Selasa, 26 Januari 2021

Mendag Lepas Konvoi Ekspor Mebel Rotan dari Cirebon ke Pasar Global

Populer

Obyek Wisata Baru Tenjo Layar Kuningan Segera Dibuka⁣⁣

⁣Kuningan, - Obyek dan Daya Tarik Wisata Alam (ODTWA) Tenjo Layar merupakan salah satu obyek wisata baru di Kuningan...

Sensasi Makan Durian Montong Petik Langsung dari Pohon di Kopi Montong

Cirebon,- Berada di ketinggian 150 meter di atas permukaan laut (MDPL), agrowisata durian Kopi Montong yang berlokasi di Sindang...

Agrowisata dan Edukasi Griya Hidroponik Tawarkan Konsep Petik Sendiri⁣

Cirebon,- Griya Hidroponik Cirebon yang berada di Jalan Sultan Ageng Tirtayasa, Kedawung, Kabupaten Cirebon menjual segala macam produk sayuran...

Program Jelajah Rasa, Kandang Ayam Hadirkan Menu Korean Taste⁣⁣⁣

⁣⁣Cirebon,- Kandang Ayam Resto yang yang berlokasi di Jalan Sudarsono No. 281A, Kota Cirebon, pada Januari 2021 menghadirkan program...

Saung Kopi Gowes Hadir di Jalur Favorit Bersepeda, ini Konsepnya⁣

Cirebon,- Berada di jalur favorit bersepeda dengan view pesawahan dan berlatar gunung Ciremai, Sakowes (Saung Kopi Gowes) hadir untuk...

Cirebon,- Menteri Perdagangan (Mendag) Republik Indonesia melepas konvoi ekspor furnitur rotan (mebel rotan) dari Cirebon ke pasar Global yang berlangsung di CV. Nagam Rattan, Kabupaten Cirebon, Kamis (5/11/2020) sore.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto melepas 5 kontainer ekspor furnitur rotan dari total 40 kontainer ekspor hasil produksi 3 pelaku Usaha Mecil dan Menengah (UKM) asal Cirebon yang merupakan binaan Kementerian Perdagangan.

BACA YUK:  Produk Kecantikan KF Skin Cosmetics Berikan Apresiasi Kepada Member

Ketiga pelaku UKM tersebut, yaitu CV. Nagam Rattan, CV. Cipta Abadi, dan CV. Hanif Rattan.

Loading...

Pelepasan ekspor total 40 kontainer ekspor tersebut rencananya akan dikirimkan ke negara-negara tujuan ekspor Indonesia seperti Amerika Serikat (AS), Kanada, Jepang, Korea Selatan, Australia, serta negara-negara Uni Eropa seperti Jerman, Prancis, Italia, dan Denmark.

“Saya menyambut gembira keberhasilan para pelaku usaha rotan mendapatkan tempat di pasar global. Kami berharap, tekad dan perjuangan para pelaku UKM eksportir dari Cirebon ini mampu memotivasi para eksportir, khususnya pelaku UKM di seluruh Indonesia sehingga mampu mendorong kinerja ekspor nonmigas Indonesia,” ujar Mendag Agus.

Pelepasan konvoi kontainer ekspor ini turut dihadiri oleh Bupati Cirebon, Imron Rosyad; Direktur Eksekutif Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), James Rompas; Direktur PT Debindomulti Adhiswasti, Budiarto Linggowijono; dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat, Arifin Soendjayana.

“Keberhasilan ekspor ini sekaligus menunjukkan bahwa produk ekspor furnitur rotan Indonesia tidak hanya mampu menjaga kualitas, tetapi juga telah sesuai dengan permintaan dan tren pasar dunia saat ini yang cenderung menggunakan bahan alami, ramah lingkungan, dan mengantongi sertifikat legalitas kayu (V-Legal),” kata Agus.

Produk-produk yang diekspor kali ini juga merupakan hasil binaan balai Pendidikan Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI) Kemendag lewat program Pelatihan dan Pendampingan Ekspor. Program pembinaan ini adalah wujud komitmen Kemendag dalam mendukung UKM agar mereka dapat membidik pasar global untuk menjual produk-produk mereka.

BACA YUK:  SMK Mandiri Cirebon Terapkan Pembelajaran E-Learning dan Program Konsultasi Belajar⁣ ⁣

“Sehingga, UKM dapat semakin menunjukkan kontribusi mereka terhadap surplus neraca perdagangan Indonesia. Indonesia merupakan negara produsen rotan terbesar dunia,” ungkapnya.

BACA YUK:  Kabupaten Cirebon Akan Kembali Terapkan PSBM

Pada 2019, kata Agus, Indonesia berada di peringkat ke-3 negara eksportir produk rotan terbesar dunia dengan pangsa ekspor 6,11 persen di bawah Republik Rakyat Tiongkok 45,15 persen dan Vietnam 12,49 persen.

Sementara itu, nilai ekspor produk rotan Indonesia periode Januari-Agustus 2020 tercatat sebesar USD 357,16 juta. Nilai ini, tambah Agus, naik 4,35 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2019.

“Pada periode tersebut, negara tujuan ekspor utama produk rotan Indonesia masih didominasi AS dengan pangsa ekspor 41,11 persen, Belanda (8,19 persen), dan Jerman (7,27 persen),” bebernya.

“Dalam periode 5 tahun terakhir (2015-2019) tren ekspor produk rotan Indonesia juga naik 2,11 persen,” imbuhnya.

Agus juga menyampaikan, untuk pasar AS, perpanjangan fasilitas Generalized System of Preference (GSP) yang diumumkan pada 30 Oktober 2020 menjadi momentum untuk terus menggiatkan ekspor produk rotan ke Negeri Paman Sam tersebut.

“Mengingat negara tujuan ekspor utama rotan yang masih didominasi AS, maka kebijakan perpanjangan fasilitas GSP diharapkan mampu memperkuat ekspor produk furnitur rotan nasional ke pasar AS,” pungkas Agus. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

PPKM di Kabupaten Cirebon Diperpanjang Hingga 8 Februari 2021

Cirebon,- Pelaksanaan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) di Kabupaten Cirebon berakhir hari ini 25 Januari 2021. Namun, Bupati Cirebon Drs. H. Imron akan memperpanjang...

ACT Cabang Cirebon Kirim Bantuan Untuk Sulbar dan Kalsel

Cirebon,- Aksi Cepat Tanggap (ACT) cabang Cirebon melepas bantuan dari Cirebon untuk korban terdampak bencana di Sulawesi Barat (Sulbar) dan Kalimantan Selatan (Kalsel), Senin...

CCAI Serahkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Tanah Longsor

Cirebon,- Coca-Cola Amatil Indonesia atau CCAI menyerahkan bantuan untuk korban banjir dan tanah longsor di Kecamatan Cimanggung, kabupaten Sumedang. Bantuan tersebut berupa Produk dari CCAI...

Maryam Qonita, Wanita dari Kuningan yang Pernah Mewakili Indonesia di Forum PBB⁣

Kuningan,- Tidak pernah terbayangkan oleh Maryam Qonita bisa menempuh pendidikan beasiswa S2 hingga ke New York University di Amerika Serikat. Dengan kesederhanaan yang dimiliki,...

More Articles Like This