Patih Sepuh Keraton Kasepuhan : Jika Ingin Merawat dan Menjaga Keraton Silakan Bersama-sama

Cirebon,- Kisruh Keraton Kasepuhan Cirebon hingga kini belum menemukan titik terang. Kali ini pihak dari Raden Rahardjo Djali yang menjadi Sultan Aloeda II berencana akan menggembok area Keraton Kasepuhan Cirebon.

Saat ditemui About Cirebon di depan loket masuk Keraton Kasepuhan Cirebon, Raden Rahardjo Djali mengatakan pagi ini seharusnya akan melakukan penggembokan di semua pintu di Keraton Kasepuhan Cirebon. Penggembokan tersebut, lanjut Rahardjo, untuk mengamankan aset yang ada di Keraton Kasepuhan Cirebon.

“Rencana awalnya akan kami gembok semuanya. Tujuan kami apa, karena kami tidak menghendaki adanya aset keraton yang hilang atau dibawa oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan tidak dikenal oleh keluarga,” ujar Rahardjo.

BACA YUK:  Sebanyak 18 Perlintasan Liar Kereta Api di Wilayah Daop 3 Cirebon Ditutup

Namun, kata Rahardjo, rencana tersebut berubah atas permintaan dari Pemerintah Daerah Kota Cirebon, bahwa mereka akan memfasilitasi pertemuan dengan Forkopimda pada Kamis (24/11/2022) besok. Tetapi, menurutnya, belum menerima undangan apapun dari pihak Pemda Kota Cirebon.

“Saat ini kami masih menunggu. Apabila sampai besok belum terjadi (pertemuan), kami akan melakukan rencana awal yaitu penggembokan Keraton Kasepuhan. Kami sekarang bertindak seperti ini, menghormati keputusan dari pemerintah kota bahwa mereka akan memfasilitasi pertemuan tersebut,” katanya.

Sementara itu, Patih Sepuh Keraton Kasepuhan, Pangeran Raja Goemelar Soeriadiningrat yang ditemui About Cirebon di Komplek Keraton Kasepuhan Cirebon mempertanyakan dasar penggembokan untuk penggembokan Keraton Kasepuhan. Sebetulnya, lanjut Goemelar, keraton bisa dilihat terawat dan terpelihara.

BACA YUK:  Mulai 16 November, Pantai Kejawanan Kota Cirebon Kembali Dibuka dan Pengunjung Dibatasi

“Peninggalan dari leluluhur kita yang ada di museum terlihat terpelihara dan terjaga. Bahkan setiap 1 Muharam juga peninggalan dari leluhur kita itu dibersihkan, ada adat dan tradisi ya kita jalankan,” ujarnya.

“Dan sekarang apa sih yang perlu diributkan, sedangkan keraton ini bisa terlihat terawat apa tidaknya. Jadi dasarnya apa untuk penggembokan tersebut,” tambahnya.

Jika ingin merawat dan menjaga keraton bersama-sama, kata Goemelar, silakan bersama-sama. Bukan untuk saling menghujat, memfitnah diantara saudara.

“Keraton Kasepuhan adalah yang dilindungi undang-undang cagar budaya. Mengenai dasar hukum penggembokan tersebut dasarnya apa. Dan harus diketahui bahwa keputusan pengadilan sudah keluar, bahwa beliau sudah menggugat tetapi ditolak di pengadilan secara hukum,” ungkapnya.

BACA YUK:  22 Desa di Kabupaten Cirebon Resmi Ditetapkan sebagai Desa Wisata

“Kami sebetulnya tidak mau ada permasalahan sampai ke pengadilan. Kita sebagai sodara mari bersama-sama menjaga dan merawat keraton ini,” sambungnya.

Pihaknya juga bersedia hadir bila ada pertemua yang difasiitasi oleh Pemerintah Daerah Kota Cirebon. Namun, tambah Goemelar bahwa pihaknya ingin bertemu dengan keponakannya sebagai Sulat Sepuh XV.

“Saya sebagai pamannya, ingin menjembatani mengenai permasalahan keraton. Sebetulnya kami ingin tidak ada permasalahan, ini sangat prihatin karena ini sudah hampir dua tahun permasalahan ini belum terselesaikan. Saya harap tidak ada permasalahan lagi, karena ini sudah menjadi konsumsi publik,” pungkasnya. (HSY)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *