Pada Bulan Mei 2019, Kota Cirebon Alami Kenaikan Inflasi Sebesar 0,37 Persen

Cirebon,- Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Cirebon merilis inflasi pada bulan Mei 2019 mengalami kenaikan sebesar 0,37 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 131,10.

1. Alami Inflasi

Kepala BPS Kota Cirebon, Joni Kasmuri menjelaskan dalam siaran pers yang diterima About Cirebon bahwa dari tujuh kota pantauan IHK di Provinsi Jawa Barat, tercatat semua mengalami inflasi.

“Inflasi tertinggi terjadi di Kota Bekasi sebesar 1,05 persen dan terendah terjadi di Kota Cirebon 0,37 persen,” ujarnya Selasa (11/6/2019).

Lanjut Joni, dari tujuh kelompok pengeluaran, lima kelompok pengeluaran mengalami inflasi, satu kelompok mengalami deflasi, dan satu kelompok tidak mengalami perubahan indeks harga.

BACA YUK:  Gubernur Ridwan Kamil Apresiasi Peran Lembaga Penyiaran Jaga Kondusivitas

“Kelompok yang memberikan andil inflasi di Kota Cirebon terbesar adalah bahan makanan sebesar 0,2918 persen. Sedangkan, sub kelompok yang memberikan andil inflasi terbesar sayur-sayuran yaitu sebesar 0,2181 persen,” terangnya.

2. Perbandingan Indeks Harga Konsumen

Tingkat inflasi tahun kalender (Mei 2019) dan tingkat inflasi tahun ke tahun Mei 2019 terhadap Mei 2018, kata Joni, masing-masing sebesar 0,86 persen dan 2,25 persen.

“Sedangkan pada periode yang sama, Mei 2018 terjadi inflasi sebesar 0,16 persen,” ungkapnya.

Sementara itu, Joni menambahkan tingkat inflasi tahun kalender Mei 2018 dan tingkat inflasi tahun ke tahun Mei 2018 terhadap Mei 2017 masing-masing sebesar sebesar 1,40 persen dan 3,54 persen.

BACA YUK:  Imbas Harga BBM, Pemda dan TPID Kota Cirebon Terus Berupaya Kendalikan Inflasi

3. Perkembangan Indeks Harga Konsumen

Menurut Joni, kelompok bahan makanan mengalami inflasi sebesar 1,32 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0,02 persen.

Kemudian, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar mengalami inflasi sebesar 0,15 persen, kelompok sandang mengalami deflasi 0,30 persen, kelompok kesehatan mengalami inflasi 0,25 persen.

“Kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga tidak mengalami perubahan indeks harga. Sementara, kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami inflasi sebesar 0,29 persen,” bebernya.

BACA YUK:  Malming Nggak Enak Badan? Minum Sekoteng Aja Yuk!

4. Deflasi Antar Kota IHK di Jawa

Joni mengungkapkan bahwa, dari dua puluh enam (26) kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Pulau Jawa, tercatat semua kota IHK mengalami inflasi.

“Inflasi tertinggi terjadi di Kota Bekasi sebesar 1,05 persen. Sementara inflasi terendah terjadi di Kota Kediri sebesar 0,05 persen,” tandasnya. (AC212)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *