Pemain Film Balada Si Roy Sapa Penonton di Cirebon, ini Pesan yang Disampaikan

Cirebon,- Pemain film Balada Si Roy, Abidzar Al-Ghifari, Jourdy Pranata, dan Omara Esteghlal menyapa penonton di XXI CSB Mall, Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon, Sabtu (21/1/2023). Film yang diadaptasi dari novel karya Gol A Gong sudah tayang secara serentak di bioskop tanah air sejak 19 Januari 2023.

Film keempat dari IDN Pictures ini disutradari oleh Fajar Nugros, yang sebelumnya telah sukses dengan filmnya Srimulat: Hil yang Mustahil dan Film Inang di tahun 2022. Serta ditulis oleh Salman Aristo yang juga menulis beberapa karya film ternama seperti Laskar Pelangi dan Ayat-Ayat Cinta.

Seperti novelnya, film ini juga akan menyajikan kisah dan petualangan Roy yang meliputi berbagai aspek kehidupan yang kompleks, mulai dari pencarian jati diri, persahabatan, dan cinta dengan latar wajah masyarakat Indonesia di tahun 1980-an. Lebih dalam dari sekedar kisah cinta remaja, Balada Si Roy hadir dengan konflik yang kuat, baik konflik personal, keluarga, hingga konflik
yang berlatar pada kondisi sosial di era itu.

“Di film ini menceritakan tentang cerita-cerita yang sedang dihadapi oleh Roy saat dirinya mencari rumah. Film ini juga genrenya bermacam-macam yah, bukan hanya sekedar remaja, tapi ada sedikit kondisi politik, hubungan anak dan ibu, percintaan masa-masa sekolah, bahakan ada sedikit taburan mistisnya dalam film ini,” ujar Abidzar saat ditemui About Cirebon, Sabtu (21/1/2023).

BACA YUK:  Pemda Provinsi Jawa Barat Raih Tiga Penghargaan Top Digital Awards 2022

Menurut Abidzar, dalam penggarap film Balada Si Roy ini banyak sekali tantangan yang dihadapi, seperti syuting saat COVID-19 masih tinggi di tahun 2021 dan belum ada vaksin masuk ke Indoneisa. Sehingga saat syuting di 3 kota, betul-betul menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Sedangkan dalam film itu, kita adalah anak-anak yang merdeka, maksudnya kemana aja hayu, tapi karena COVID-19 kita hanya di hotel,” kata Abidzar.

“Saat itu tantangan bukan hanya COVID-19 aja ya, tapi bagaimana caranya kita menghidupkan era tahun 80an, bukan hanya di filmnya saja, tapi benar-benar kita terapin saat proses syuting agar meresap tahun 80an,” timpal Jourdy.

“Ditambah lagi di beberapa tema, yang mungkin bukan paling mayoritas di film ini, bisa dianggap lumayan riskan dan sensitif. Karena isu politik itu salah satu mencerminkan situasi politik dahulu dan mungkin banyak orang mengutip sekarang. Dan bagaimana kita bisa membungkusnya itu agar tidak terlihat sangat menyindir atau menyinggu, itu satu hal yang butuh kita banyak riset,” tambah Omara.

BACA YUK:  Film Sri Asih Tuai Pujian, Berikut Jadwal Tayangnya di Bioskop Cirebon

Film “Balada Si Roy” menampilkan sejumlah pemain muda maupun senior tanah air, diantaranya Abidzar Al-Ghifari, Febby Rastanty, Bio One, Zulfa Maharani, Sitha Marino, Jourdy Pranata, Omara Esteghlal, Yusuf Mahardika, Lulu Tobing, Dede Yusuf, Marthino Lio, dan sederet nama pemeran lainnya. Soundtrack film “Balada Si Roy” juga turut diisi oleh dua musisi berbakat, Fiersa Besari dan Eet Sjahranie.

Menurut Abidzar, dengan film ini dirinya bisa merasakan hidup di tahun 80an, yakni 50-60 persen perannya bisa dirasakan. Atas hal itulah alasan Abidzar mengapa film ini sangat berbeda sekali dengan film-film lainnya.

Dari segi prosesnya, kata Jourdy, film Balada Si Roy tidak melulu romantis, tapi ada sedikit adegan action. Mungkin yang bikin film Balada Si Roy ini berbeda dengan film-film sepantarannya yaitu ada fighting nya juga.

“Jadi, pada saat proses bukan saja menggali bagaimana anak muda di tahun 80an, jadi lumayan berbeda dari film yang lain dan memang entertaint, sehingga tidak membosankan. Bukan hanya tentang romance dan politik saja, tetapi ada action serta horornya,” kata Jourdy.

BACA YUK:  Jawab Keresahan Masyarakat, Polresta Cirebon Beri Imbauan Atas Maraknya Isu Penculikan Anak

Dari film Balada Si Roy, kata Abidzar, pesan yang ingin disampaikan kepada penonton yaitu bagaimana caranya kita bertindak dalam suatu masalah, lebih wise dalam menghadapi sebuah masalah, bahwa selamanya tidak pakai otot. Dan, masalah romance tidak melulu memakai nafsu.

“Di film ini Roy ingin menginformasikan kepada penonton, kalau seusia kita itu adalah usia-usia yang ingin berontak dan kita tidak mau selamanya dikumkum oleh peraturan. Jadi Balada Si Roy ini menampilkan tentang kepercayaan diri seseorang yang tidak takut salah dan tidak takut dengan hal-hal yang lebih besar dari diri dia,” jelas Abidzar.

Abidzar mengajak kepada masyarakat Indoneisa untuk menonton film Balada Si Roy di bioskop terdekat, karena sudah mulai tayang sejak 19 Januari 2023. Kenapa harus nonton ini, kata Abidzar, film ini menceritakan tentang pergerakan buat kalian yang bingung mau bergerak kemana untuk melakukan apapun.

“Film ini bisa menjadi salah satu sarana bagi kalian, karena bergerak di tahun baru ini bisa menjadi diri yang lebih baik lagi,” pungkasnya. (HSY)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *