Kamis, 28 Oktober 2021

Pembatasan Aktivitas di Kota Cirebon Berdampak Pada Pemulihan Ekonomi

Populer

Nasabah BRI Cirebon Kartini Dapat Hadiah Mobil dari Panen Hadiah Simpedes

Cirebon,- Kantor Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cirebon Kartini menggelar undian Panen Hadiah Simpedea (PHS) periode pertama tahun 2021....

Satreskrim Polresta Cirebon Amankan Delapan Pelaku Penganiayaan

Cirebon,- Jajaran Satreskrim Polresta Cirebon mengamankan delapan pelaku penganiayaan. Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang korban meninggal dunia dan dua korban...

Kecintaan Hariyani Prasetyaningtyas terhadap Dunia Perpustakaan Membuahkan Banyak Prestasi

Cirebon,- Kecintaan di bidang perpustakaan, dirasakan oleh Hariyani Prasetyaningtyas. Seorang librarian yang bekerja di BPK Penabur Cirebon sejak tahun...

BI Fast Payment Siap Diluncurkan, Biaya Transfer Antarbank Hanya Rp 2.500

Jakarta,- Pakai BI Fast Payment, transaksi antarbank untuk Rp 250 juta hanya dengan biaya Rp 2.500 per transaksi. Implementasi...

Inilah Tradisi Muludan Tiap Tahun Masyarakat Argasunya Kota Cirebon

Cirebon, — Ribuan santri dan warga ikut memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Piderma, Sumur Loa, Kelurahan...

Cirebon,- Pemerintah Daerah Kota Cirebon kembali memberlakukan pembatasan aktivitas masyarakat dan juga pengalihan arus lalu lintas hingga akhir Oktober 2020.

Pemberlakuan tersebut tertuang dalam Surat aedaran (SE) Walikota Cirebon nomor 443/SE.71-ADM.PEM-UM tanggal 6 Oktober 2020 yang berisi pembatasan aktivitas masyarakat dimulai tanggal 9 sampai 31 Oktober 2020.

Pembatasan aktivitas masyarakat tersebut, upaya pemerintah Kota Cirebon dalam menekan penyebaran Covid-19. Namun, dengan adanya kebijakan tersebut berdampak pada sektor pariwisata.

Loading...

Menurut salah satu pelaku pariwisata di Kota Cirebon, Adji Priatna mengatakan bahwa pengalihan arus dampaknya tidak terlalu signifikan, akan tetapi pembatasan aktivitas masyarakat yang sangat berdampak.

BACA YUK:  Bulan Oktober, Hotel Santika Cirebon Hadirkan Menu Khas Sulawesi

“Bukan hanya dari sektor pariwisata saja yang terdampak karena pembatasan aktivitas di Kota Cirebon, tapi berdampak besar juga bagi pedagang yang berjualan mulai sore hari,” ujar Adji saat dihubungi About Cirebon, Jumat (16/10/2020).

Menurut Adji, dengan adanya pembatasan aktivitas atau jam malam bukan saja merugikan para pengusaha, tapi merugikan bagi Pemerintah sendiri dalam hal ini PAD (Penghasilan Asli Daerah).

“Kenapa PAD juga rugi, karena saya amati keramaian pada malam hari justru terjadi di wilayah tetangga (Kabupaten Cirebon). Banyak warga kota yang akhirnya mencari tempat di wilayah Kabupaten Cirebon,” ungkapnya.

Bahkan, tambah Adji, efektivitas pada jam malam juga diragukan, karena malam hari sebagian masyarakat sudah pulang ke rumah. Apalagi yang dijaga, yang keluar pada malam hari hanya segelintir orang saja.

“Sedangkan pada siang hari di Kota Cirebon masyarakat yang beraktivitas lebih dari 1 juta orang dengan berbagai potensi kerumunan. Sehingga saya melihat pembatasan jam malam ini tidak efektif,” katanya.

Sebelum adanya pembatasan aktivitas ini kata Adji, walaupun di tengah Pandemi penurunan memang di atas 50 persen dibandingkan sebelum Pandemi. Tapi, menurut Adji, perusahaan masih bisa bernafas terutama untuk membayar gaji karyawan.

BACA YUK:  Bulan Oktober, Hotel Santika Cirebon Hadirkan Menu Khas Sulawesi

“Sekarang dengan adanya pembatasan aktivitas pemasukan paling besar 10 persen dibanding normal. Untuk operasional saja tidak terpenuhi, apalagi gaji karyawan,” jelasnya.

Oleh kerena itu, kata Adji, pemerintah seyogyanya kebijakan itu bisa ditinjau kembali. Karena bukan hanya sektor pariwisata saja yang terdampak, namun pedagang kecil pada malam hari juga terdampak. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Lantik Tujuh Kepala Sekolah, Walikota Cirebon Pesan Lakukan Manajemen Pendidikan

Cirebon,- Wali Kota Cirebon, Drs. Nashrudin Azis melantik tujuh Kepala Sekolah (Kepsek) tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kota Cirebon....

Peringati Maulid Nabi, Masjid Al-Maksudhi Hadirkan Gus Miftah

Cirebon,- Masjid Al-Maksudhi yang berlokasi di Jalan Sultan Ageng Tirtayasa, Desa Kedungjaya, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon menggelar pengajian, Selasa (26/10/2021) malam. Kegiatan ini berkolaborasi...

DPW Partai Nasdem Jabar Calonkan Eti Herawati sebagai Wali Kota Cirebon 2024

Cirebon,- DPW Partai Nasdem Jawa Barat menargetkan meraih dua kursi DPR RI, dua kursi DPR Provinsi, tujuh kursi DPRD Kota Cirebon pada pemilu 2024....

Kawasan Industri di Kota Cirebon Hanya 49,09 Hektar, Perlu Rencana Induk Pembangunan Industri Kota

Cirebon,- Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon menggelar Forum Group Discussion (FGD) terkait rencana pembangunan industri di Kota Cirebon....

More Articles Like This