Pastikan Daging Kurban Layak Konsumsi, DKPPP Kota Cirebon Terjunkan Tim

Cirebon,- Untuk memastikan daging kurban layak dikonsumsi, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Cirebon menurunkan 5 Tim Kesehatan yang disebar di 5 kecamatan, Senin (17/6/2024). Pemeriksaan daging tersebut, bertujuan untuk mengetahui kualitas daging kurban.

Kepala DKPPP Kota Cirebon, Elmi Masruroh mengatakan pemeriksaan yang dilakukan petugas terhadap daging hewan kurban ini bertujuan untuk melihat kualitas daging layak atau tidak untuk dikonsumsi.

“Yang diperiksa itu jeroannya, mulai dari hati, jantung, ginjal dan juga paru-paru, apakah ada penyakit atau tidak. Kalau ada penyakit harus dibuang atau jangan sampai dikonsumsi oleh manusia,” ujar Elmi saat ditemui About Cirebon di Masjid Raya At-Taqwa.

BACA YUK:  Mulai 1-30 Juni 2024, Daop 3 Cirebon Hadirkan Tarif Promo untuk KA Argo Cheribon

Pada pemeriksaan daging kurban ini, kata Elmi, DKPPP Kota Cirebon menerjunkan lima tim yang tersebar di lima kecamatan Kota Cirebon. Satu tim terdiri dari 6-8 orang.

“Ada lima tim untuk lima kecamatan, setiap tim ada 6-8 orang. Mereka akan keliling memeriksa daging kurban layak atau tidak dikonsumsi,” katanya.

Apabila ditemukan terdapat cacing putih atau bekas penyakit dalam organ yang diperiksa, Elmi menyarankan agar tidak dibagikan kepada masyarakat.

“Kalau ada cacing putih atau bekas penyakit, jangan dibagikan, tapi dibuang dengan cara dikubur,” jelasnya.

BACA YUK:  Meriahkan HUT ke-25 Tahun, PNM Cabang Cirebon Gelar Lomba Memasak Makanan Khas Cirebon

Di tempat yang sama, Dokter Hewan Pemeriksa dari DKPPP Kota Cirebon, drh. Fifin menjelaskan, bagian organ paling banyak terinfeksi adalah hati. Jika ditemukan terdapat cacing, pisahkan bagian yang terkena cacing.

“Jika hati terdapat cacing pitanya untuk segera dipisah dan dibuang dengan cara dikubur. Namun untuk bagian lainnya yang tidak rusak atau tidak ada cacingnya bisa dikonsumsi,” jelasnya.

Sementara itu, drh. Fifin, mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak membungkus daging bercampur dengan jeroan. Karena akan mengurangi kualitas daging untuk dikonsumsi.

BACA YUK:  Warga Keluhkan Kenaikan Tarif PBB, Pj Wali Kota Cirebon: Kita Kaji Kembali

“Jeroan dan daging harus dipisah saat dibungkus, karena jeroan mudah rusak. Kalau digabung bisa mempengaruhi kualitas daging,” katanya.

Kemudian, tambah drh. Fifin, saat daging dibagikan, jangan menggunakan plastik berwarna hitam, karena itu adalah plastik daur ulang. Sangat berbahaya untuk kualitas daging.

“Baiknya gunakan plastik bening dulu, daging dan jeroan terpisah. Kemudian bisa gunakan plastik kresek. Sekarang sudah banyak inoavasi, ada yang menggunakan besek atau daun pisang,” pungkasnya. (HSY)

Bagikan:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *