Sabtu, 24 Oktober 2020

Pembatasan Aktivitas di Kota Cirebon Berdampak Pada Pemulihan Ekonomi

Populer

39 Nakes Positif Covid-19, Layanan di RSD Gunung Jati Tutup Selama 6 Hari

Cirebon,- Rumah Sakis Daerah (RSD) Gunung Jati Cirebon kembali menutup sementara pelayanan mulai tanggal 22 sampai 27 Oktober 2020. Sebelumnya,...

Bupati Cirebon Bolehkan Belajar Tatap Muka Bagi Kecamatan Zona Hijau

Cirebon,- Beberapa sekolah di Kabupaten Cirebon mulai memberlakukan belajar tatap muka. Bupati Cirebon, Drs. H. Imron meminta tetap menjaga...

Nakes RSD Gunung Jati Positif Covid-19, Ini Penjelasan Rumah Sakit

Cirebon,- Pihak Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati Kota Cirebon memberikan penjelasan terkait penutupan sementara sejumlah pelayanan. Penutupan sementara untuk...

Indonesia Fortuner Community Gelar Bakti Sosial di Objek Wisata Telaga Biru

Kuningan,- Indonesia Fortuner Community (IFC) menggelar bakti sosial dengan memberikan bantuan sembako untuk warga Desa Kaduela Kecamatan Pasawahan Kabupaten...

Siswa MANU Putra Buntet Cirebon Lolos Parlemen Remaja DPR RI

Cirebon,- Siswa kelas XII Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama (MANU) Putra Buntet Pesantren Cirebon, Alif Luqman Jayadi (18) lolos menjadi...

Cirebon,- Pemerintah Daerah Kota Cirebon kembali memberlakukan pembatasan aktivitas masyarakat dan juga pengalihan arus lalu lintas hingga akhir Oktober 2020.

Pemberlakuan tersebut tertuang dalam Surat aedaran (SE) Walikota Cirebon nomor 443/SE.71-ADM.PEM-UM tanggal 6 Oktober 2020 yang berisi pembatasan aktivitas masyarakat dimulai tanggal 9 sampai 31 Oktober 2020.

Pembatasan aktivitas masyarakat tersebut, upaya pemerintah Kota Cirebon dalam menekan penyebaran Covid-19. Namun, dengan adanya kebijakan tersebut berdampak pada sektor pariwisata.

Loading...

Menurut salah satu pelaku pariwisata di Kota Cirebon, Adji Priatna mengatakan bahwa pengalihan arus dampaknya tidak terlalu signifikan, akan tetapi pembatasan aktivitas masyarakat yang sangat berdampak.

BACA YUK:  Buat Dirimu Nyaman di Rumah dan Bergabunglah Bersama Resso

“Bukan hanya dari sektor pariwisata saja yang terdampak karena pembatasan aktivitas di Kota Cirebon, tapi berdampak besar juga bagi pedagang yang berjualan mulai sore hari,” ujar Adji saat dihubungi About Cirebon, Jumat (16/10/2020).

Menurut Adji, dengan adanya pembatasan aktivitas atau jam malam bukan saja merugikan para pengusaha, tapi merugikan bagi Pemerintah sendiri dalam hal ini PAD (Penghasilan Asli Daerah).

“Kenapa PAD juga rugi, karena saya amati keramaian pada malam hari justru terjadi di wilayah tetangga (Kabupaten Cirebon). Banyak warga kota yang akhirnya mencari tempat di wilayah Kabupaten Cirebon,” ungkapnya.

Bahkan, tambah Adji, efektivitas pada jam malam juga diragukan, karena malam hari sebagian masyarakat sudah pulang ke rumah. Apalagi yang dijaga, yang keluar pada malam hari hanya segelintir orang saja.

“Sedangkan pada siang hari di Kota Cirebon masyarakat yang beraktivitas lebih dari 1 juta orang dengan berbagai potensi kerumunan. Sehingga saya melihat pembatasan jam malam ini tidak efektif,” katanya.

Sebelum adanya pembatasan aktivitas ini kata Adji, walaupun di tengah Pandemi penurunan memang di atas 50 persen dibandingkan sebelum Pandemi. Tapi, menurut Adji, perusahaan masih bisa bernafas terutama untuk membayar gaji karyawan.

BACA YUK:  Mandiri Syariah Optimalkan Restrukturisasi Nasabah dan Siap Salurkan Dana PEN

“Sekarang dengan adanya pembatasan aktivitas pemasukan paling besar 10 persen dibanding normal. Untuk operasional saja tidak terpenuhi, apalagi gaji karyawan,” jelasnya.

Oleh kerena itu, kata Adji, pemerintah seyogyanya kebijakan itu bisa ditinjau kembali. Karena bukan hanya sektor pariwisata saja yang terdampak, namun pedagang kecil pada malam hari juga terdampak. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Warga Cirebon Budidaya Ikan Cupang Hingga Dijual ke Luar Negeri

Cirebon,- Budidaya ikan cupang kini semakin diminati di Indonesia. Pasalnya, bisnis ikan cupang ini sangat menjanjikan omset hingga ratusan...

Daop 3 Cirebon Mencatat Kenaikan Penumpang Sebesar 3 Persen di Bulan Oktober

Cirebon,- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasional (Daop) 3 Cirebon mencatat ada kenaikan volume penumpang sebesar 3 persen pada bulan Oktober 2020. Manager Humas...

Libur Panjang Maulid Nabi, 53 Perjalanan KA Jarak Jauh Melintas di Daop 3 Cirebon

Cirebon,- PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan mengoperasikan sebanyak 53 perjalanan kereta api jarak jauh pada libur cuti bersama Maulid Nabi Muhammad SAW pekan...

Bupati Cirebon Bolehkan Belajar Tatap Muka Bagi Kecamatan Zona Hijau

Cirebon,- Beberapa sekolah di Kabupaten Cirebon mulai memberlakukan belajar tatap muka. Bupati Cirebon, Drs. H. Imron meminta tetap menjaga protokol kesehatan Covid-19. Menurut Imron, untuk...

More Articles Like This