Mulai Pekan Depan, Disbudpar Kota Cirebon Terapkan Program Work From Destination

Cirebon,- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon akan menerapkan program Work From Destination (WFD). Rencananya, program tersebut akan mulai berjalan pekan depan.

Kepala Disbudpar Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya mengatakan tahun ini, Disbudpar Kota Cirebon akan meluncurkan 5 destinasi wisata baru untuk masyarakat dan sudah ada beberapa yang sudah berjalan, terutama dari sektor swasta.

“PR (pekerjaan rumah) berat yang perlu konsentrasi penuh adalah dua kampung wisata. Pertama kampung wisata Kacirebonan dan kedua kampung Arab di Panjunan,” ujar Agus kepada About Cirebon, Rabu (17/4/2024).

BACA YUK:  Polisi Amankan 1 Pelaku Pencuri Sepeda Motor di Desa Setupatok Cirebon

Untuk itu, kata Agus, agar bisa fokus tahun ini bisa menyelesaikan target dua kampung wisata tersebut, tentu harus ada effort lebih yang dilakukan.

“Maka mulai tanggal 25 April 2024, kami akan mencoba mengubah strategi, yaitu ada 2 hari kerja yang akan kami lakukan dengan work from destination. Artinya setiap hari Kamis, kami akan berkantor di area kampung wisata Kacirebonan dan Jumat di kampung Arab Panjunan,” jelasnya.

Program WFD, kata Agus, pertama bertujuan agar lebih fokus dalam menyelesaikan target dua kampung wisata tersebut. Selain itu, pihaknya juga akan melakukan meeting di dua hari tersebut di tempat destinasi.

BACA YUK:  Info Loker! Lowongan Kerja Terbaru untuk RS Irhamna di bulan April 2024

“Ketika kami mengundang stakeholder terkait dengan penguatan atau percepatan kampung wisata ini bisa langsung ditinjau di lapangan. Apa yang perlu ditingkatkan, perlu dibuat, dan perlu diaktifkan itu bisa langsung ditinjau,” katanya.

Kedua, dengan WFD tersebut pihaknya ingin mendekatkan diri kepada masyarakat. Dalam satu hari itu, menurut Agus, akan intens berkomunikasi dengan masyarakat.

“Kita ingin tahu apa sih keinginan mereka, jadi kita ingin dengar langsung, kita bisa eksekusi langsung di lapangan,” bebernya.

Dengan program tersebut, Agus ingin mengubah bahwa bekerja itu tidak harus selalu di kantor. Yang penting, menurut Agus, adalah outputnya.

BACA YUK:  Tingkatkan Kualitas Organisasi dengan Sinergitas dan Kolaborasi, Astindo DPD Jawa Barat Gelar Rakerda

“Kalau ternyata di lapangan itu bisa lebih efektif, bisa jadi program ini menjadi role model untuk kebijakan pimpinan selanjutnya,” harap Agus. (HSY)

Bagikan:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *