Rabu, 8 Desember 2021

OPINI ; RS Covid Kertajati, Mungkinkah ?

Populer

Pria Asal Cirebon ini Sukses Menjadi Importir Ikan Koi

Cirebon,- Pehobi ikan koi asal Cirebon, Jawa Barat berhasil menjadi dealer koi import ternama di kancah dunia perkoian nusantara....

Geubrina Cafe Aceh, Kuliner Aceh Terlengkap di Kota Cirebon dan ini Promonya di Bulan Desember

Cirebon,- Aceh memiliki beragam kuliner yang khas untuk bisa dinikmati bagi para pecinta kuliner. Di Cirebon, terdapat kafe atau...

Warung Indomie Kekinian Hadir di Cirebon, Usung Konsep Self Service

Cirebon,- Mengusung konsep self service, warung Indomie kekinian kini hadir di Cirebon. Berlokasi di Jalan Tuparev, tepatnya sebelah Hotel...

Kearifan Lokal Kerajinan Gerabah di Blok Posong Arjawinangun, Cirebon Terancam Hilang, Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Cirebon,- Desa Arjawinangun Kecamatan Arjawinangun terletak di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Secara kontur, letak permukaan tanah adalah datar...

Mengenal Metode ERACS yang Dijalankan Nagita Slavina, ini Penjelasan dr. Yasmin Dermawan

Cirebon,- Nagita Slavina baru saja melahirkan putra keduanya beberapa hari lalu dengan proses operasi sesar. Namun, setelah menjalani operasi...

Andai jumlah terpapar covid-19 terus meningkat, dibutuhkan banyak tempat untuk pasien dirawat. Andai rumah sakit sudah tak lagi bisa menampung, dibutuhkan tempat yang lebih luas agar rakyat tak lagi bingung.

Menurut saya, dalam situasi seperti sekarang ini, Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati bisa dijadikan pilihan. Bukankah selama ini Jabar seolah kehilangan arah tentang fungsi BIJB Kertajati? Sekarang ada kesempatan yang bisa dijadikan pilihan.

Mau digarap sendiri tak cukup modal, mau dikelola sendiri tak punya otoritas. Jadilah bandara di Kabupaten Majalengka itu mati suri. Ada hadiah hiburan yang diperoleh, yakni adanya penerbangan pesawat kargo. Itu pun hanya seminggu sekali.

Loading...
BACA YUK:  Barisa Cafe Usung Konsep Pantai Lengkap dengan Pasirnya

Pertanyaannya kemudian, apa manfaatnya sekarang untuk masyarakat Jabar, khususnya masyarakat sekitarnya? Soal rencana untuk pemberangkatan haji dan umroh tak lagi terdengar. Tercapaikah mewujudkan BIJB Kertajati sebagai satu-satunya bandara komersial di Jabar? Lalu, kapan BIJB Kertajati benar-benar akan menjadi salah satu pengungkit roda perekonomian seperti yang dipikirkan para pendahulu?

Soal rencana dijadikan tempat maintenance, repair, dan overhaul (MRO) pesawat TNI dan Polri juga masih butuh waktu untuk mempersiapkan segalanya. Apalagi, pengalihan PT Dirgantara Indonesia dan PT Pindad. Memidahkan kedua perusahaan itu bukan hal sederhana. Sekali lagi, butuh waktu yang tidak sebentar.

Saat ini ada persoalan di depan mata. Jika benar butuh tempat untuk mereka yang terpapar, saya kira, BIJB Kertajati bisa dimanfaatkan. Memang, andai hal itu disetujui semua pihak terkait, pasti cukup banyak pasien dari kabupaten seputar Kertajati bisa dilayani. Sebut misalnya, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Indramayu, bahkan Kabupaten dan Kota Cirebon. Bahkan, mungkin untuk pasien se-Jawa Barat.

Akses dari dan ke BIJB Kertajati relatif mudah, bisa lewat Tol Cipali, bisa pula lewat jalan arteri Kadipaten-Jatibarang. Hal lainnya, jika perawatan dilakukan di sana, pasti jauh dari menularkan kepada masyarakat awam.

BACA YUK:  Bersama Generasi Muda, ReSkills Ajak Berdayakan Masyarakat Melalui Charity Learning Festival 2.0

Jika melihat luasnya areal yang ada, BIJB Kertajati tidak kalah luas dibanding banyak bandara lain yang ada di tanah air. Dengan luas eksisting 1.040 hektare (dari total rencana 1.800 hektare), BIJB Kertajati hanya dikalahkan Bandara Soekarno Hatta.

Dengan lahan seluas itu, BIJB Kertajadi bisa disulap menjadi rumah sakit terluas di Indonesia. Luas lahan seperti itu memang jauh melebihi luas RSUP manapun kalau toh mau dikembangkan. Bahkan masih sangat leluasa jika di salah satu sudutnya dijadikan tempat pemakaman umum (TPU).

BACA YUK:  Barcode PeduliLindungi di Tempat Hiburan Malam Sudah Terpasang 70 Persen

Daripada mubazir hanya untuk tempat swafoto atau rekreasi, mungkin ini bisa jadi pilihan, tinggal support obat-obatan, alat-alat kesehatan, dan tenaga kesehatan. Memang kedengarannya tak masuk akal, tapi ini dunia yang memungkinkan segala sesuatu bisa terjadi.

Sebenarnya bukan tak masuk akal, tapi pasti terasa berat. Biasanya memang berat untuk melangkah ke arah perubahan. Namun, gagasan ini juga bukan satu-satunya pilihan. Saya hanya mencoba menawarkan pilihan. Itu pun juka memungkinkan. Karena ada konsekuensi yang menyertainya, memang dibutuhkan kajian lebih dahulu.

Konsekuensinya, andai pilihan itu disetujui, nanti kita tidak akan lagi mengenal Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati tetapi Rumah Sakit Jawa Barat (RSJB) atau Rumah Sakit Penyakit Menular (RSPM) atau Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kertajati. Yang lebih penting, tinggal kebijakan dan keikhlasan. Siapkah kita?

Penulis : Daddy Rohanady
Wakil Ketua Fraksi Gerindra
DPRD Provinsi Jawa Barat

Loading...
- Advertisement -

Latest News

Reforma Agraria di Kabupaten Cirebon Harus Berjalan Optimal Sesuai Undang-undang

Cirebon,- Bupati Cirebon Drs. H. Imron membuka Rapat Gugus Tugas Reforma Agraria di Ruang Nyimas Gandasari, Gedung Sekretariat Daerah...

Kopi Montong Hadirkan Menu Terbaru Sup Patin Tempoyak Montong

Cirebon,- Kopi Montong yang berada di kawasan Perumahan Kota Baru Keandra, Desa Sindang Jawa, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon menghadirkan terobosan baru. Saat ini, Kopi...

Hadirkan Beragam Promo dan Diskon di GIIAS Surabaya, Astra Financial & Logistic Targetkan Transaksi Rp 200 Miliar

Surabaya,- Setelah sukses menjadi sponsor utama pada perhelatan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Jakarta 2021 yang diselenggarakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD...

RS Components Berkomitmen Tawarkan Produk Berkualitas Tinggi

Jakarta,- Membeli produk dengan kualitas terbaik merupakan hal terpenting bagi sebuah perusahaan maupun individu. Menggunakan produk dengan kualitas terbaik dapat mengurangi kemungkinan rusaknya sebuah...

Warung Indomie Kekinian Hadir di Cirebon, Usung Konsep Self Service

Cirebon,- Mengusung konsep self service, warung Indomie kekinian kini hadir di Cirebon. Berlokasi di Jalan Tuparev, tepatnya sebelah Hotel Apita Cirebon, warung bernama Indomie...

More Articles Like This