Senin, 29 November 2021

Pembelajaran Tatap Muka di Jabar Akan Dimulai Tahun Ajaran Baru

Populer

UMK Kota Cirebon Tahun 2022 Naik Sebesar Rp. 33 Ribu

Cirebon,- Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cirebon dan Dewan Pengupahan Kota (Depeko) telah menggelar rapat penetapan Upah Minimum Kota...

Barisa Cafe Usung Konsep Pantai Lengkap dengan Pasirnya

Cirebon,- Jika kamu rindu dengan suasana pantai di Bali, kafe ini menghadirkan konsep dengan suasana pantai. Namanya Barisa Cafe,...

Open Bidding di Pemkab Cirebon Minta Pendampingan KPK RI

Cirebon,- Pemerintah Kabupaten Cirebon meminta para pejabat Eselon II yang ikut tes seleksi open bidding mampu membuat inovasi untuk kemajuan...

Kalahkan Petahana, Tukang Becak ini Terpilih Menjadi Kuwu Desa Jungjang

Cirebon,- Pemilihan Kepala Desa (Kuwu) serentak di wilayah Kabupaten Cirebon berlangsung Minggu (21/11/2021). Pemilihan Kuwu tersebut diselenggarakan di 135...

Pengurus Ikatan Alumni UGJ Cirebon Periode 2021 – 2025 Resmi Dilantik

Cirebon,- Pengurus Ikatan Alumni (IKA) Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) periode 2021-2025 resmi dilantik. Pelantikan tersebut berlangsung di Ruang...

Cirebon,- Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana akan memulai belajar tatap muka di tahun ajaran baru atau bulan Juli 2021. Hal tesebut disampaikan Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulim saat meninjau vaksinasi di Pondok Pesantren Khas Kempek, Kami (18/3/2021).

“Saat rapat tugas kemarin hari Senin, Pak Gubernur sudah memberikan izin kepada insan-insan pendidikan untuk melaksanakan tatap muka di bulan Juli 2021 saat tahun ajaran baru,” ujar Uu.

BACA YUK:  Wantannas Kunjungi Kota Cirebon Terkait Manajemen Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Hidup

Menurut Uu, ada syarat untuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka, yakni semua guru sudah divaksin dan daerah tersebut tidak masuk dalam zona merah.

Loading...

“Syaratnya semua guru harus sudah divaksin dan daerahnya tidak masuk dalam zona resiko tinggi atau zona merah,” ungkapnya.

Sampai hari ini, tambah Uu, wilayah di Jawa Barat semakin hebat, seperti Kabupaten Cirebon tidak ada desa atau kelurahan yang masuk zona merah.

“Hanya mungkin di tingkat RT dan RW, dan itu zonanya orange atau zona kuning. Mudah-mudahan situasi tidak seperti ini pada saat bulan Juli bisa dibuka (tatap muka),” kata Uu.

Dengan adanya pembelajaran dalam jaringan (daring), kata Uu, ada dampak negatif dari pemanfaatan gadget yang bukan peruntukannya. Seperti terlalu lama, terlalu banyak bermain game, sehingga berdampak pada kecanduan gadget.

“Dampak dari penggunaan gadget terlalu lama ini, banyak anak-anak yang akhirnya berubah pemikiran, karakter dan lainnya. Bukan dilarang penggunaan gadget bagi anak-anak, tapi harus sesuai dengan peruntukannya dan kemanfaatannya,” pungkas Uu. (AC212)

BACA YUK:  Telkomsel Perkuat Konektivitas dan Hadirkan Pengalaman 5G di Kawasan Mandalika International Street Circuit
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Jalin Kemitraan, RS Sumber Kasih Cirebon Gelar Kompetisi Futsal

Cirebon,- Rumah Sakit Sumber Kasih Cirebon menggelar Futsal Competition bersama mitra kerja. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari 27...

Pondok Yatama Mendunia Gandeng Komunitas Mobil Berdayakan Santri Yatim

Cirebon,- Pondok Yatama Mendunia membuka kesempatan selebar-lebarnya kepada seluruh pihak yang hendak berkontribusi pada pemberdayaan potensi sumber daya manusia desa, khususnya kelompok yatim dan...

Inilah Kopi Bin Rosyad Produksi Desa Guwa Kidul

Cirebon, Guna menjawab tantangan pecinta kopi asli yang sedang digandrungi masyarakat, kini Kuwu Desa Guwa Kidul Kecamatan Kaliwedi Kabupaten Cirebon mengelola produk kopi sachet...

Fotografer, Videografer dan Model Ramaikan Anniversary Wedding Organizer Salsabila yang Kedua

Cirebon, Wedding Organizer (WO) Salsabilah yang beralamat di Desa Karangsambung Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon pada tahun ini berusia dua tahun. Acara anniversary kedua ini...

More Articles Like This