Selasa, 30 November 2021

Pelaku Jasa Wedding Datangi DPRD Kota Cirebon, ini yang Disampaikan

Populer

UMK Kota Cirebon Tahun 2022 Naik Sebesar Rp. 33 Ribu

Cirebon,- Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cirebon dan Dewan Pengupahan Kota (Depeko) telah menggelar rapat penetapan Upah Minimum Kota...

Barisa Cafe Usung Konsep Pantai Lengkap dengan Pasirnya

Cirebon,- Jika kamu rindu dengan suasana pantai di Bali, kafe ini menghadirkan konsep dengan suasana pantai. Namanya Barisa Cafe,...

Open Bidding di Pemkab Cirebon Minta Pendampingan KPK RI

Cirebon,- Pemerintah Kabupaten Cirebon meminta para pejabat Eselon II yang ikut tes seleksi open bidding mampu membuat inovasi untuk kemajuan...

Pengurus Ikatan Alumni UGJ Cirebon Periode 2021 – 2025 Resmi Dilantik

Cirebon,- Pengurus Ikatan Alumni (IKA) Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) periode 2021-2025 resmi dilantik. Pelantikan tersebut berlangsung di Ruang...

Catat Tanggalnya, TDA Cirebon Gandeng Lintas Institusi Gelar Pesta Wirausaha dan Vaksinasi

Cirebon,- Komunitas Tangan Di Atas (TDA) Cirebon bersama Polres Cirebon Kota, Pemerintah Daerah Kota Cirebon dan komunitas lainnya akan...

Cirebon,- Gabungan Perkumpulan Penyelenggara Pernikahan Indonesia (GPPPI) yang terdiri dari Harpi Melati, PPJI, ASPEDI, dan MCX Indonesia mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cirebon, Jumat (26/6/2020).

Dalam pertemuan tersebut, GPPPI Cirebon ditemui langsung oleh Komisi III DPRD Kota Cirebon untuk menyampaikan terkait pelaksanaan acara resepsi pernikahan.

Retania Primasari, salah satu perwakilan Wedding Organizer mengatakan kehadiran kami ke DPRD untuk hearing, audiensi dan mengemukakan kondisi pengusaha di jasa wedding saat ini yang selama beberapa bulan zero income.

Loading...

Baca Yuk : PSBB Tahap Kedua, Pusat Perbelanjaan Boleh Buka Normal

“Kami tadi hearing, audensi dengan DPRD dengan harapan bisa membantu menyampaikan kepada pihak eksekutif untuk mengeluarkan regulasi tanpa menyalahi aturan protokol kesehatan Covid-19,” ujarnya.

BACA YUK:  JobStreet, Job Platform Bebas Drama, bersama Lazada dan Ninja Xpress Dukung Pertumbuhan UMKM Indonesia

Pihaknya berharap, dengan pertemuan dengan dengan DPDR bisa menjembatani kepada pihak eksekutif untuk mengeluarkan regulasi.

“Mudah-mudahan ada suatu usaha untuk menjadi jembatan mendukung para pelaku jasa yang berkaitan dengan wedding. Kita harapkan secepatnya dan ada satu keputusan dengan segera,” ungkapnya.

Sementara itu, Yoyoh Akodariah, Ketua Aspedi (Asosiasi Pengusaha Dekorasi Indonesia) Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan) menambahkan dengan adanya pandemi ini, yang terdampak kurang lebih ada 1000 orang yang terdiri dari para pelaku jasa event dan wedding di Kota Cirebon.

“Yang terdampak kurang lebih ada 1.000 orang, itu kalau di total kurang dari karyawan di jasa event dan wedding,” ujarnya.

Untuk bertahan ditengah sepinya wedding maupun event, tambah Retania, beralih menjual makanan dan menjual apa saja yang bisa menghasilkan. Artinya, kita tetap bergerak, tetap semangat dan bertahan.

Baca Yuk : Mulai Hari ini Objek Wisata Keraton Kasepuhan, Goa Sunyaragi, dan Makam Sunan Gunung Jati Dibuka Kembali

BACA YUK:  DPRD Kota Cirebon Gelar One Day with Citizen

“Kami tidak sama sekali mendapatkan bantuan dari pemerintah, bahkan kru kami juga tidak dapat. Ini yang kita bikin cemburu, yang diperhatikan hanyalah pekerja informal,” jelasnya.

Dalam pertemuan tersebut, pihaknya telah menyampaikan terkait protokol kesehatan dalam kegiatan wedding dengan memutar video simulasi wedding di tengah pandemi.

Di tempat yang sama, Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon, dr. Tresnawaty mengatakan bahwa kehadiran mereka yaitu ingin mulai diijinkan adanya acara pernikahan.

“Mereka ingin mulai diizinkan acara pernikahan. Mengapa, karena pasar dan mall saja yang sulit dikendalikan sudah diijinkan, apalagi mereka yang semua acaranya bisa diatur oleh mereka,” ujarnya.

“Agar, ekonomi mereka bisa kembali seperti semula, minimal bisa mendekati yang sebelumnya,” tambahnya.

Menurut dr. Tresnawaty, apa yang disampaikan oleh para pelaku usaha jasa pernikahan tersebut masuk akal.

“Insyaallah kami akan sampaikan apa yang menjadi keluhan. Dan ini harus didengar apa yang mereka inginkan dan juga diakomodir,” tandasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kenaikan Harga Minyak Goreng Harus Diredam

Jakarta,- Gejolak kenaikan harga minyak goreng hingga akhir tahun diprediksi masih terus merangkak naik. Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik...

Ratusan ASN di Kota Cirebon Dapat Anugerah Satyalancana Karya Satya

Cirebon,- Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri), Pemerintah Daerah Kota Cirebon memberikan anugerah kepada 218 Aparatur Sipil Negara (ASN). Anugerah...

Tingkatkan Pengalaman Nonton, Telkomsel Jalin Kolaborasi dengan Catchplay+

Jakarta,- Telkomsel berkolaborasi bersama Catchplay+ untuk meningkatkan pengalaman menonton bagi masyarakat dengan membuka akses lebih luas dalam menikmati hiburan digital berkualitas kelas dunia yang...

Jalin Kemitraan, RS Sumber Kasih Cirebon Gelar Kompetisi Futsal

Cirebon,- Rumah Sakit Sumber Kasih Cirebon menggelar Futsal Competition bersama mitra kerja. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari 27 -28 November 2021 di Lapangan...

More Articles Like This