Selasa, 7 Desember 2021

Nelayan dan Pengusaha Ikan di Kota Cirebon Tolak PP Nomor 85 Tahun 2021

Populer

Pria Asal Cirebon ini Sukses Menjadi Importir Ikan Koi

Cirebon,- Pehobi ikan koi asal Cirebon, Jawa Barat berhasil menjadi dealer koi import ternama di kancah dunia perkoian nusantara....

Geubrina Cafe Aceh, Kuliner Aceh Terlengkap di Kota Cirebon dan ini Promonya di Bulan Desember

Cirebon,- Aceh memiliki beragam kuliner yang khas untuk bisa dinikmati bagi para pecinta kuliner. Di Cirebon, terdapat kafe atau...

Kearifan Lokal Kerajinan Gerabah di Blok Posong Arjawinangun, Cirebon Terancam Hilang, Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Cirebon,- Desa Arjawinangun Kecamatan Arjawinangun terletak di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Secara kontur, letak permukaan tanah adalah datar...

Little Black Coffee and Tea Buka Cabang Baru, Hadirkan Konsep Collab Space

Cirebon,- Little Black Coffee and Tea kini melebarkan sayapnya dengan membuka cabang yang kedua untuk para pecinta kopi di...

Mengenal Metode ERACS yang Dijalankan Nagita Slavina, ini Penjelasan dr. Yasmin Dermawan

Cirebon,- Nagita Slavina baru saja melahirkan putra keduanya beberapa hari lalu dengan proses operasi sesar. Namun, setelah menjalani operasi...

Cirebon,- Nelayan dan pengusaha ikan di Kota Cirebon melakukan unjuk rasa di PPN Kejawanan Kota Cirebon, Kamis (30/9/2021). Mereka menolak Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 85 tahun 2021, yang dianggap memberatkan.

PP Nomor 85 tahun 2021 adalah peraturan pemerintah tentang jenis dan tarif jenis Penerima Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku pada Kementerian Kelautan dan Perikanan. PP tersebut mulai berlaku pada 18 September 2021.

“PP Nomor 85 tahun 2021 itu sangat memberatkan. Karena, kenaikan pajak mencapai 300 sampai 400 persen, sehingga kita merasa berat tidak bisa terjangkau,” ujar Ramlan Pandapotan, pemilik kapal.

Loading...
BACA YUK:  Modern Jewelry Berikan Solusi Perhiasan Pengganti Emas di Kota Cirebon

“Kemungkinan banyak kapal-kapal yang ditambat tidak bisa melaut lagi. Sebab biaya pajaknya berat,” sambungnya.

Pihaknya memohon kepada Menteri Kelautan dan Perikanan RI untuk meninjau kembali PP Nomor 8 tahun 2021, agar tidak memberatkan nelayan dan pemilik kapal.

“Yang biasanya kita bayar pajak itu Rp. 80 juta pertahun, tapi dengan PP Nomor 85 tahun 2021 bisa hampir mencapai Rp. 300 juta lebih pertahun,” katanya.

Menurut Ramlan, Kementerian Kelautan dan Perikanan dan juga pihak terkait belum ada sosialisasi tentang PP Nomor 85 tahun 2021.

“Sebelumnya tidak ada sosialisasi, namun tiba-tiba muncul seperti ini. Kami meminta untuk meninjau kembali atau di revisi agar tidak terlalu berat. Karena kami nelayan saat melaut hasilnya nasib-nasiban, kadang tidak nutup,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Cirebon, Karsudin sangat prihatin melihat anggota HSNI, khususnya nelayan di PPN Kejawanan dengan adanya PP Nomor 85 tahun 2021.

Menurut Karsudin, nelayan di PPN Kejawanan telah memberikan pendapatan asli daerah (PAD), Provinsi maupun Pusat cukup tinggi dan taat terhadap aturan.

BACA YUK:  Indonesia MIRAH: Kolaborasi Antar Sektor untuk Dukung Transformasi di Bidang Kesehatan

“Dengan terbitnya PP Nomor 85 tahun 2021, membuat terkejut dan menimbulkan keresahan. Keresahan ini bukan saja oleh nelayan Kota Cirebon melainkan se-Indonesia, karena berlaku se-Indonesia,” ujar Karsudin.

Seluruh nelayan di Indonesia, kata Karsudin, menginginkan PP Nomor 85 tahun 2021 untuk ditinjau kembali. Agar ada suatu perimbangan kebijakan kepada nelayan.

“Mestinya pemerintah pusat, provinsi dan kota berpihak kepada nelayan rakyat kecil. Jangan selalu berkumandang nelayan sejahtera. Kapan nelayan bisa sejahtera kalau aturannya selalu seperti ini,” tegasnya.

“Oleh karena itu kepada Bapak Presiden, bapak menteri yang baru ini bisa terketuk hatinya dan bisa memperhatikan kepada nelayan Kota Cirebon khususnya, umumnya nelayan seluruh Indonesia,” pungkasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Bersama Generasi Muda, ReSkills Ajak Berdayakan Masyarakat Melalui Charity Learning Festival 2.0

Jakarta,- ReSkills EdTech (ReSkills), sebuah startup global dari Malaysia dan juga platform edukasi yang menghubungkan calon pelajar dengan master...

Daftar Produk Brand Fladeo Sandal dan Sepatu Trendy untuk Wanita

Fashion sepatu dan sandal memang menjadi hal yang banyak dicari meskipun hanya digunakan sebagai alas kaki. Salah satunya brand Fladeo yang menjadi incaran bagi...

Anggaran Rumah Ambruk Habis, Dinsos Kota Cirebon Berikan Baper Stok

Cirebon,- Hujan deras dan angin kencang terjadi di Kota Cirebon pada Jumat (3/12) hingga Sabtu (4/12) dini hari mengakibatkan rumah ambruk karena tertimpa pohon...

Wakil Wali Kota Eti Bersyukur Peredaran Rokok Ilegal di Kota Cirebon Hampir Nihil

CIREBON – Peredaran Rokok Ilegal di Kota Cirebon hampir nihil. Ada beberapa faktor pendukungnya. Salah satunya adalah tingkat pemahaman masyarakat terhadap pentingnya menghindari rokok...

More Articles Like This