Kamis, 5 Agustus 2021

Mengenal Uyah Seungit Oleh-Oleh Khas Kuningan

Populer

Tingkatkan Herd Immunity, Pemda Kota Cirebon Buka Central Vaksinasi

Cirebon,- Pemerintah Daerah Kota Cirebon terus berupaya meningkatkan capaian vaksinasi untuk terciptanya herd immunity. Di Kota Cirebon, capaian vaksinasi...

PKL Kota Cirebon Kibarkan Bendera Putih, Berharap Tidak Ada Perpanjangan PPKM Lagi

Cirebon,- Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kota Cirebon mengibarkan bendera putih. Pemasangan bendera putih tersebut sebagai bentuk menyerah dengan...

Polresta Cirebon Gelar Vaksinasi di Sejumlah Pasar Tradisional

Cirebon,- Jajaran Polresta Cirebon menggelar vaksinasi Covid-19 di sejumlah pasar tradisional. Vaksinasi yang dilaksanakan di Posko PPKM Pasar tersebut...

Ringankan Beban Pelaku Usaha dan Masyarakat, Pemkab Cirebon Hapus Sanksi Administrasi Denda Pajak

Cirebon,- Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon memberikan penghapusan sanksi administrasi denda Pajak Daerah kepada wajib pajak. Hal tersebut sesuai dengan...

Ini Tanggapan Ketua PP-PKL Kota Cirebon Terkait Pengibaran Bendera Putih

Cirebon,- Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di Kota Cirebon mengibarkan bendera putih sejak berapa hari lalu. Namun, dibalik pengibaran...

Kuningan,- Uyah Seungit menjadi panganan khas di Kuningan dan bisa menjadi teman lauk yang lezat. Sambal tabur berbahan bawang sumenep, bawang putih, cabai rawit, dan garam tersebut cocok disantap meski hanya dengan nasi hangat saja.

Adalah Salamah, pemiliki Uyah Seungit asal Luragung Kabupaten Kuningan. Dia mulai merintis usahanya sejak tahun 2016 lalu. Uyah Seungit sendiri merupakan resep dari ibundanya.

“Waktu dulu, ibu lumayan sering bikin sambal tabur ini buat konsumsi sendiri. Dan sekeluarga suka, terutama suami. Waktu itu iseng-iseng lah suami bilang, kalau kita bisnis ini ada yang beli gak ya?,” tanya suami saat berbincang dengan Salamah.

Loading...

Tetapi, setelah obrolan tersebut, dia dan juga suaminya tidak langsung memberanikan diri untuk menjualnya. Sampai pada akhirnya ketika Bapak dari Salamah meninggal dunia, dia merasa putuslah satu tulang punggung keluarga.

“Enggak lama dari momen itu, kita mikir keras kan gimana caranya mendapatkan sumber penghasilan lain selain dari suami. Dan jadilah kita beranikan diri mulai jual uyah seungit,” terang wanita yang memiliki dua orang anak tersebut.

BACA YUK:  Ini Tanggapan Ketua PP-PKL Kota Cirebon Terkait Pengibaran Bendera Putih

Dia mengaku, dengan modal awal hanya Rp500 ribu dan menggunakan alat giling manual, bisnisnya ini dimulai. Bismillah, itu kata-kata Salamah saat memantapkan untuk memulainya.

Di awal-awal produksi Salamah mengatakan banyak duka yang di lewatinya, semua yang dimulai dari nol menurutnya pasti akan banyak cobaannya. Dia juga sempat berada di titik menyerah, karena belum mamanage produksi, dan penjualan dengan baik.

“Dari mulai alatnya dan cara bikin dalam jumlah yang lebih banyak, karena kita sama sekali belum tau. Kalau bikin dikit kan gampang ya tinggal ulek goreng dah jadi, ini ngulek bawang sama cabe satu kilo aja kan berat. Belum lagi proses bikinnya yang lumayan menyiksa baunya pas goreng cabe. Seminggu awal kita nyoba bikin dengan semua kegagalan yang ada sampe akhirnya mau nyerah,” beber Salamah.

BACA YUK:  Kuli Bangunan yang Viral Asal Kapetakan Dapat Bantuan Renovasi Rumah dari Bupati Cirebon

Tapi, ada satu sahabatnya yang sudah mencoba dan suka dengan Uyah Seungit. Dia juga mendukung dan menyemangati, termasuk ikut mempromosikan. Sampai akhirnya pun tetap berlanjut, dan perlahan menemukan alat-alat yang dibutuhkan guna membantu kecepatan produksinya.

“Alhamdulillah, saya percaya kalau kita yakin, kedepannya Allah akan bantu dengan hal yang tidak kita duga,” imbuhnya.

Sejak awal penjualan, dia mengaku menggunakan plastik untuk kemasannya, lalu beralih ke pouch, dan saat ini menggunakan botol. Uyah Seungit sendiri memiliki beberapa varian diantaranya original dan teri. Sedangkan level pedasnya dibagi kedalam 3 yakni biasa, Seuhah, dan Jeletot. Harganya dimulai dari Rp10ribu sampai Rp40 ribu tergantung dari beratnya.

Saat ini sudah banyak juga reseller Uyah Seungit di berbagai kota, hampir di tiap bulannya selalu nambah reseller. Ada pula agen tetap yakni toko oleh-oleh Kuningan dan Majalengka. Dia juga menjual di market place atau COD untuk area tertentu.

“Pernah ada pembeli paling jauh terakhir dari Jogja, Surabaya, Aceh, dan Papua. Ada juga yang ingin bepergian ke luar negeri dan berbekal Uyah Seungit buat makanan disana, karena makanan di luar negeri biasanya gak cocok untuk lidah orang Indonesia. Misal ada yang mau umroh atau hajian, biasanya bekal ini,” jelasnya.

BACA YUK:  Tingkatkan Herd Immunity, Pemda Kota Cirebon Buka Central Vaksinasi

Dia berharap kedepannya bisa memiliki tempat produksi sendiri yang tidak mengganggu tetangga sekitarnya dan yang paling penting dia ingin usahanya ini bisa jadi lapangan pekerjaan untuk orang sekitar.

Meski saat ini ada pesaing yang meniru jualannya, yaitu mantan karyawannya sendiri, tapi Salamah tetap fokus pada timnya. Karena soal rezeki, Salamah percaya Allah sudah mengatur untuk setiap hambanya. (AC560)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Alfacorp Mempersiapkan Fasilitas Isolasi Bagi Pasien Covid-19 di UBM Housing Jakarta

Jakarta,- AlfaCorp, kelompok perusahaan yang menaungi Alfamart, Alfamidi, DAN+DAN, Lawson, Alfaland Group, Omega Hotel Management (OHM) dan Universitas Bunda...

Rayakan HUT ke-40, Santika Indonesia Bagi-bagi Hadiah

Cirebon,- Memasuki bulan Agustus, Santika Indonesia Hotels & Resorts akan segera merayakan hari jadinya yang ke-40 di tanggal 22 Agustus 2021. Mengambil momen yang...

Tiga Ribu Anak di Kabupaten Cirebon Ditargetkan Divaksin Covid-19

Cirebon,- Pemerintah Kabupaten Cirebon menggelar Perayaan Hari Anak Nasional tahun 2021 dan launching vaksinasi untuk anak usia 12 sampai 17 tahun di GOR Ranggajati...

Bentuk Herd Immunity, OJK Cirebon Bersama Jasa Keuangan dan BI Gelar Vaksinasi Massal

Cirebon- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Forum Industri Jasa Keuangan (FIJK), dan Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) menggelar vaksinasi...

More Articles Like This