Naura Amalia Atlet Menembak Asal SMAN 4 Cirebon Raih 2 Medali Emas

0
82

Cirebon,- Naura Amalia (16 tahun), siswa SMA Negeri 4 Kota Cirebon meraih 2 emas sekaligus pada cabang olahraga Menembak tingkat Porda Jabar 2018, Kamis (4/10/2018).
Kecintaannya pada olahraga menembak dimulai sejak Naura duduk di bangku kelas 5 SD, dan saat ini dia sudah mendapatkan banyak emas dari olahraga tersebut.

“Olahraga menembak itu kan identik sama suara tembakan yang keras, awalnya gak suka. Tapi sering lihat ayah menembak jadi suka dan akhirnya ikut pelatihan kelas 5 SD,” paparnya.

Aston Hotel

Ayahnya merupakan atlet menembak juga. Hampir setiap hari Naura latihan menembak bersama.

Anak kedua dari pasangan AKP. Ali Mashar, SH dan Sri Hidayanti ini juga masuk 3 besar di kelasnya. Dia bahkan selalu mengejar ketinggalan belajar ketika usai mengikuti lomba.
Saat ini Naura duduk dibangku kelas 11 IPA 2.

Diakuinya, porsi latihan dilakukan Naura hampir setiap hari sepulang sekolah. Memiliki kedua orang tua yang amat mendukung, menjadikan Naura bersemangat dalam menjalani setiap aktivitasnya. Suka duka dilalui Naura sebagai pelajar sekaligus atlet menembak.

Istana Kerang

“Sukanya menjadi atlet menembak karena latihan yang terlalu berat, dan Alhamdulillah mendapatkan juara beberapa kali, mengharumkan sekolah dan Jawa Barat. Tapi dukanya kadang harus mengejar ketinggalan waktu belajar di sekolah,” katanya.

Peraihan medali emas Porda Jabar dimulai tahun 2014 saat Naura duduk di bangku kelas 1 SMP. Naura yang mendapatkan juara, menghadiahkan uang tersebut untuk memberangkatkan haji untuk ayah dan juga neneknya. Meski Naura masih kecil, tapi dia berhasil mendedikasikan kerja kerasnya untuk orang yang dia cintai.

Torehan prestasi pun terus menerus didapatkan setiap tahunnya. Dalam satu tahun peraihan medali emas bisa ia dapatkan di dua event. Dan terakhir, Naura mengikuti Porda Jabar 2018 dengan meraih 2 emas sekaligus, dan 1 emas diberikan bonus dari pemerintah sebesar Rp100 juta. Alhasil 2 emas, Rp200 juta.

Bukan dengan mudah mendapatkan hasil yang maksimal, Naura memiliki trik sendiri dalam menghadapi setiap perlombaan.

“Musuh terbesar bagi saya adalah diri sendiri. Bagaimana melawan rasa takut, nervouse, tetap tenang dan optimis, terutama fisik yang harus benar-benar kuat,” ungkapnya.

Dia berharap akan terus bisa mengharumkan nama kedua orang tua, sekolah, Jawa Barat, bahkan ke tingkat dunia. Dengan begitu dia tetap semangat menggali ilmu dan latihan yang penuh kerja keras. Dia memiliki cita-cita ingin melanjutkan pendidikan di TNI agar bisa terus menembak sesuai dengan hobi dan passionnya. (AC560)