Minggu, 19 Januari 2020

Pagelaran Sendratari Syarat Kelulusan Siswa SMK Pakungwati Cirebon

Populer

Sultan Sepuh XIV : Keraton Agung Sejagat Tidak Terdaftar Dalam FSKN

Cirebon,- Kemunculan Keraton Agung Sejagat yang berada di Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo menggegerkan banyak pihak setelah...

Pasca Banjir di Cirebon, Petugas Gabungan Melakukan Pembersihan Lumpur

Cirebon,- Banjir yang terjadi di RT 7 RW 03 Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon pada Senin malam sudah...

Sungai Meluap, Ratusan Rumah Warga di RW 03 Kelurahan Kalijaga Kota Cirebon Terendam Banjir

Cirebon,- Ratusan rumah di RT 7 RW 03 Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon terendam banjir setinggi 50 sampai...

Gudang Penyimpanan Popok Bayi di Cirebon Dilalap Si Jago Merah

Cirebon,- Kebakaran hebat melanda gudang penyimpanan popok bayi di Jalan Buyut Pronggol, Kelurahan Pegambiran, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Rabu...

Satpol PP Kota Cirebon Kembali Tertibkan PKL di Kawasan Tertib Lalu Lintas

Cirebon,- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cirebon kembali menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Sudarsono, Kota...

Cirebon,- SMK Pakungwati Cirebon menggelar pagelaran seni yang bertajuk Sendratari Pralaya Nyi Mas Pakungwati & Keduhung yang berlangsung di Taman Air Goa Sunyaragi, Jalan Brigjen Darsono Bypass, Kota Cirebon, Jumat (19/4/2019) malam.

1. Uji Kompetensi

Kepala SMK Pakungwati Cirebon, Yovita Adriani mengatakan acara pagelaran seni dalam rangka Uji Kompetensi Program Keahlian Seni Tari SMK Pakungwati tahun ajaran 2018-2019.

“Karena di SMK Pakungwati ada jurusan seni tari, jadi tiap siswa yang mau lulus itu diharuskan untuk membuat suatu pertunjukan dalam bentuk pagelaran tari,” ujarnya kepada About Cirebon.

Loading...

Lanjut Yovita, penampilan yang akan diujikan bisa dalam bentuk tari yang sudah jadi atau bisa membuat suatu kreasi baru, serta bisa juga dalam bentuk pangelaran sendratari.

“Kebetulan uji kompetensi tahun ini ada empat siswa yang mengikuti ujian,” terangnya.

“Pagelaran seni ini merupakan salah satu syarat kelulusan bagi siswa SMK Pakungwati,” tambahnya.

2. Diserahkan Kepada Siswa

Dari empat siswa yang menampilkan pertunjukannya, kata Yovita, dua siswa akan menampilkan tari yang sudah jadi dan dua siswa lagi membuat satu drama tari.

“Meraka akan menampilkan Tari Topeng, Drama Tari Keduhung, dan Sendratari Pralaya Nyi Mas Pakungwati,” jelasnya.

Menurut Yovita, untuk judul dalam pagelaran ini diserahkan kepada siswa yang mengikuti uji kompetensi dan bentuknya garapan tari maka melibatkan banyak pihak.

“Jadi, untuk mendukung kegiatan ini melibatkan alumni, dan bekerja sama dengan sanggar tari,” terangnya.

Namun, lanjut Yovita, untuk pembimbingan siswa melibatkan guru produktif dengan sanggar tari yang dilibatkan.

3. Sesuai Kurikulum

Dalam uji kompetensi, kata Yovita, kriteria yang dinilai dari siswa berdasarkan yang sudah dicantumkan dalam kurikulum.

“Materi penilaian itu bisa dari olah tubuh mereka, gerak tarinya, koreonya, kemudian pemaham mereka terhadap satu pertunjukan, mulai dari lighting dan tata panggung, hingga pola lantai, itu dinilai semua,” bebernya.

“Jadi mulai dari prosesnya hingga tata panggung ada materi penilaiannya juga,” imbuh Yovita.

Dalam kurikulum juga, menurut Yovita, dicantumkan juga bahwa uji kompetensi ini harus ditampilkan kepada umum dan ada audiensnya.

“Hal ini untuk menumbukan dan melatih kepercayaan siswa tersebut,” katanya.

Pihaknya berharap, dengan adanya kegiatan uji kompetensi ini ingin menunjukan kepada masyarakat.

4. Menumbuhkan Minat Generasi Muda

Sesuai dengan visi misi dari SMK Pakungwati, kegiatan uji kompetensi ini untuk melestarikan kesenian tradisional, terutama seni tradisional Cirebon.

Walaupun dalam pelajarannya banyak juga seni tradisional, dalam kegiatan ini dimeriahkan juga penampilan dari adik-adik kelasnya dengan menampilkan berbagai kesenian dari daerah lain.

“Penampilan adik kelasnya juga sekalian penilaian mereka untuk kenaikan kelasnya,” ujarnya.

Pihaknya berharap, dengan adanya kegiatan sendratari ini bisa membangkitkan kembali semangat dan menumbuhkan minat generasi muda untuk lebih melestarikan seni tradisional Cirebon.

5. Menyiapkan SDM Kesenian

Sementara itu, Sultan Sepuh XIV, P.R.A. Arief Natadiningrat mengatakan SMK Pakungwati sudah berdiri sejak tahun 1991. Selama ini sudah meluluskan dan sudah menyerap di masyarakat maupun di pemerintahan.

“Lulusannya ada yang menjadi pegawai dinas pariwisata, jadi guru kesenian, membuka sanggar, ada juga meneruskan S2. Dan ini menjadi kebanggaan kita semua,” ujarnya kepada About Cirebon.

Lanjut Sultan, banyak hiruk pikuk menyiapakan SDM yang lain, tetapi SMK Pakungwati didirikan dalam rangka menyiapkan SDM-SDM Kesenian.

“Untuk SDM Kesenian ini, jarang sekali sekali yang menyelenggarakan,” katanya.

“Alhamdulillah SMK Pakungwati sudah ada sejak 28 tahun bisa menghasilkan SDM dan sudah terserap di wilayah Cirebon hingga luar Cirebon,” tambah Sultan.

6. Mendukung Pariwisata

Hadirnya SMK Pakungwati Cirebon juga, kata Sultan, dalam rangka mendukung pariwisata yang ada di wilayah Cirebon, dan mudah-mudahan pariwisata nasional.

“Kita tahu, seni budaya adalah salah satu dari potensi pariwisata kita. Dan kita tahu, Cirebon merupakan destinasi wisata unggulan di Jawa Barat ini,” bebernya.

Oleh karena itu, tambah Sultan, perlu SDM kesenian dan perlu seniman-seniman yang handal untuk mendukung pariwisata ini.

7. Melestarikan Seni Budaya

Selain itu, dengan hadirnya SMK Pakungwati jurusan keseniana ini, tambah Sultan, kita menginginkan seni budaya Cirebon khususnya bisa lestari, dan umumnya seni budaya nusantara.

“SMK Pakungwati terus dengan semangatnya, bagaimana melestarikan kesenian tradisional dan disamping itu tentunya juga menghasilkan produk-produk kesenian konteporee,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Sultan menghimbau kepada Pemerintah, khususnya dari Dinas Pendidikan diberikan kekhususan untuk SMK Kesenian ini.

“SMK kesenian ini peminatnya tidak terlalu banyak, oleh karenanya harus ada kekhususan atau special,” tandasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Asyiknya Berwisata di Grand Maerakaca Semarang

Semarang,- Waktu tempuh dari Cirebon ke Semarang semakin cepat, baik menggunakan kereta api maupun menggunakan kendaraan mobil yang memakan...

Jangkau Wilayah Remote, Kebutuhan BBM dan Pelumas Polda Jawa Barat Meningkat

Bandung,- PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) III melakukan penandatanganan kontrak Penyediaan BBM dan Pelumas dengan 27 satuan kerja (Satker) di lingkungan Kepolisian...

Kolaborasi “Talks@Telkomsel” Hadirkan “Millenials Career Talk”, Diskusikan Kesempatan Anak Muda untuk Era 4.0

Bandung,- Telkomsel kembali menggelar program talk show Talks@Telkomsel. Acara Talks@Telkomsel sendiri merupakan program talk show bulanan yang diadakan Telkomsel dengan tema-tema menarik sesuai budaya...

Instagram Dulu dan Kini Sudah Berubah, Ini Kata Praktisi Sosial Media

Cirebon,- Berkah Digital Sinergi kembali menggelar Seminar Session 7 Berkah Billionaire Class yang mengusung tema “Instagram Dulu dan Kini”, Sabtu (18/1/2020). Kegiatan yang berlangsung di...

Sasar Kaum Milenial, CSB Mall Akan Buka Opus Ware House Dengan Konsep Kekinian

Cirebon,- Awal tahun 2020, tenant yang ada di CSB Mall sudah mencapai 100 persen. Namun awal tahun ini, akan ada tenant terbaru hadir di...

More Articles Like This