Momentum Hari Jadi Cirebon, Sultan Sepuh Usulkan untuk Mereposisi Kota Cirebon

Cirebon,- Peringatan Hari Jadi Kota Cirebon ke-649 jatuh pada tanggal 1 Muharram 1440 Hijriah bertepatan dengan 11 September 2018 Masehi.

Pada kegiatan Hari Jadi Kota Cirebon ke-649 dirayakan dengan upacara bendera yang berlangsung di Alun-alun Kejaksan Kota Cirebon. 

Usai kegiatan upacara bendera dilanjut dengan Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Cirebon yang dihadiri oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Cirebon, Anggota DPRD, Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan, serta tamu undangan.

Pada momentum Hari Jadi Kota Cirebon ke-649, Sultan Sepuh XIV P.R.A. Arief Natadiningrat dalam sambutannya di Rapat Paripurna DPRD mengatakan bahwa Kota Cirebon walau kota kecil di Jawa Barat, mempunyai prestasi yang sangat baik.

BACA YUK:  Mulai Hari Ini, Paspor Indonesia Masa Berlaku 10 Tahun Diterbitkan

“Bahkan, pertumbuhan ekonomi dan Indek Pembangunan Manusia (IPM) di Kota Cirebon masih di atas rata-rata Jawa Barat,” ujarnya.

Oleh karena itu, Sultan Sepuh mengapresiasi atas hasil kerja pemerintah daerah Kota Cirebon dan juga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Selain itu, dengan pesatnya pembangunan infrastruktur yang ada di wilayah Kota Cirebon dan sekitarnya, dalam momentum ulang tahun Kota Cirebon saat ini, Sultan Sepuh mengusulkan untuk mereposisi Kota Cirebon.

“Baik itu jalan tol, bandara Kertajati dan infrastruktur lainnya, maka kita harus mereposisi kembali kota Cirebon kedepannya,” ungkapnya.

BACA YUK:  Ingin Tingkatkan IPP, Whisnu Sentosa Resmi Daftar Calon Ketua KNPI Kabupaten Cirebon

Sultan menjelaskan, yang pertama mereposisi adalah fungsi Kota Cirebon sekarang ini akan dipilih yang mana. Apakah sebagai kota budaya, kota perdagangan, belanja, kuliner, pelabuhan, atau sebagai kota apa.

“Ini yang harus kita reposisi kembali untuk perkembangan Kota Cirebon di masa yang akan datang,” terangnya.

Kemudian yang kedua, kata Sultan, dilihat dari letak geografisnya, dan diharapkan tetap menjadi magnet di wilayah Cirebon Raya, menjadi pusat dan koordinator.

“Kalau kita tetap demikian, maka akan diambil alih oleh wilayah lain seperti Majalengka yang punya bandara Kertajati,” ungkapnya.

BACA YUK:  Telkomsel Kembali Hadirkan Program IndonesiaNEXT Season 7

Oleh karena itu, menurut Sultan, Kota Cirebon harus mereposisi kembali yang dilihat dari letak geografis dan geopolitiknya. Dan, kota Cirebon harus tetap menjadi koordinator dari yang ada di wilayah Cirebon Raya.

“Lalu, yang ketiga adalah secepatnya Kota Cirebon harus dijadikan City Branding. Dengan city branding ini, Kota Cirebon akan lebih dikenal dan lebih baik lagi,” tutupnya. (AC212)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *