Muludan Cirebon

MULUDAN CIREBON

 

Tradisi muludan di Cirebon tepatnya di alun-alun kasepuhan setiap tahunnya selalu dipadati pengunjung. Sebelum cara Malam Panjang Jimat atau Malam Pelal biasanya hampir satu bulan sebelumnya para pedagang sudah membuka lapak dagangan.

Tahun ini acara Muludan Cirebon para pedagang sudah mulai membuka lapak dagangan sejak 27 Desember 2012 sampai 24 Januari 2013 sebagai malam puncak perayaan muludan di Cirebon yaitu Malam Pelal.

Warga dari berbagai daerah di Indonesia bahkan luar negeri berkunjung  untuk menemui  dan bersilaturahmi dengan Sultan Kasepuhan. Mereka datang dengan membawa hasil bumi sebagai bentuk bakti kepada keraton. Ini yang disebut dengan Tradisi Caos.

BACA YUK:  Pengelola Goa Sunyaragi Akan Beri Keamanan dan Kenyamanan Bagi Pengunjung Saat Libur Nataru

Di  arena muludan banyak ditemui berbagai pedagang mulai dari kapal otok-otok (mainan anak-anak khas Cirebon), berbagai kuliner khas Cirebon, arena permainan anak dan berbagai jenis UKM ikut memeriahkan acara muludan untuk mendapatkan rejeki.

Untuk kendaraan bermotor roda dua biaya parker Rp 2.000 dan mobil Rp 5.000. Saat mendekati hari puncak muludan (Malam Pelal) pengunjung semakin membludak dan perlu hati-hati jika membawa anak agar tidak tercerai berai bersama orang tuanya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *