Rabu, 8 Desember 2021

Mengapa Kabupaten Cirebon Masuk Level 4, ini Alasannya

Populer

Pria Asal Cirebon ini Sukses Menjadi Importir Ikan Koi

Cirebon,- Pehobi ikan koi asal Cirebon, Jawa Barat berhasil menjadi dealer koi import ternama di kancah dunia perkoian nusantara....

Geubrina Cafe Aceh, Kuliner Aceh Terlengkap di Kota Cirebon dan ini Promonya di Bulan Desember

Cirebon,- Aceh memiliki beragam kuliner yang khas untuk bisa dinikmati bagi para pecinta kuliner. Di Cirebon, terdapat kafe atau...

Warung Indomie Kekinian Hadir di Cirebon, Usung Konsep Self Service

Cirebon,- Mengusung konsep self service, warung Indomie kekinian kini hadir di Cirebon. Berlokasi di Jalan Tuparev, tepatnya sebelah Hotel...

Kearifan Lokal Kerajinan Gerabah di Blok Posong Arjawinangun, Cirebon Terancam Hilang, Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Cirebon,- Desa Arjawinangun Kecamatan Arjawinangun terletak di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Secara kontur, letak permukaan tanah adalah datar...

Mengenal Metode ERACS yang Dijalankan Nagita Slavina, ini Penjelasan dr. Yasmin Dermawan

Cirebon,- Nagita Slavina baru saja melahirkan putra keduanya beberapa hari lalu dengan proses operasi sesar. Namun, setelah menjalani operasi...

Cirebon,- Masuknya Kabupaten Cirebon dalam level 4 Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), disebabkan karena laboratorium pemeriksa covid tidak menginput dalam data nasional.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni mengatakan tidak diinputnya data tersebut dalam data  nasional, membuat  laporan data kematian dari rumah sakit terlambat  dilaporkan secara nasional.

“Hal ini menimbulkan perbedaan data harian dan data dalam New All Record (NAR),” kata Eni, Rabu (15/09/2021).

Loading...

Eni menjelaskan, setiap kasus kematian karena COVID-19, semula berstatus konfirmasi positif dan tercatat dalam new all record oleh laboratorium pemeriksa Covid-19.

Dari status konfirmasi maka akan berakhir pada dua status yaitu sembuh atau meninggal. Sehingga seharusnya, ketika ada laporan kematian dari rumah sakit maka data kasusnya sudah tercatat dalam new all record.

BACA YUK:  Jelang Natal dan Tahun Baru, Pemerintah Kota Cirebon Siap Terapkan PPKM Level 3

“Pada kasus yang dialami oleh Pemkab Cirebon ini, banyak laporan kematian dari rumah sakit namun ketika dicari dalam data new all record tidak ada, sehingga data kematian tidak bisa dilaporkan sebagai kasus meninggal sampai data diinput oleh laboratorium,” jelas Eni.

Eni mengatakan, perbedaan data tersebut diketahui, saat pihaknya melakukan verifikasi data kematian periode Januari – Agustus 2021. Dalam verifikasi tersebut, terdapat selisih kematian hingga 378 kasus.

“Ada selisih data dari kabupaten dan pusat, terkait angka kematian hingga 378 kasus,” terangnya.

Hal tersebut, membuat pihaknya berusaha untuk melaporkan kembali selisih angka kematian tersebut secara bertahap. Setiap harinya, dilaporkan sebanyak 13 kasus kematian. Pada periode 10 Agustus hingga 6 September, sudah dilaporkan sebanyak 203 kasus kematian, sehingga tersisa sebanyak 175 kematian.

Untuk segera menyelesaikan jumlah selisih kematian tersebut, Pemkab Cirebon langsung menyelesaikan selisih angka kematian, dengan melaporkan sebanyak 175 kasus dalam satu hari, pada 7 September 2021.

BACA YUK:  Kota Cirebon Masuk Level 1 PPKM, DPRD Kota Cirebon Apresiasi Kerja Keras Pemkot

“Namun ternyata, saat melakukan evaluasi kembali pada 7 September 2021, masih ada selisih kematian sebanyak 160 kasus,” ujar Eni.

Kondisi tersebut, membuat Pemkab Cirebon kembali melaporkan selisih kematian sebanyak 160 kasus dalam satu hari pada 8 September 2021.

Eni mengatakan, perbaikan selisih data ini sudah dikoordinasikan dengan pihak provinsi, melalui surat resmi yang dikirimkan.

Jika merujuk pada data real yang ada saat ini, seharusnya Kabupaten Cirebon sudah masuk pada level 2 PPKM. Jumlah kematian juga sudah turun secara signifikan.

Bahkan Eni memastikan, minggu depan level PPKM di Kabupaten Cirebon, dipastikan akan turun. Hal tersebut karena selesainya perbaikan data yang dilakukan. Turunnya level PPKM juga, perlu didorong dengan gencarnya vaksinasi yang dilakukan.

“Minggu depan pasti turun, kalau tidak level 2, ya level 3,” pungkas Eni. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Reforma Agraria di Kabupaten Cirebon Harus Berjalan Optimal Sesuai Undang-undang

Cirebon,- Bupati Cirebon Drs. H. Imron membuka Rapat Gugus Tugas Reforma Agraria di Ruang Nyimas Gandasari, Gedung Sekretariat Daerah...

Kopi Montong Hadirkan Menu Terbaru Sup Patin Tempoyak Montong

Cirebon,- Kopi Montong yang berada di kawasan Perumahan Kota Baru Keandra, Desa Sindang Jawa, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon menghadirkan terobosan baru. Saat ini, Kopi...

Hadirkan Beragam Promo dan Diskon di GIIAS Surabaya, Astra Financial & Logistic Targetkan Transaksi Rp 200 Miliar

Surabaya,- Setelah sukses menjadi sponsor utama pada perhelatan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Jakarta 2021 yang diselenggarakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD...

Warung Indomie Kekinian Hadir di Cirebon, Usung Konsep Self Service

Cirebon,- Mengusung konsep self service, warung Indomie kekinian kini hadir di Cirebon. Berlokasi di Jalan Tuparev, tepatnya sebelah Hotel Apita Cirebon, warung bernama Indomie...

More Articles Like This