariwisata Terbaik di Jawa Barat

Dalam kesempatan tersebut, Azis mengajak kepada seluruh masyarakat dan Forkopimda untuk bergandengan tangan serta berbaur dengan komponen-komponen lain untuk mewujudkan kota yang mengandalkan pariwisata.

“Wilayah-wilayah tetangga harus menjadi satu kesatuan dan bertekad untuk melakukan koneksi sinergitas pemerintah dengan kesultanan yang diperkuat dengan kolaborasi.

“Bila berkolaborasi, saya yakin akan bisa menjadi kota Pariwisata yang terbaik di Jawa Barat,” tuturnya.

3. Agenda Tahunan

Sementara itu, Sultan Sepuh XIV, PRA. Arief Natadiningrat mengatakan Festival Budaya Cirebon ini merupakan event promosi untuk potensi budaya, pariwisata, kuliner dan kerajinan se-wilayah Ciayumajakuning.

“Jadi setiap tahun Insyaallah, dari semua kabupaten/kota se-wilayah Ciayumajakuning bisa mempromosikan,” ujarnya.

Festival Budaya Sunyaragi, kata Sultan, setiap tahun-tahun berikutnya akan diselenggarakan setiap bulan Juni atau Juli.

“Oleh karenanya, FBS ini akan menjadi agenda tahunan untuk upaya mengenalkan potensi pariwisata, budaya, seni, hingga kerajinan yang ada di wilayah Ciayumajakuning,” tegasnya.

4. Untuk Kemajuan Kebudayaan

Disamping itu, Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Direktorat Jendral Kebudayaan dan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Fitra Adra menyambut positif dengan diselenggarakannya Festival Budaya Sunyaragi 2019.

“Ini adalah bentuk kerja sama kita antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah,” ujarnya kepada About Cirebon.

Lanjut Fitra, pemerintah daerah sudah menyiapkan ruang sebetulnya, bagaimana kedepan kawasan cagar budaya menjadi ruang publik untuk kemajuan kebudayaan.

“Nah, ruang-ruang inilah yang akan menjadikan kedepan itu merawat kebhinekaan. Jadi berbagai hal kita lakukan untuk kemajuan itu sendiri,” bebernya.

“Dan hari ini kita berada di Gua Sunyaragi yang sangat bersejarah, sehingga ini adalah tapak kita untuk bagaimana kedepan lebih baik,” imbuhnya.

5. Penyebaran Pengetahuan Masa Lalu

Festival Budaya Sunyaragi, Fitra menyebutkan bahwa event ini adalah sebagai bentuk penyebaran tentang pengetahuan-pengetahuan masa lalu, untuk kepentingan sekarang dan untuk lebih baik pada masa depan.

“Tentu kegiatan ini tidak terputus sekarang saja, harapan kami bisa bergulir tiap tahun, karena ini adalah festival dan menjadi arena masyarakat dalam rangka melihat perkembangan kemajuan kebudayaan,” jelasnya.

6. Gua Sunyaragi Warisan Nasional

Fitra menambahkan, Gua Sunyaragi sudah menjadi warisan Nasional, tentu tidak hanya diakui oleh Cirebon dan Jawa Barat, tetapi diakui oleh berbagai provinsi di Indonesia.

“Bahwa ini adalah milik bangsa Indonesia. Nilainya itu sudah nasional dan berhak juga kalau memungkinkan diajukan sebagai warisan dunia,” ungkapnya.

“Kita harus bangga itu dan tentu pemeliharaan-pemeliharaan yang dilakukan selama ini perlu kita tingkatkan,” imbuh Fitra.

Oleh karena itu, Festival Budaya Sunyaragi salah satu bentuk bagaimana menghidupkan dan menjembatani masyarakat dengan kawasan cagar budaya. (AC212)