Panjang Jimat di Kesultanan Kanoman Cirebon, Tradisi Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW

0
64

Cirebon,- Kesultanan Kanoman Cirebon setiap tahunnya menggelar tradisi Maulid Nabi Muhammad SAW atau tradisi Panjang Jimat. Tahun ini, prosesi Panjang Jimat diselenggarakan pada hari Rabu 21 November 2018.

Prosesi Tradisi Panjang Jimat berlangsung dari Pendopo Jinem Keraton Kanoman menuju Masjid Keraton Kanoman, dengan iring-iringan keluarga dan abdi dalem dengan membawa benda pusaka, lilin besar, obor, tombak, hingga nasi jimat.

Aston Hotel

Dalam kesempatan tersebut, Sultan Kanomam Cirebon, Raja Muhammad Emirudin melepas iring-iringan Panjang Jimat yang dipimpin oleh Pangeran Patih Qodiran sebagi wakil dari Sultan Kanoman.

Juru Bicara Kesultanan Kanoman Cirebon, Ratu Raja Arimbi Nurtina berharap dalam Peringatan Maulid Nabi ini bisa mendapatkan safa’at dan barokahnya, sehingga kita bisa menauladani sifat-sifat kebaikan Rasulallah dan bisa menghindari apa yang memang dilarang oleh agama.

“Apa yang kita harapkan, apa yang kita minta berkah dari Gusti Allah itu bisa dikabulkan pada hari ini dan hari berikutnya,” ujarnya kepada About Cirebon usai Prosesi Panjang Jimat.

Teja Berlian
Teja Berlian 2
Teja Berlian 3

Lanjut Ratu, Peringatan Maulid Nabi ini merupakan simbol kelahiran Nabi Muhammad SAW, yang merupakan wujud dari kelahiran manusia yang suci, yang utuh, bermanfaat dan beguna.

“Sehingga, kita bisa mengikuti sifat-sifat Rasulallah tersebut,” ungkapnya.

Selain dari kelahiran beliau (Nabi Muhammad SAW), kata Ratu, beliau wafat pada hari dan tanggal yang sama yaitu, hari Senin dan tanggal 12 Robiul Awal.

Peringatan atau Tradisi Panjang Jimat yang dilakukan Kesultanan Kanoman, pada iring-iringan Panjang Jimat keluarga dan Abdi Dalem membawa beberapa perangkat alat-alat untuk melahirkan, bidan (untuk saat ini, sebagai simbolisasi), dan juga ada empat sehat lima sempurna yang bisa menumbuh kembangkan janin ataupun bayi yang akan dilahirkan.

Setelah iring-iringan Panjang Jimat masuk ke dalam masjid, akan dilaksanakan Marhabanan, Tawasulan, dan juga doa-doa bersama untuk kebaikan masyarakat. (AC212)