Menteri Perdagangan RI Buka Muprov Kadin Jawa Barat VII

0
19
Pembukaan Muprov Kadin Jawa Barat VII oleh Menteri Perdagangan RI saat membuka Muprov VII di Aston Cirebon Hotel

Cirebon,- Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Enggartiasto Lukita membuka Musyawarah Provinsi (Musprov) VII Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat di Saphire Grand Ballroom Aston Cirebon Hotel, Kamis (7/2/2019).

Pada kegiatan tersebut, hadir juga Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Ketua Kadin Indonesia, Rossan P Rolani, Ketua Kadin Jawa Barat, Ketua Kadin Daerah Se-Jawa Barat, Pj Bupati Cirebon, serta Wakil Wali Kota Cirebon.

Aston Hotel

Dalam sambutannya, Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita mengatakan bahwa Kadin merupakan satu-satunya organisasi yang dilindungi dan didirikan berdasarkan Undang-undang.

“Sampai saat ini, saya berterima kasih, karena berbagi kebijakan, program, kita saling bersinergi dan Kadin banyak memberikan kontribusi dan masukan dalam kami mengambil langkah dan kebijakan,” ujar Enggar.

1. Selalu Kordinasi dengan Pemerintah

Teja Berlian
Teja Berlian 2
Teja Berlian 3

Lanjut Enggar, seringkali kita selalu mengkonsultasikan dan membicarakan dengan Kadin Indonesia. Bahkan pernah hampir dikeluarkan, tetapi Kadin begitu cepat untuk merespon dan bereaksi, serta langsung berbicara dengan Presiden.

“Bapak Presiden sendiri juga mendengar masukan yang disampaikan oleh Kadin Indonesia,” terangnya.

Oleh karena itu, kata Enggar, dengan strata yang ada, Kadin Indonesia dengan Pemerintah Pusat, Kadin Provinsi secara khusus di Jawa Barat, adalah mitra yang diharapkan betul oleh Gubernur dan dengan demikian juga Kadin di daerah masing-masing.

“Kita bersyukur memiliki Gubernur Jawa Barat yang sangat visioner, dan menata wilayahnya dengan skala prioritas sesuai dengan kemampuan dan kekayaan yang dimiliki dari masing-masing daerahnya,” ungkap Enggar.

“Untuk itulah, kita mengharapkan betul berbagai masukan yang bisa disampaikan dengan kredible, dengan baik,” imbuhnya.

2. Perekonomia Global

Dalam acara tersebut, Enggar memaparkan secara sepintas mengenai bagaimana kondisi perekonomian global  yang dikaitkan dengan nasional, dan kemudian yang diharapkan di Jawa Barat.

Sambutan Menteri Perdagangan RI saat membuka Muprov VII Kadin Jawa Barat di Aston Cirebon Hotel

“Kita tadi sudah disinggung masuk kepada digitalisas industri 4.0 yang menuntut kita semua untuk berubah,” ungkapnya.

Perubahan itu juga, kata Enggar, terjadi pada sistem nilai pada konsumen. Bahkan, kita sering mendengar, bagaimana reaksi dunia kepada produk-produk kita, terutama CPO, minyak sawit yang sudah menyuarakan mengenai green ekonomi dan aspek lingkungan.

“Itu yang menjadi persyaratan yang dimintakan oleh konsumen dan demikianlah sikap dari negara itu. Lepas dari motivasi lain, persaingan antar negara, antar kegiatan usaha mereka memiliki minyak sejenis yang akan terganggu, demikian juga kita di Indonesia,” bebernya.

3. Manfaatkan Peluang

Di tengah ketidak pastian global, kata Enggar, kita harus bisa memanfaatkan peluang yang ada, dan Jawa Barat memberikan atau sebagi kontributor tertinggi export Indonesia.

“Jadi ya,di tahun 2019 ini perlu ditingkatkan saja. Kita mengharapkan mereka bisa melakukan yang terbaik,” kata Enggar.

Selain itu, Enggar mengatakan, dampak dari perang dagang menjadikan ekonomi dunia menjadi melemah. Volume ekspor kita tapi tidak seperti apa yang kita targetkan.

“Tetapi, setiap persoalan yang kita hadapi, kita harus lihat peluang yang bisa kita manfaatkan,” tandasnya. (AC212)