Jumat, 18 September 2020

Pelaku Jasa Wedding Datangi DPRD Kota Cirebon, ini yang Disampaikan

Populer

Mulai Besok, Pemkab Cirebon Berlakukan Sanksi Denda Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan

Cirebon,- Mulai tanggal 15 sampai 19 September 2020 Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon akan menerapkan sanksi bagi masyarakat yang melanggar...

Kopi Gincu Hadir Dengan Konsep Alam di Perkebunan Mangga

Cirebon,- Perkebunan mangga gedong gincu yang ada di Desa Sedong Lor, Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon disulap menjadi Kedai Kopi...

5PM Coffee Hadirkan Konsep Rooftop Dengan View Gunung Ciremai

Cirebon,- Jumlah coffee shop semakin hari semakin meningkat di penjuru kota di Indonesia. Mereka tak hanya menyuguhkan kopi sebagai...

Pemkot Cirebon Gencar Razia Masker, Akhir September Perda Masker Disahkan

Cirebon,- Pemerintah Daerah Kota Cirebon terus melakukan pendisiplinan masyarakat dalam penggunaan masker di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB).Walikota Cirebon,...

49 Kasus Baru Positif Covid-19, Ada yang Isolasi Mandiri dan Ada yang Dirawat

Cirebon,- Kasus Terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon kembali bertambah 49 orang.Sehingga, total kasus konfirmasi positif Covid-19 sampai dengan...

Cirebon,- Gabungan Perkumpulan Penyelenggara Pernikahan Indonesia (GPPPI) yang terdiri dari Harpi Melati, PPJI, ASPEDI, dan MCX Indonesia mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cirebon, Jumat (26/6/2020).

Dalam pertemuan tersebut, GPPPI Cirebon ditemui langsung oleh Komisi III DPRD Kota Cirebon untuk menyampaikan terkait pelaksanaan acara resepsi pernikahan.

Retania Primasari, salah satu perwakilan Wedding Organizer mengatakan kehadiran kami ke DPRD untuk hearing, audiensi dan mengemukakan kondisi pengusaha di jasa wedding saat ini yang selama beberapa bulan zero income.

Loading...

Baca Yuk : PSBB Tahap Kedua, Pusat Perbelanjaan Boleh Buka Normal

“Kami tadi hearing, audensi dengan DPRD dengan harapan bisa membantu menyampaikan kepada pihak eksekutif untuk mengeluarkan regulasi tanpa menyalahi aturan protokol kesehatan Covid-19,” ujarnya.

BACA YUK:  Telkomsel Hadirkan Paket Kuota Belajar 10 GB Hanya Rp. 10

Pihaknya berharap, dengan pertemuan dengan dengan DPDR bisa menjembatani kepada pihak eksekutif untuk mengeluarkan regulasi.

“Mudah-mudahan ada suatu usaha untuk menjadi jembatan mendukung para pelaku jasa yang berkaitan dengan wedding. Kita harapkan secepatnya dan ada satu keputusan dengan segera,” ungkapnya.

Sementara itu, Yoyoh Akodariah, Ketua Aspedi (Asosiasi Pengusaha Dekorasi Indonesia) Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan) menambahkan dengan adanya pandemi ini, yang terdampak kurang lebih ada 1000 orang yang terdiri dari para pelaku jasa event dan wedding di Kota Cirebon.

“Yang terdampak kurang lebih ada 1.000 orang, itu kalau di total kurang dari karyawan di jasa event dan wedding,” ujarnya.

Untuk bertahan ditengah sepinya wedding maupun event, tambah Retania, beralih menjual makanan dan menjual apa saja yang bisa menghasilkan. Artinya, kita tetap bergerak, tetap semangat dan bertahan.

Baca Yuk : Mulai Hari ini Objek Wisata Keraton Kasepuhan, Goa Sunyaragi, dan Makam Sunan Gunung Jati Dibuka Kembali

BACA YUK:  Akibat Refocusing Anggaran, Program Kolecer Sempat Tertunda

“Kami tidak sama sekali mendapatkan bantuan dari pemerintah, bahkan kru kami juga tidak dapat. Ini yang kita bikin cemburu, yang diperhatikan hanyalah pekerja informal,” jelasnya.

Dalam pertemuan tersebut, pihaknya telah menyampaikan terkait protokol kesehatan dalam kegiatan wedding dengan memutar video simulasi wedding di tengah pandemi.

Di tempat yang sama, Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon, dr. Tresnawaty mengatakan bahwa kehadiran mereka yaitu ingin mulai diijinkan adanya acara pernikahan.

“Mereka ingin mulai diizinkan acara pernikahan. Mengapa, karena pasar dan mall saja yang sulit dikendalikan sudah diijinkan, apalagi mereka yang semua acaranya bisa diatur oleh mereka,” ujarnya.

“Agar, ekonomi mereka bisa kembali seperti semula, minimal bisa mendekati yang sebelumnya,” tambahnya.

Menurut dr. Tresnawaty, apa yang disampaikan oleh para pelaku usaha jasa pernikahan tersebut masuk akal.

“Insyaallah kami akan sampaikan apa yang menjadi keluhan. Dan ini harus didengar apa yang mereka inginkan dan juga diakomodir,” tandasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Hari Keempat, 150 Orang Pelanggar Protokol Kesehatan Terjaring Petugas Gabungan di Kabupaten Cirebon

Cirebon,- Sebanyak 150 orang terjaring operasi yustisi protokol kesehatan yang digelar oleh petugas gabungan dari Polresta Cirebon, Kodim 0620/Kabupaten...

Berikan Kenyamanan Pelanggan, Warung Kopi Manis Perluas Bangunan

Cirebon,- Warung Kopi Manis (WKM) yang terletak di Jalan Ir. Soekarno, Desa Kecomberan, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon dengan konsep jadul ini tak henti-hentinya terus...

6.194 KPM PKH di Kabupaten Cirebon Mengundurkan Diri

Cirebon,- Sebanyak 6.194 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Cirebon mengundurkan diri dari kepersertaan bansos PKH selama tahun 2020.Banyaknya penerima...

120.000 KPM PKH Kabupaten Cirebon Segera Terima Bansos Beras

Cirebon,- Kementerian Sosial sudah mulai mendistribusikan Bantuan Sosial Beras (BSB) di beberapa wilayah Indonesia. Salah satunya adalah Kabupaten Cirebon,Jawa Barat.Sebanyak 120.000 KPM (Keluarga Penerima...

More Articles Like This