Nurisah Rustandi Ajak Ibu-Ibu Berkreativitas dan Berbisnis Rajut

0
108
Nurisah Rustandi

Cirebon,- Beragam aktivitas dijalani oleh ibu dari satu orang anak, Nurisah Rustandi. Mulai dari penulis buku, mengajar kerajinan merajut, bisnis, dan lainnya dijalani atas dasar hobi.

Secara sukarela, kegiatan rutin mingguannya di hari Rabu yakni mengajar Komunitas Rajut Asik (KRA) di Perpustakaan Umum 400, Jalan By Pass Kota Cirebon, dan mengajar juga di Komunitas Rajut Isun (KRI) di Perpustakaan Sumber Kabupaten Cirebon.

Aston Hotel

Secara sukarela alias tidak di pungut biaya, Nurisah mengajar kerajinan merajut kepada ibu-ibu di lingkungan sekitar. Mereka bisa belajar bersama, mengisi waktu luang, dan berkreativitas bersama.

“Merajut itu benar-benar melatih jiwa. Ada kesabaran, keuletan, ketekunan, kemandirian, dan kreativitas di dalamnya. Ini juga yang ingin saya bagi bersama ibu-ibu lainnya,” jelasnya.

Nurisah sendiri menyukai rajut sejak tahun 2008 lalu. Saat dirinya sedang di Jerman, menemani suami menempuh pendidikan disana, dia belajar bersama tetangganya yang juga sama-sama sedang belajar merajut melalui Youtube. Sampai akhirnya Nurisah bisa, dan membuatkan beberapa pernak-pernik hingga sweater untuk anaknya.

“Waktu di Jerman kan posisi saya memang gak ada kerjaan, ingin ada kesibukan, dan akhirnya ikut tetangga merajut dan menjadi bisnis saya saat kembali ke Indonesia,” ujarnya.

Dari sanalah Nurisah menemukan kegemarannya, dan bisa ditularkan pada tetangganya di Cirebon untuk sama-sama berbisnis kerajinan merajut seperti tas, topi, dompet, atau aksesoris lainnya.

Dia juga akhirnya berbagi dengan ibu lainnya dengan mengajar di Perpustakaan.

“Saya sendiri setelah terjun ke dunia rajut merasa hidup tidak lagi konsumtif, misal pakai tas atau aksesoris lebih senang hasil buatan sendiri dari merajut ketimbang beli, terus lebih tekun membuat kerajinan dan merasa puas ketika hasilnya sudah jadi,” jelasnya.

Wanita kelahiran Cirebon, 24 Desember 1978 tersebut pun mengatakan bahwa menjadi wanita atau seorang ibu itu harus serba bisa.

Melakukan banyak hal, sekaligus mendidik anak. Maka dari itu, melalui kelas merajut ini ketekunan tersebut akan terbiasa dan secara tidak sadar membentuk karakter seorang ibu.
Nurisah sendiri pernah bekerja menjadi seorang jurnalis di salah satu koran di Cirebon. Kegemaran menulisnya pun kini dituangkan kedalam buku, yang saat ini sudah memiliki 2 buku terbitan berjudul Bukan Big Bang dan Negeri 99 Kambing. (AC560)