Kamis, 21 Oktober 2021

Peduli Masyarakat Sekitar, Obim Village & Cafe Resto Bagikan 500 Paket Sembako

Populer

Talaga Langit Milik Ustad Ujang Busthomi Hadirkan Museum Dukun Santet

Cirebon,- Setelah sukses membuka wisata Bukit Cinta Anti Galau, kini Ustad Ujang Busthomi kembali membuka objek wisata Talaga Langit....

Jalan Tol Akses Bandara Kertajati Rampung 100%, Siap Dioperasikan

Majalengka,- Pembangunan jalan tol akses menuju Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati sudah rampung. Akses ini terhubung langsung dengan jalan...

Wagub Jabar Resmikan Wisata Talaga Langit Anti Galau

Cirebon,- Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum meresmikan Talaga Langit Wisata Anti Galau di Desa Sinarancang, Kecamatan Mundu,...

Unjuk Rasa di Jalan Siliwangi, Walikota Cirebon Ajak Audensi

Cirebon,- Dua kelompok organisasi masyarakat/LSM melakukan aksi unjuk rasa di Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Kamis (14/10/2021). Dua kelompok tersebut...

104 Pejabat di Lingkungan Kabupaten Cirebon Dilantik

Cirebon,- Sebanyak 104 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon di rotasi dan mutasi. Pelantikan tersebut berlangsung di Pendopo Bupati...

Cirebon,- Obim Village & Cafe Resto yang berada di Desa Linggarjati, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan menggelar bakti sosial, Jumat (24/9/2021). Dengan mengusung tema “Charity Day” bantuan tersebut diberikan untuk warga sekitar Obim Village & Cafe Resto.

Bantuan berupa sembako ini diserahkan langsung oleh Owner Obim Village & Cafe Resto, Ny. Wie Rudy. Pihaknya langsung mendatangi rumah warga yang membutuhkan satu persatu.

“Charity Day ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat, terutama yang terdampak Pandemi COVID-19. Untuk bantuan di Desa Linggarjati kami berikan sebanyak 500 paket,” ujar Wie Rudy.

Loading...

Menurut Wie Rudy, pihaknya sangat peduli dengan masyarakat sekitar, apalagi kondisi saat ini yang masih dalam Pandemi COVID-19.

“Secara pribadi, saya pengusaha yang tidak profit oriented. Saya melihat ada beberapa PR buat kami management Obim, terutama terkait fasilitas parkir,” ungkapnya.

BACA YUK:  Sampaikan Aspirasi, Warga Cucimanah Kota Cirebon Dapat Bantuan Kursi Roda dan Tongkat

“Saat Sabtu dan Minggu sangat crowded, tapi kami disini ingin tetap hijau, lestari. Makanya ada langkah-langka ke depan yang harus kita pikirkan,” katanya.

Wie Rudy menjelaskan paket sembako yang diberikan kepada masyarakat totalnya ada 5.000 paket. Sedangkan untuk Desa Linggarjati menyalurkan sebanyak 500 paket.

“Kalau kami siapkan ada 5000 paket sembako. Di Desa Linggarjati kami berikan sebanyak 500 paket, sedangkan 4500 paket diberikan di beberapa tempat,” jelasnya.

“Sekali lagi, bantuan paket sembako ini bentuk kepedulian kita kepada masyarakat sekitar yang terdampak COVID-19. Ini juga bentuk syukur kami kepada Allah SWT, ditengah Pandemi usaha kami bisa berdiri dan berjalan sangat baik,” tambahnya.

Mahardika, Manager Obim Village & Cafe Resto menambahkan bahwa langkah ke depan yang akan dilakukan oleh Obim Village & Cafe Resto akan memperbaiki fasilitas parkir hingga pelayanan kepada pengunjung.

BACA YUK:  Program Desa Ramah Perempuan dan Desa Peduli Anak Harus Didukung Langkah Progresif

“Kami akan terus meningkatkan pelayanan kepada pengunjung. Namun, selama satu bulan Obim Village beroperasi, progresnya sudah cukup banyak,” ujarnya.

Di tengah pandemi COVID-19, menurut Mahardika, ketika usaha lain lesu dan banyak yang tutup, Obim bisa menunjukan progres yang baik dari segi bisnis.

“Oleh karena itu, kita ingin berbagi kepada masyarakat sekitar dalam bentuk kepedulian yang diserahkan kepada masyarakat,” jelasnya.

Mahardika menambahkan bahwa selama satu bulan Obim Village & Cafe Resto beroperasi setiap harinya, Senin sampai Kamis rata-rata jumlah nota pengunjung yang datang sekitar 30-45 nota. Sedangkan setiap Jumat sampai Minggu bisa mencapai 150 nota perhari.

“Kita bukan menghitung jumlah pengunjung, tapi kita melihat jumlah not setiap harinya. Kalau dalam satu nota saja bisa 6 sampai 10 orang perhari,” kata Mahardika.

Obim Village & Cafe Resto, tambah Mahardika, pihaknya akan memulai digitalisasi dalam hal pelayanan. Dalam satu bulan ke depan akan menyempurnakan sistem digitalisasi usaha.

“Nanti ke depan bisa reservasi online, pemesanan online. Jadi pengunjung yang ingin membeli produk kami bisa dibawa ke rumah, dipesan dari rumah dan reservasi dari rumah,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ny. Wie Rudy mengucapkan permohonan maaf kepada pengunjung yang memang tidak bisa masuk. Hal ini bukan bermaksud mengecewakan calon pengunjung, tetapi kita harus menjaga lingkungan dan kenyamanan.

BACA YUK:  Siswi SMKN 1 Jamblang Cirebon Jadi Anggota Parlemen Remaja DPR 2021

“Pengunjung di sini, betul-betul kami batasi. Banyak sekali pengunjung yang datang harus balik lagi. Karena memang kita ingin menjaga lingkungan dan kenyamanan para pengunjung agar tetap nyaman dan lestari,” tutup Ny. Wie Rudy. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Sabut Kelapa, Sumber Energi Terbarukan Pengganti Batu Bara

Cadangan bahan baku penghasil energi yang berasal dari fosil seperti batu bara terus menipis. Di sisi lain, kebutuhan masyarakat...

Aliansi Mahasiswa UGJ Gelar Unjuk Rasa di Jalan Bypass Kota Cirebon

Cirebon,- Aliansi Mahasiswa Universitas Swadaya Gunung Jari (UGJ) menggelar unjuk rasa di Perempatan Lampu Merah Pemuda, Jalan Bypass, Kota Cirebon, Rabu (20/10/2021). Aksi tersebut...

Mengenang Para Pahlawan, HUT Partai Golkar ke-57 Gelar Ziarah dan Tabur Bunga

Cirebon,- DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Kota Cirebon menggelar acara ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Kesenden, Kota Cirebon, Rabu (20/10/2021). Acara...

Akselerasi Implementasi Kampus Merdeka, Tim Program Matching Fund UGJ Gelar Workshop

Cirebon,- Tim Program Matching Fund Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon menggelar kegiatan Workshop Teaching Factory Digital Marketing dan Marketplace Digital Marketing. Kegiatan tersebut...

More Articles Like This