Minggu, 23 Januari 2022

OPINI : Pendekatan Psikologi Kognitif terhadap Anak Panti Asuhan di Malang

Populer

Bakso Rusuk Joss Sajikan Menu Fenomenal dan Tempat yang Nyaman

Cirebon,- Kamu pecinta bakso? Jangan ngaku pecinta bakso kalau kamu belum coba bakso yang unik, viral dan fenomenal ini,...

Deteksi Dini Semakin Krusial Cegah Progresivitas Glaukoma, Faktor Anatomis Turut Berpengaruh Memicu Glaukoma Primer Sudut Tertutup Kronis

Jakarta,– Nyaris tak memiliki gejala pada tahap awal, glaukoma berpotensi memberi impak yang lebih fatal: kebutaan permanen. Peningkatan tekanan...

Tiga Prodi Memulai Kegiatan Perkuliahan di Kampus ITB Cirebon

Cirebon,-:Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH), telah memulai program multikampus sebagai wujud pengembangan institusi...

Wah, Penyerahan Perdana All New BR-V di Honda Mulya Putra Cirebon

Cirebon, - Honda Mulya Putra Cirebon yang berlokasi di Jalan Brigjen Darsono, Bypass Cirebon untuk pertama kalinya menyerahkan secara...

Kendalikan Harga, Mulai Hari ini Operasi Pasar Murah di Kota Cirebon Berlangsung Selama Tiga Hari

Cirebon,- Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Cirebon menggelar operasi pasar murah selama tiga hari 18 - 20 Januari...

Malang,- Seorang anak perempuan yang tinggal di panti asuhan Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur ini mengalami kejadian yang tidak mengenakkan. Pasalnya sang anak yang baru berusia 13 tahun itu merupakan anak panti asuhan sekaligus santri yang dicabuli dan dirundung ramai-ramai. Korban selama ini tinggal di panti asuhan dari usia yang sangat belia karena ekonomi keluarganya yang terbatas dan tidak sanggup membiayai hidupanya, ibu korban menyerahkan dirinya ke panti asuhan agar sang anak bisa terurus oleh pihak panti.

BACA YUK:  Kreativitas Desa Kepuh, Ubah Bekas Balong Jadi Tempat Wisata

Awal mula kejadian sang anak yang ternyata adalah korban pemerkosaan oleh pelaku yang merupakan tetangganya sendiri, saat itulah korban dan pelaku dipergoki oleh istri pelaku sedang melakukan hubungan intim di rumah si pelaku. Dengan perasaan marah yang menggebu-gebu istri pelaku memanggil kurang lebih 8 orang untuk menganiaya korban, 8 orang tersebut yang tidak lain adalah teman panti dari si korban dan sebagian lain merupakan tetangganya.

Kejadian itu diketahui oleh unggahan video yang tersebar di media sosial, dan pihak yang berwajib langsung dengan sigap menangani kasus tersebut. Dari kejadian itu korban mengalami depresi dan trauma yang sangat berat, korban langsung dibawa untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut terkait psikisnya. Berdasarkan teori psikologi kognitif, kasus ini masuk ke dalam perilaku agresi yang mana itu ditunjukkan kepada objek sasaran perilaku tersebut.

Loading...

Menurut Colman (2010) dan Hanurawan (2010) perilaku agresi adalah perilaku yang seseorang atau sekelompok orang yang diniatkan untuk menyakiti objek sasaran. Dalam kasus yang dialami korban ini, selain korban mengalami trauma dan depresi korban juga mengalami luka lebam dibeberapa bagian tubuhnya akibat penganiayaan yang mengakibatkan berdampak pada kerusakan cerebral cortex dan frontal cortex. Jika terjadi kerusakan dibagian ini maka akibat yang timbul pada anak adalah matinya karakter.

BACA YUK:  Sektor Jasa Keuangan di Wilayah III Cirebon Tahun 2021 Menunjukkan Angka Positif

Adapun dampak lain dari korban pelecahan menurut Pinky Saptandari (2002; dalam Suyanto, 2010:100) adalah (1) kurangnya motivasi atau harga diri, (2) korban menjadi agresif dan pemarah atau bisa juga korban menjadi pendiam dan tertutup, (3) terjadi masalah kesehatan berupa kecemasan berlebih, susah tidur dan makan, hingga menyebabkan halusinasi, (4) terdapat luka atau sakit yang serius hingga menyebabkan cacat permanen seperti patah tulang, radang karena infeksi, dan sakit dibagian perut dan otot, (5) terjadi masalah kesehatan seperti luka memar, rasa sakit, infeksi saluran kencing, pendarahan, penularan penyakit dan adanya kerusakan pada organ reproduksi.

BACA YUK:  Sektor Jasa Keuangan di Wilayah III Cirebon Tahun 2021 Menunjukkan Angka Positif

Menurut Sugiyono (2010), dilihat dari tempat terjadinya tindakan pelecehan dan pelanggaran hak-hak asusila anak, ditemukan bahwa tempat yang rawan bagi anak adalah jalanan, sekolah, lembaga keagamaan, dan sektor perekonomian. Jika dijalanan anak sering menjadi korban pemalakan, pemerkosaan bahkan hingga sodomi. Di sekolah maupun lembaga keagamaan anak juga sering menjadi target pelecehan tersebut. Contoh yang bisa kita ambil korban akan diperlakukan dengan keras dan kasar seperti menyakitinya secara verbal maupun fisik sehingga anak menjadi korban perilaku yang tidak senonoh seperti mencabuli atau bahkan memperkosanya. (*)

Penulis : Nabilla Suci Ramadha (Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Ramaikan Wisata Kuliner, Kedai 1818 Buka Cabang Baru di Sinapeul Majalengka

Cirebon,- Setelah sukses membuka cabang di berbagai daerah, Crab 1818 kini membuka kembali di Majalengka, Sabtu (22/1/2022). Lokasinya berada...

Kerja Sama dengan Kodim 0620/Cirebon, Aston Cirebon Jalani Vaksin Booster COVID-19

Cirebon,- Aston Cirebon Hotel & Convention Center menggelar vaksinasi COVID-19 dosis ketiga atau booster untuk seluruh karyawan, Sabtu (22/1/2022). Kegiatan yang bekerja sama dengan...

PT Pegadaian Area Cirebon Serahkan Bantuan Mobil Box untuk Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Cirebon

Cirebon,- PT Pegadaian Area Cirebon Kantor Wilayah X Bandung menyerahkan bantuan mobil box kepada Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Cirebon. Penyerahan secara simbolis dilakukan di Kantor...

Kolaborasi PWI, PMI dan At-Taqwa Center dalam Kegiatan Donor Darah

Cirebon, - Dalam rangka kolaborasi menyambut Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2022, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cirebon bekerja sama dengan Attaqwa Centre Cirebon dan...

More Articles Like This