Sabtu, 8 Mei 2021

Pembelajaran Tatap Muka di Jabar Akan Dimulai Tahun Ajaran Baru

Populer

Penyekatan Mulai 6-17 Mei, Ini Kata Kasatlantas Polres Cirebon Kota⁣⁣

⁣⁣Cirebon,- Satuan lalu lintas (Satlantas) Polres Cirebon Kota akan melakukan penyekatan larangan mudik. Penyekatan akan berlangsung mulai tanggal 6...

Pra Pengetatan Mudik, Satlantas Polres Cirebon Kota Putar Balik Pemudik di Kedawung

Cirebon,- Pra mudik lebaran dari tanggal 22 April hingga 5 Mei 2021, Satlantas Polres Cirebon Kota melakukan operasi penyekatan...

Selama Ramadan, Citradream Hotel Hadirkan Paket Buka Puasa Rp. 60 ribu Makan Sepuasnya⁣

Cirebon,- Selama bulan Ramadan, Citradream Hotel Cirebon yang berlokasi di Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon menghadirkan promo menarik....

Kepala Daerah di Ciayumajakuning Sepakati Fleksibilitas Perbatasan Selama Larangan Mudik

Cirebon,- Kebijakan larangan mudik yang saat ini tengah diterapkan, kini dibahas lima kepala daerah di Cirebon kota/kabupaten, Indramayu, Majalengka,...

Larangan Mudik Dimulai, Satlantas Polres Cirebon Kota Putar Balik Pemudik

Cirebon,- Satuan Lalulintas Polres Cirebon Kota mulai melakukan penyekatan kendaraan pemudik. Sebanyak kurang lebih 80 kendaraan pemudik diputarbalikan di...

Cirebon,- Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana akan memulai belajar tatap muka di tahun ajaran baru atau bulan Juli 2021. Hal tesebut disampaikan Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulim saat meninjau vaksinasi di Pondok Pesantren Khas Kempek, Kami (18/3/2021).

“Saat rapat tugas kemarin hari Senin, Pak Gubernur sudah memberikan izin kepada insan-insan pendidikan untuk melaksanakan tatap muka di bulan Juli 2021 saat tahun ajaran baru,” ujar Uu.

BACA YUK:  Blooma Farm & Cafe, Tawarkan Konsep Cafe dan Perkebunan Organik & Hidroponik di Tengah Kota⁣

Menurut Uu, ada syarat untuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka, yakni semua guru sudah divaksin dan daerah tersebut tidak masuk dalam zona merah.

Loading...

“Syaratnya semua guru harus sudah divaksin dan daerahnya tidak masuk dalam zona resiko tinggi atau zona merah,” ungkapnya.

Sampai hari ini, tambah Uu, wilayah di Jawa Barat semakin hebat, seperti Kabupaten Cirebon tidak ada desa atau kelurahan yang masuk zona merah.

“Hanya mungkin di tingkat RT dan RW, dan itu zonanya orange atau zona kuning. Mudah-mudahan situasi tidak seperti ini pada saat bulan Juli bisa dibuka (tatap muka),” kata Uu.

Dengan adanya pembelajaran dalam jaringan (daring), kata Uu, ada dampak negatif dari pemanfaatan gadget yang bukan peruntukannya. Seperti terlalu lama, terlalu banyak bermain game, sehingga berdampak pada kecanduan gadget.

“Dampak dari penggunaan gadget terlalu lama ini, banyak anak-anak yang akhirnya berubah pemikiran, karakter dan lainnya. Bukan dilarang penggunaan gadget bagi anak-anak, tapi harus sesuai dengan peruntukannya dan kemanfaatannya,” pungkas Uu. (AC212)

BACA YUK:  DKIS Kota Cirebon Resmikan Co-Working Space Untuk Umum
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

PHRI dan IHGM Cirebon Gelar Sertifikasi Assesor

Cirebon,- Pandemi Covid-19 membuat dunia perhotelan dan pariwisata di Jawa Barat, khususnya di Kota Cirebon terpuruk. Imam Reza Hakiki...

The Cartel Katiasa Gym Kembali Salurkan Bantuan di Bulan Ramadan

Cirebon,- The Cartel, Komunitas Katiasa Gym Cirebon kembali menggelar bakti sosial (Baksos) di bulan Ramadan. Kali ini, anggota The Cartel Katiasa Gym memberikan sembako...

Tenaga Ahli KSP RI: Situasi Mudik Tahun 2021 Berbeda Dengan Tahun Lalu

Cirebon,- Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja di Kota Cirebon. Dalam kunjungan kali ini, KSP RI meninjau pelaksanaan penyekatan...

Yogya Grand Cirebon Tawarkan Banyak Fasilitas Menarik dan Bertabur Diskon

Cirebon,- Yogya Grand Cirebon terus berinovasi memberikan pelayanan dan fasilitas terbaiknya untuk para pelanggan. Terlebih, selama ramadan ini pihaknya menawarkan diskon gede-gedean hingga 50%. Seperti...

More Articles Like This