Rabu, 16 Juni 2021

Optimalisasi Fuel Managemen Perusahaan, Telkomsel Luncurkan IoT INTANK

Populer

Pendaftaran Kartu Kuning di Kota Cirebon Kini Gunakan Aplikasi⁣

Cirebon,- Mulai Juni 2021, Kota Cirebon mulai menerapkan sistem online dalam pendaftaran kartu kuning bagi para pencari kerja. Pendaftaran...

RS Sumber Waras Cirebon, UniMedika Hospitals Group Saat ini telah Miliki CT Scan Generasi Terbaru⁣

⁣Cirebon,- Rumah Sakit Sumber Waras Cirebon, UniMedika Hospitals Group terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Salah satunya dengan menghadirkan...

BNN Kota Cirebon Ringkus Dua Pria Kembar Edarkan Obat-obatan

Cirebon,- Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cirebon menangkap pria kembar warga Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon penjual obat sediaan farmasi...

Metland Hotel Cirebon Hadirkan Warung Kopi 61, ini Menunya ⁣

Cirebon,- Metland Hotel Cireboh by Horison yang berlokasi di Jalan Siliwangi No. 61 Kota Cirebon menghadirkan Warung Kopi 61....

Layanan Rapid Test Antigen di Stasiun Cirebon Kejaksan Hingga Pukul 21.00 WIB

Cirebon,- Mulai bulan Juni 2021, layanan rapid test antigen di Stasiun Cirebon Kejaksan hingga pukul 21.00 WIB. Sebelumnya, jam...

Jakarta,- Telkomsel kembali membuktikan kapabilitasnya sebagai sebuah digital telco company melalui pengembangan ekosistem internet of things (IoT) di Indonesia.

Kali ini, Telkomsel bekerjasama dengan Pertamina Patra Niaga dan Mitratel untuk mengimplementasikan layanan inovatif untuk fuel management, yaitu IoT Intelligent Tank Monitoring System (INTANK) yang ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada tanggal 22 Maret 2019 yang lalu.

1. Mengatasi Permasalahan Fuel Management

Loading...

Dharma Simorangkir, SVP Enterprise Account Management Telkomsel mengatakan bahan bakar (fuel) telah menjadi komoditas utama yang sangat menentukan proses bisnis berbagai perusahaan. Pengelolaan bahan baku bernilai tinggi ini tidak jarang menimbulkan berbagai masalah yang memakan biaya operasi tinggi, seperti antara lain keterbatasan akses pada situs tangki bahan bakar, pengukuran manual, akurasi rendah, inefisiensi rantai pasokan, biaya pemeliharaan yang tinggi, hingga kehilangan inventori.

“Telkomsel menghadirkan INTANK untuk mengatasi berbagai permasalahan fuel management tersebut. Solusi IoT industri end-to-end ini berfungsi untuk memonitor tangki dari jarak jauh (remote tank monitoring) yang memungkinkan pemantauan inventaris dan konsumsi bahan bakar secara intensif kapanpun, dari manapun,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima About Cirebon, Senin (15/4/2019).

Menurut Dharma, Tren IoT sekarang ini tengah berkembang secara global. Oleh karenanya, Telkomsel secara konsisten meningkatkan kesiapan teknologi dan jaringan sebagai bagian dari upaya mengakselerasi terbentuknya ekosistem IoT di Indonesia.

BACA YUK:  Bupati Ajak Semua Instansi Kelola Arsip dengan Baik dan Benar

“Upaya ini merupakan salah satu bentuk dukungan Telkomsel bagi roadmap pemerintah Indonesia yaitu ‘Making Indonesia 4.0’ dalam rangka memasuki era ‘Industry 4.0’, dimana aspek penguasaan teknologi, terutama teknologi informasi dan komunikasi menjadi kunci penentu daya saing Indonesia,” terangnya.

2. Memonitor Persedian

Lanjut Dharma, Solusi INTANK akan membantu Pertamina Patra Niaga dan Mitratel dalam berbagai use case yang berbeda.

BACA YUK:  Telkomsel dan Telkom University Buka Pendaftaran Program Beasiswa

Pertamina Patra Niaga (PPN) adalah anak perusahaan Pertamina yang menjalankan dan mengembangkan kegiatan usaha di sektor hilir industri minyak dan gas bumi (migas) Indonesia yang mencakup kegiatan pengolahan, pengangkutan, penyimpanan, dan niaga migas.

“Perusahaan ini mengimplementasikan INTANK untuk memonitor persediaan bahan bakar pada tangki penyimpanan terminal (terminal storage), sensor meter pada jalur distribusi, serta CCTV pada titik transfer kustodi,” jelasnya.

PPN sendiri, kata Dharma, telah mengembangkan solusi digital bernama Pertamina Smart MT (mobil tangki). Implementasi layanan IOT INTANK & Fleetsight dari Telkomsel telah menjadi lokomotif inovasi bagi Pertamina Smart MT, menjadikannya lebih optimal dalam menjaga persediaan dan melakukan distribusi bahan bakar minyak bagi para konsumennya.

“Sedangkan Mitratel merupakan anak perusahaan Telkom yang bergerak dalam bisnis penyediaan menara pemancar telekomunikasi dan infrastruktur terkait,” terang Dharma.

Menurut Dharma, Mitratel memanfaatkan sensor INTANK untuk memonitor konsumsi dan persediaan bahan bakar pada site infrastruktur telekomunikasi yang menggunakan genset sebagai cadangan energi.

“Hal ini sangat penting untuk menjaga agar infrastruktur telekomunikasi pelanggan Mitratel dapat beroperasi dengan optimal tanpa terhambat pasokan energi. Implementasi INTANK oleh Mitratel juga menandai proses digitalisasi operasional bisnis Mitratel, menjadikan Mitratel sebagai penyedia infrastruktur telekomunikasi paling inovatif di kelasnya,” ungkapnya.

3. Memasuki Tahap Uji

Layanan INTANK juga telah memasuki tahap uji implementasi di perusahaan lain yang berasal dari berbagai industri berbeda, yaitu Semen Merah Putih (industri semen), Pamapersada Nusantara (industri kontraktor pertambangan), dan Kapuas Prima Coal Tbk (industri pertambangan).

“Produsen semen premium, Semen Merah Putih, mengimplementasikan INTANK untuk memonitor persediaan bahan bakar dari jarak jauh pada terminal storage dan tangki bahan bakar truk pencampur semen secara real-time,” beber Dharma.

BACA YUK:  OJK Gandeng Kadin Kota Cirebon Gelar Edukasi Keuangan Syariah

Pamapersada Nusantara, lanjutnya, perusahaan yang bergerak dalam bisnis kontraktor pertambangan, solusi INTANK diimplementasikan untuk memonitor ketersediaan bahan bakar pada storage tank yang akan didistribusikan untuk operasional, memonitor lokasi kapal distribusi bahan bakar, dan juga untuk memonitor ketinggian air sungai yang dilalui oleh kapal tersebut.

BACA YUK:  Bersiap Menggelar 5G, Telkomsel Perluas Cakupan VoLTE hingga 230 Kota

“Sedangkan Kapuas Prima Coal TBK, perusahaan yang bergerak dalam bidang penambangan Galena (PbS), melakukan implementasi INTANK untuk memonitor volume bahan bakar pada mobil truk yang mendistribusikan bahan bakar dari pelabuhan ke site pertambangan dan juga memonitor ketersediaan bahan bakar pada storage tank di pelabuhan,” kata Dharma.

4. Meningkatkan Produktivitas

Dharma menjelaskan bahwa, pemanfaatan solusi IoT INTANK diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi ketiga perusahaan tersebut untuk menjadi pemain terdepan di industrinya masing-masing, sekaligus mengakselerasi perkembangan ekosistem IoT di Indonesia.

“Telkomsel sangat bangga akan kepercayaan yang telah diberikan oleh berbagai perusahaan atas layanan solusi digital inovatif dari Telkomsel untuk membantu meningkatkan produktivitas, efisiensi dan kinerja bisnis perusahaan mitra bisnis Telkomsel,” ujarnya.

“Solusi IoT Telkomsel selama ini telah dipercaya untuk melayani mitra dari berbagai industri. Hal ini menjadi bukti kapabilitas Telkomsel sebagai digital telco company yang senantiasa menghadirkan layanan dan solusi digital terkini bagi semua lapisan masyarakat, termasuk pebisnis,” tutup Dharma. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Pemda Kota Cirebon dan Pemkab Cirebon akan Koordinasi terkait PPKM Mikro

Cirebon,- Terkait kondisi penyebaran Covid-19, Pemerintah Daerah Kota Cirebon untuk menarik 'rem darurat'. Hal tersebut sesuai dengan arahan Gubernur...

Kodim 0620/Kabupaten Cirebon Gelar TMMD Imbangan di Desa Dompyong Kulon

Cirebon,- Kodim 0620/Kabupaten Cirebon melaksanakan TMMD (Tentara Manunggal Membangun Desa) Imbangan di Desa Dompyong Kulon Kecamatan Gebang, Selasa (25/6/2021). Pelaksanaan TMMD Imbangan ini dilaksanakan selama...

Dorong Pemanfaatan Teknologi 5G untuk Industri 4.0, Telkomsel Jalin Kerjasama Dengan Schneider Electric

Jakarta,- Setelah resmi menjadi “The First 5G Operator in Indonesia”, Telkomsel terus bergerak maju membuka potensi masa depan yang tak terbatas bagi Indonesia melalui...

Komisi I DPRD Kota Cirebon Dukung BRT Beroperasi di Wilayah Ciayumajakuning

Cirebon,- Komisi I DPRD mendorong pengembangan operasional Bus Rapid Transit (BRT). DPRD menginginkan BRT bisa melayani masyarakat wilayah III Cirebon. Ketua Komisi I DPRD Kota...

More Articles Like This