Pegadaian Area Cirebon Tambah Motivasi dan Sharing Bisnis Melalui Seminar Kewirausahaan

0
21

Cirebon,- PT Pegadaian (Persero) Area Cirebon menyelenggarakan Seminar Kewirausahaan, Kamis (27/9/2018). Bertempat di Grand Tryas Hotel Cirebon, sebanyak 100 peserta seminar yang terdiri dari nasabah Pegadaian turut hadir dalam acara tersebut. 

“Kegiatan ini rutin kami adakan setiap dua kali dalam setahun, tujuannya untuk sharing bisnis antara satu nasabah dengan nasabah lainnya,” ungkap Deputy Bisnis Area Cirebon, Dwi Santoso, SE. MM,. 

Aston Hotel

Dwi mengatakan, tujuan lainnya dari diadakannya  Seminar kewirausahaan ini untuk memberikan pembiayaan masyarakat yang bersifat produktif. Tetapi pihaknya tidak hanya fokus pada pembiayaan, melainkan ada korelasi terkait kelancaran usahanya.

“Untuk selanjutnya, kami terus melakukan maintenance kepada pengusaha, memberikan pembekalan pada nasabah sebagai tambahan pengetahuan usahanya agar menjadi lebih baik melalui seminar seperti ini,” jelasnya.

Dari 100 peserta yang hadir, terdiri dari 50 nasabah pegadaian yang sudah berwirausaha, dan 50 orang lainnya merupakan calon nasabah baru Pegadaian. Mereka datang dari berbagai daerah seperti dari Majalengka, Kuningan, Kota Cirebon, dan Kabupaten Cirebon.

Istana Kerang

“Saya berharap kegiatan ini bisa menginspirasi para nasabah dan juga memotivasi usaha mereka agar lebih maju, dan bagi yang belum memiliki usaha agar bisa memulai usahanya,” tambahnya.

Jika masyarakat bisa berwirausaha dengan lancar, maka akan banyak dampak positif yang ditimbulkan seperti mengembangkan ekonomi kerakyatan, megembangkan ekosistem bisnis di daerah sekitarnya dan menjadi peluang bisnis baru. 

Seminar kewirausahaan ini mengangkat tema “Kisah Inspiratif Pengusaha Muda” dengan menghadirkan Owner Batik Trusmi Cirebon, Sally Giovanny. Dwi berharap kehadiran pemilik Batik Trusmi ini bisa menambah motivasi dan spirit baru untuk menggerakkan jiwa kewirausahaan dan mengembangkan bisnis para nasabah Pegadaian.

Sally pun menceritakan awal mula merintis bisnisnya, perjalanan suka duka menjadi seorang pebisnis batik terbesar di Cirebon.

“Saya memulai bisnis setelah saya menikah, mengawalinya dengan berjualan kain kafan, tapi Alhamdulillah sedikit demi sedikit usaha berjalan dengan proses jatuh bangun,” jelasnya saat menyampaikan seminar.

Hingga kini, bisnis batiknya memiliki banyak cabang di berbagai kota seperti Jakarta, Bandung, dan lainnya.

Bahkan bisnisnya merambah di bidang properti, memiliki yayasan tahfidz dan pondok pesantren, dan lainnya. (AC560)