Memprihatinkan, Keenam Anak ini Sudah Ditinggal Kedua Orangtuanya

Cirebon, 19 Agustus 2017,- Sungguh memprihatinkan nasib enam anak kakak beradik yang tinggal di bantaran sungai, Desa Pilang Sari Tonggo, Kabupaten Cirebon. Kedua orang tua mereka telah dipanggil untuk menghadap sang pencipta.

Keenam anak malang tersebut adalah Miki (16) Diki (16) yang merupakan anak kembar dan adik-adiknya bernama Stifani (15), Nisa (11), Ipan (7) dan Rendi (5). Anak-anak tersebut harus berhenti sekolah karena tidak mempunyai biaya.

Tidak seperti anak-anak seumurannya yang sibuk dengan bermain dan belajar, Miki dan Diki yang merupakan kakak tertua harus memenuhi kebutuhan ekonomi untuk makan sehari-hari dengan menjadi buruh cuci motor dan mencari barang-barang rongsok.

BACA YUK:  Polres Cirebon Kota Siapkan 16 Posko Selama Operasi Ketupat Lodaya 2024

Miki dan Diki hanya mengenyam bangku sekolah sampai kelas 2 Sekolah Menengah Pertama. Keenam anak tersebut ditinggal Ayahnya pada tahun 2016 karena sakit maag dan stroke hingga mengalami kelumpuhan.

“Ibu meninggal bersama bayinya saat melahirkan pada bulan Mei 2017 lalu,” ujar Miki yang ditemui di kediamannya, Sabtu (19/08/2017).

Beban yang dialami anak pasangan almarhum Bambang dan almarhumah Saijatun sangat berat, mereka tinggal di bantaran sungai yang sewaktu-waktu bisa digusur dari tempat mereka tinggal sekarang. Mereka hanya bisa pasrah menghadapi hidup sehari-hari.

BACA YUK:  Stabilkan Harga Beras, Pemda Kota Cirebon Akan Gelar Gerakan Pasar Murah di 5 Titik

Mendengar berita keanam anak ini, Ketua Yayasan Baitul Ilmi, Hj. Fifi Sofia Efendi langsung mendatangi kediaman anak malang tersebut. Dengan keadaan anak-anak tersebut, Ia langsung menangapi dengan serius.

Menurutnya Hj. Fifi, dengan kondisi yang seperti ini sangat memprihatinkan. Masih ada dengan tidak mempunyai orang tua dan kakaknya mempunyai tanggung jawab yang besar dengan kondisi adiknya yang masih kecil dan banyak, kakaknya hanya berpenghasilan Rp, 20 ribu seminggu.

Katanya, sudah menawarkan mereka untuk tinggal di rumah, biar nanti bisa lebih intens lagi untuk memperhatikan keenam anak ini dan ingin di sekolahkan semua dan bertanggung jawab sampai kedepannya.

BACA YUK:  Pastikan Logistik Pemilu 2024 Aman, Kapolresta Cirebon Tinjau Gudang Logistik di Tingkat PPK

“Semua tergantung keenam anak ini, tapi untuk sementara adaptasi di rumah sambil menunggu waktu sampai sekolah, kalau pada betah bisa tinggal di rumah,” pungkasnya. (AC212)

Bagikan:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *